Bulan menundukkan kepalanya ingin sekali dia menangis.
"Awh..."ringis Bulan memengangngi dadanya rasanya sangat sakit.
Bulan berdiri lalu berlari keluar dan Bintang segera mengejarnya.
Bulan terus berlari lalu menabrak Teo.
"Tolong bawa aku pergi..."ucap Bulan menyembunyikan wajahnya didada Teo.
Bintang menatap tak percaya Teo dan Bulan sedangkan Teo juga kaget.
"Gue nggak nyangka jadi Teo?"gumam Bintang lalu pergi.
"BINTANG!"teriak Teo.
"Teo..."lirih Bulan lalu Teo menunduk mengangkat kepala Bulan.
"Lo kenapa sih? Kenapa lo lakuin ini!" ucap Teo.
"Maaf..."ucap Bulan menangis lalu memeluk Teo lalu gelap Bulan pingsan di pelukan Teo.
Teo panik lalu segera menggedong Bulan ala bridal style.
-⭐🌕⭐-
Bulan mulai membuka matanya hal pertama yang dia lihat adalah wajah Teo habis menangis?
"Kamu kenapa?"ucap Bulan duduk.
"Ada yang sakit?"ucap Teo.
"Aku ba-"ucap Bulan.
"Lo nggak baik baik aja! Gue tau lo kenapa napa! Kenapa lo nggak cerita sama gue! Kenapa?!"bentak Teo.
"Maksud kamu apa?"ucap Bulan.
"Lo sakit kenapa lo sembunyiin semua ini! Kenapa lo bersikap seakan lo baik baik kalo nyatanya lo kenapa napa!!" ucap Teo membuat Bulan kaget.
"Bagaimana bisa?"batin Bulan.
Bulan baru sadar dirinya ada dirumah sakit sekarang ini sudah pasti Teo akan tahu.
"Aku mau pulang"ucap Bulan ingin turun tapi Teo segera mencegahnya.
"Lo nggak boleh kemana mana! Lo masih lemah!"ucap Teo.
"Aku baik baik aja Teo aku mau pulang aku benci disini tolong..."ucap Bulan mulai menangis.
"Lan..."ucap Teo segera memeluk Bulan.
"Aku mau pulang... Aku mau bunda..." ucap Bulan.
-⭐🌕⭐-
Teo mengantarkan Bulan pulang langsung disambut oleh Gina.
"Bunda..."ucap Bulan memeluk Gina.
"Kamu kenapa?"ucap Gina mengusap kepala Bulan.
"Lo siapa?"ucap Surya pada Teo.
"Gue temennya Bulan Teo!"ucap Teo menyalami Surya.
"Lan gue pulang ya lo istirahat!"ucap Teo.
"Iya makasih ya"ucap Bulan melepas pelukannya menatap Teo.
Teo mengangguk lalu pergi pulang Bulan segera berlari kekamarnya.
-⭐🌕⭐-
Bulan duduk dipojok kamarnya menekuk kakinya lalu menenggelamkan kepalanya disana.
"Kenapa semuanya harus kayak gini?"
"Ya Allah kenapa?"
"Kalau seperti ini akan banyak orang yang tersakiti"
"Aku takut... Sangat..."
"Kenapa? kenapa?"
Ucap Bulan.
"Bulan..."Ucap Gina membuat Bulan mendongak.
"Jangan kayak gini sayang kamu buat bunda semakin takut... Bunda jauh lebih takut..."ucap Gina memeluk Bulan.
"Maafin Bulan bunda... Bulan cuma bisa nyusahin bunda..."ucap Bulan.
"Jangan ngomong kayak gitu"ucap Gina.
"Bulan cuma beban buat keluarga ini! Harusnya bulan nggak pernah ada didunia ini!"ucap Bulan.
Jangan lupa tinggalkan jejak!
Vote and komen!
KAMU SEDANG MEMBACA
BulBin (END)
Novela JuvenilCERITA UDAH END BUT PART MASIH LENGKAP! SO HAPPY READING❤ BulBin -> My Moon / Bintang Untuk Bulan "Kamu nggak laper?"ucap Bulan. Tunggu Bulan kenal suara ini lalu dia melihat dengan ekor matanya dan benar dia Bintang. "Nggak"ucap Bulan lalu kembal...
