9. Rahasia.

1.2K 50 13
                                        

Sekarang, kamu adalah sumber kebahagiaanku.

*****

Naura tak bisa tidur sejak jam 22:00 tadi. Ia terus terbayang-bayang kejadian dengan Devano siang tadi. Dimana ia hangout seharian bersama Devano.

Saat ia sedang berguling-guling di kasurnya yang empuk, tiba-tiba ada suara dering dari HP nya, ada telpon masuk.

Naura turun dari kasurnya, dan melangkah gontai menuju meja belajarnya, dan mengintip nama yang tertera.

Dev❤

Devano menelponnya, tengah malam begini.

Akhirnya, pada dering kesekian, Naura menggeser tombol hijau untuk menjawabnya.

"Akhirnya diangkat,"

Naura terkekeh mendengar suara dari sebrang sana. "Kenapa, dev?"

"Kangen,"

"Besok juga ketemu,"

"Kangen nya sekarang," ucap Devano dengan nada manja, yang sangat mengemas kan ditelinga Naura. "Besok aku jemput, ya?"

Naura sempat menimang ajakan Devano, tapi akhirnya menjawab, "Oke,"

Tanpa Naura ketahui, Devano sedang tersenyum. Senyum yang sangat lebar, yang ia rasa tak akan luntur jika ia tetap bersama Naura. Tanpa ia sadar, ia sudah membatin, Nau, sekarang, kamu adalah sumber kebahagiaan ku.

"Aku mau tidur dulu, ya," ucap Naura.

"Oke, good night, sayang." jawab Devano dengan sangat halus.

Pipi Naura bersemu merah.

Naura mematikan sambungan telpon, dan tambah tidak bisa tidur.

"Dev, why you are so cute?" ucap Naura sambil memandangi foto nya dengan Devano yang ia letakan dibalik casing beningnya.


Foto itu diambil kala mereka sedang disekolah.

"Cie lagi kasmaran,"

Tiba-tiba ada suara yang memecah keheningan dikamar Naura. Hampir saja ia melempar HP nya kalau ia tak cepat sadar itu suara Reno. Yap, Reno belum kembali ke Australia, karena liburnya masih panjang, dan ia malah betah di Jakarta, bukannya mengunjungi orang tuanya di Bandung. (Jangan diikutin ya guys:v)

"Apaan sih, bang," jawab Naura dengan nada malu-malu. Senyumnya kian melebar.

Reno tertawa melihat reaksi Naura. "Lagian, kayaknya happy banget yang baru pacaran," singgung Reno. "Besok sama pacar atau aku anter?"

Memang selama Reno di Jakarta, tugasnya adalah menjaga Naura. Jadi urusan antar jemput, semua diserahkan kepada Reno. Sebenarnya keluarga nya Naura punya supir pribadi, tapi selama Reno di Jakarta, supir mereka hanya mengantar jemput Damar dan Juni.

Naura tersenyum simpul sebagai jawaban, dan sepertinya Reno mengerti itu. Jadi ia menghampiri Naura, duduk dihadapannya, lalu mengacak puncak kepala Naura yang membuat rambutnya sedikit berantakan.

"Akhirnya kamu ngerasain masa-masa indah di SMA," ucap Reno dengan sorot mata yang menenangkan setiap orang yang melihatnya. "kayaknya baru kemaren aku bikin kamu nangis gara-gara mainannya aku rusakin, sekarang cewe itu udah punya pacar di SMA." Lanjutnya.

KamuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang