***
Sudah sekitar 4 jam Naura dan Mora di apartemen Nashwa.
Banyak hal yang sudah mereka lakukan. Mulai dari menggunakan masker wajah, menonton serial TV, menonton film--yang dibintangi Naura--,dan masih banyak lagi.
Tanpa mereka sadari, hari semakin larut. Akhirnya Naura dan Mora memilih untuk pulang karena besok mereka masih harus kuliah.
Selama perjalanan pulang, hanya terdengar lantunan musik dimobil Naura. Mereka belum juga memulai percakapan.
Setelah 10 menit berdiam akhirnya Mora memilih untuk membuka percakapan. "Nau, lo sama Dev baik-baik aja kan?"
Naura menoleh sebentar lalu kembali menatap kedepan. "Baik. Emangnya kenapa? Tumben," tanya Naura heran.
Mora menghembuskan nafas lalu tersenyum kecil. "Empat tahun Nau. Lo LDR. Serius lo gak cape?"
Naura terkekeh. "Jujur cape, tapi gimana? Dia yang bilang langsung kalo dia bakal pulang dan nikahin gue. Gue yakin dia bakal nepatin janjinya, ya gue juga gak boleh ingkar janji untuk ga nakal disini." jawab Naura.
Mora mengangguk paham. "Tapi kenapa gue selalu gagal LDR, ya,"
Naura terkekeh lagi. "Ya gitu resiko LDR, mor,"
"Apalagi LDR perasaan, iya ga?"
"Hah, gimana?"
"Iya, gue suka sama dia, dia gak suka sama gue. LDR bukan?"
"Mora, lo mau gue turunin disini ya?" tanya Naura lalu mereka berdua tertawa.
***
Hampir 2 jam Devano berdiam diri dikamar nya. Memetik gitar sambil mencoret-coret buku catatannya.
Tak lama ia mengantuk, lalu tertidur. Namun ia lupa merapihkan buku catatannya kembali.
Denada masuk kedalam kamar Devano tanpa mengetuk. Lalu ditemuinya Devano yang sedang tertidur sambil memeluk gitarnya.
Niat nya, Denada ingin merapihkan tempat tidur Devano agar ia lebih nyaman, namun matanya menangkap tulisan yang ada dibuku catatan Devano.
Ayu
Denada sempat berfikir sebentar, siapa kah Ayu? Kenapa ia menulis Ayu?
Denada meraih buku itu, lalu sebuah foto jatuh.
"Loh, ini kan Naura?" tanya Denada. Ia membalik foto itu, dan tercantum suatu tulisan. Ayu<3
Seketika Denada teringat. Dulu Devano sempat memberi tahu nama panjang Naura, Adyla Rafa Naura Ayu. Dan ternyata, Ayu yang dimaksud Devano adalah Naura.
Denada tersenyum. Ia lihat lirik demi lirik. Yap, Devano membuat lagu untuk Naura. Denada merasakan, di tiap liriknya tercantum doa. Di tiap liriknya, tertera kerinduan. Di tiap liriknya, dibuat dengan sepenuh hati.
Karena semua yang dari hati, akan sampai ke hati juga.
Kurang lebih 11 menit Denada memandangi foto Naura dan lirik yang ditulis Devano secara bergantian. Karena merasa terganggu, Devano membuka matanya sambil mengumpulkan nyawa nya.
Ia melihat Denada yang sedang memandangi buku catatannya yang berisi lirik lagu ciptaannya. "Kak, lo ngapain?"
Denada tersentak kaget, lalu menoleh kearah Devano. "Oh, lo udah bangun, turun sana." ucap Denada. "Btw, ini lagu buat Naura, ya?"
Devano menilat lirik yang diperlihatkan oleh Denada. Senyumnya mengembang. "Yes."
Denada juga ikut tersenyum. "Gue bangga sama lo, dek,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kamu
Random[15nov'19-24okt'20] Kamu, yang aku mau. Kamu, yang aku cinta. Kamu, yang akan aku jaga, selamanya.
