Bagian #28

2.3K 295 9
                                        

Mutiara Habiba 🥋

Kurasa Bagas menghindariku, sejak tadi aku tunggu di depan kamarnya tidak ada suara, aku telepon tidak diangkat. Padahal aku hanya ingin mengembalikan jaketnya saja. Tidak lebih dan tidak kurang. Apa sungguh dia malu karena salah mengira? Aku yakin dia kira aku mempermasalahkan tentang dia yang balikan sama mantannya. Ya, sebenarnya iya sih, sedikit. Karena merasa dibohongi saja, tidak lebih. Tapi tidak harus menjelaskan seolah-olah aku ini cemburu sama dia.

"Bagas nggak ada ya?" tanyaku pada Putu Gede di depan kamarnya, kamarnya bersama Bagas dan satu temannya yang giginya berbehel, seingatku dia masuk pelatnas terakhir kemarin. Tapi tidak tahu namanya.

"Ada."

"Yaelah, nggak mau keluar gitu?"

"Kagak, lagi berak dia lima jam kagak keluar-keluar," pekik yang berbehel dari dalam kamarnya, terlihat sedikit dari luar.

"Ha? Sembelit dia? Suruh minum yogurt atau pepaya gih, yang banyak," kataku biasa aku lakukan jika ada teman, keluarga atau bahkan aku sendiri mengalami sembelit.

Putu Gede dan yang berbehel langsung tertawa, entah apa yang lucu, orang sembelit itu tidak enak, tapi ditertawakan. Tidak tahu rasanya saja mereka.

"Ya sudah sih, kalau gitu gue nitip aja jaketnya Bagas, makasih, bilangin gitu." Menyerahkan jaketnya tapi Putu Gede tidak mau menerima, malah melipat kedua tangannya di depan dada. Dasar si Polisi songong. "Putu Gede!" tekanku karena lelah menunggunya menerima.

"Kasih sendiri!" katanya langsung menutup pintu. Haruskah aku mengumpat?

Aku kembali ke kamar dengan sebuah kesia-siaan. Lagi pula, apa sih salahku sampai Bagas tidak mau menenuiku? Padahal kan dia yang buat salahnya sendiri.

⚽🥋⚽🥋

Sejak saat itu, aku tidak bertemu dengan Bagas lagi, pagi ketika aku cari, dia tidak di tempat katanya sedang uji coba lapangan di stadion Maguwoharjo. Siangnya aku cari kata temannya tidak ada di kamar, tidak tahu ke mana, yang lain mengatakan Bagas ke masjid. Aku datang ke masjid dia juga tidak ada. Sorenya dia sudah check out dari hotel, itu aku ketahui juga karena yang ada di kamar itu bukan Bagas dan teman-temannya lagi. Melainkan anak-anak sepak bola PPLP Jateng yang ternyata juga melakukan training camp di Jogja.

Selama itu pula, Bagas tidak pernah menghubungiku, tidak pernah membalas pesanku, tidak juga membalas DM dariku. Bahkan ketika dia bisa membuat instastory lalu aku mengomentarinya, dia tidak pernah membalas kembali. Padahal dia baca, parah kan? Aku jadi kesal sendiri dengannya.

Dan besok sepertinya telah tiba saat yang aku nantikan untuk meminta pertanggungjawaban Bagas. Pasalnya karena dia, aku seperti perempuan tidak tahu malu yang setiap hari menghubunginya, dan parahnya semakin hari justru semakin memikirkannya.

Lambe Newbie
See you soon, Guys
Ya Tuhan, rindu banget gue 🤗

Ricky F
Gue juga rindu sama lo, Mpin 😘
Sayangnya gue nggak dipanggil lagi bos 😔

Hansamu Y
Dipanggil juga akhirnya buat dibully, Rick
Fokus aja sama timmu

Lambe Newbie
Tenang, Rick
Ntar kalau gue nggak ada kompetisi
Gue samperin lo ke Bali
Main jetski sama @Aero Aswar @Aqsa Aswar
Tapi emoticonnya kagak usah itu juga kali, ntar sampai Bali gue peluk juga lo!
@Hansamu Yama sabar, Bos
Ujian jadi atlet di +62 emang gitu 😣

Bagas vs Muti (WALS 2)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang