The Day!🌟

107 3 0
                                        

Bulan duduk di kamarnya memegang sebuah buket bunga.

Dirinya begitu gugup tangannya bahkan sangat dingin sekarang.

Bulan melirik jam dinding di kamarnya.

"Kok lama sih?"ucap Bulan.
"Nggak sabaran banget?"ucap Angit membuka pintu sambil terkekeh.
"Kamu?"ucap Bulan tersenyum tipis.
"Hai!"ucap Angit berdiri di depan Bulan.
"Hai juga! Kok kamu bisa disini?"ucap Bulan bingung.
"Angit gitu dong... Ayuk turun! Hijab kabulnya udah selesai!"ucap Angit.
"Ayuk!"ucap Bulan semangat.

Angit memeluk lengan Bulan lalu mereka berjalan berdampingan menuju aula rumah Bulan.

Semua pandangan langsung tertuju pada Bulan.

"Kamu cantik sekali sayang..."ucap Sintia mengusap kepala Bulan.
"Makasih mah..."ucap Bulan.

Lalu Bulan duduk di samping Bintang yang terus saja menatapnya.

Bintang mengulurkan tangannya langsung di terima oleh Bulan dan...

Cup!

Bulan mencium telapak tangan Bintang dan gantian Bintang yang mencium kening Bulan.

Cup!

Semuanya langsung bertepuk tangan dan tersenyum senang.

"Akhirnya mereka bersatu juga terima kasih ya Allah..."batin Teo.

"Terima kasih sudah mempersatukan kami lagi ya Allah..."ucap Bintang.

"Terima kasih untuk kebahagiaan ini ya Allah aku benar benar bahagia sekarang ini..."batin Bulan.

Angit menoleh pada Teo di sampingnya.

"Mau kayak gitu juga?"ucap Angit.
"Mau dong... Apa lagi sama lo..."ucap Teo mencolek dagu Angit.
"Ish... Main colek colek aja! Sah hin dulu dong..."ucap Angit.
"Boleh yuk sekarang aja pak penghulunya juga belum pergi tuh!" ucap Teo membuat Angit menatapnya tak percaya.
"Gila lo!"ucap Angit.
"Ish... Katanya mau di sah hin!"ucap Teo.
"Ya nggak sekarang juga! Ini acara orang lain malu maluin aja lo!"ucap Angit.
"Ya udah besok aja mau?"ucap Teo.

Angit memukul lengan Teo sedangkan Teo terkekeh geli.

"Diem jangan ngomong yang aneh aneh!"desis Angit.
"Iya iya janji deh!"ucap Teo menunjukan ✌.
"Dia pacar lo?"ucap Bintang dan Bulan sudah di depan Teo dan Angit.
"Menurut lo?"ucap Teo merangkul Angit.
"Apa dia itu dia?"ucap Bintang.

Kening Bulan dan Angit mengerut tak mengerti yang bintang katakan.

"Iya!"ucap Teo.
"Kalian ngomong apa sih?"ucap Bulan.
"Dia itu maksudnya fans berat Teo dari pertama Teo nitih karirnya!" ucap Bintang.
"Dan dia selama ini menutupi identitas dirinya baru sekarang gue bisa tau siapa dia sebenernya!"ucap Teo menatap lekat Angit.
"Selamat ya! Akhirnya kalian dipertemukan cepet nyusul kita ya!" ucap Bulan tersenyum menggoda.
"Pasti!"ucap Angit terkekeh sendiri.
"Samawa ya buat kalian berdua!"ucap Angit.
"Makasih!"ucap Bulan dan Bintang.
"Mau kado apa?"ucap Teo.
"Hmm... Kadonya terserah aja kita pasti bakal terima kok!"ucap Bulan tersenyum manis.

Jangan lupa tinggalkan jejak!
Vote and komen!!

BulBin (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang