Delapan Perbedaan Antara Tarawih dan Tahajjud
Tue 30 May 2017
Pertanyaan :
Assalamu'alaikum.Mohon izin untuk meminta penjelasan yang lengkap terkait dengan ritual ibadah bukan Ramadhan, khususnya tentang tarawih.
1. Terus terang saya masih agak rancu membedakan antara shalat tarawih dengan shalat malam, qiyamullail dan tahajjud. Apakah semuanya adalah shalat yang sama tetapi dengan penyebutan yang berbeda.
2. Apa saja perbedaan antara shalat tarawih dengan shalat tahajjud? Apakah shalat tarawih itu sebuah nama untuk shalat tahajjud yang dilakukan pada bulan Ramadhan? Ataukah tarawih itu shalat khusus di luar shalat tahajjud.
Mohon penjelasan dan terima kasih sebelum dan sesudahnya, hanya Allah yang akan membalas kebaikan Pak Ustad.
Wassalamu'alaikum Wr Wb
Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Benar sekali bahwa antara istilah tarawih, tahajjud dan qiyamullail ini seringkali bikin kita pusing. Sebab banyak sekali yang memahaminya dengan rancu dan terbolak-balik. Oleh karena itu mari coba kita bahas pelan-pelan, semoga menjadi terurai dan jelas masing-masing maknanya.
A. Pengertian Qiyamullail
Kita mulai dari pengertian qiyamullail dulu, karena ruang lingkupnya paling luas. Para ulama mengatakan bahwa qiyamullail sebagaimana maknanya secara bahasa : bangun malam, maksudnya adalah semua jenis shalat yang dikerjakan malam hari, khususnya setelah shalat Isya' hingga shalat shubuh.
Sehingga baik shalat tarawih atau pun shalat tahajjud, keduanya termasuk ke dalam qiyamullail. Namun tentu saja antara tarawih dan tahajjud punya banyak sekali perbedaan.
B. Perbedaan Antara Shalat Tarawih dan Tahajjud
Meski sama-sama tercakup dalam agenda qiyamullail, namun umumnya para ulama membedakan antara shalat tarawih dengan tahajjud. Setidaknya ada delapan perbedaan yang bisa kita catat dalam kesempatan ini. Di antara perbedaan-perbedaan itu antara lain :
1. Perbedaan Pertama : Masa Pensyariatan Tarawih
Tarawih belum disyariatkan ketika Rasulullah SAW masih di Mekkah, maka selama di masa Mekkah tidak dikenal shalat tarawih, karena baru nanti ketika di Madinah setelah hijrah Rasulullah SAW melaksanakannya.
Berbeda dengan shalat tahajjud yang disyariatkan sejak awal mula masa kenabian. Ada yang mengatakan bahwa wahyu kedua yang turun sudah memerintahkan bangun malam dalam arti shalat tahajjud. Intinya, shalat tahajjud sudah dikenal dan disyariatkan sejak masih di masa Mekkah.
Hingga akhir masa kehidupan Nabi SAW, beliau masih terus melakukan shalat tahajjud. Sedangkan shalat tarawih, dengan alasan takut diwajibkan, beliau SAW dan para shahabat tidak lagi melakukannya hingga wafat.
Dari sisi pensyariatannya saja, tarawih dan tahajjud memang sudah berbeda. Maka jangan sampai rancu dalam memahami keduanya.
2. Perbedaan Kedua : Tarawih Nabi SAW Hanya Tiga Kali
Sebagaimana disinggung di atas, kalau kita telurusi hadits-hadits yang shahih, ternyata shalat tarawih di masa Nabi SAW dilakukan hanya tiga kali saja. Shalat itu dilakukan secara berjamaah dan dilakukan di dalam masjid nabawi.
Semakin hari semakin ramai para shahabat yang mengikutinya, hingga kemudian beliau SAW menghentikannya. Sehingga para shahabat pun otomatis juga meninggalkannya. Alasannya karena beliau khawatir bila tarawih diwajibkan dan akan memberatkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ملخص الفقه الإسلامي {٢} - كتاب أحكام الصلاة ✓
Espiritualبِسْــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم الحمدلله وكفى، وسلام على عباده الذين اصطفى. وبعد... Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah SWT. Salawat dan salam kepada nabi Muhammad Saw. Fiqih sangat penting bagi kehidupan umat Islam. Karena...
