Happy reading guys😉
________________________________
Ken membantu Vani untuk duduk kembali, lalu memeluknya dengan perasaan yang amat sangat bahagia. Akan ada Ken junior di dalam perut Vani. Gadis itu juga tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, bagaimanapun juga bayi yang ada di dalam perutnya ini adalah darah dagingnya. Dan laki-laki yang sedang memeluknya adalah ayah dari calon bayinya.
Tante Rita tersentuh melihat interaksi keduanya. Ia bisa melihat begitu besar cinta yang Ken miliki untuk Vani. "Usia kandungannya dua minggu. Biasanya di trimester awal seperti ini Vani akan ngalamin yang namanya mual dan muntah saat pagi hari, atau sering disebut juga morning sickness."
"Tapi, Tan. Vani enggak ngerasain mual, muntah sama sekali."
"Mungkin belum, Tante akan tetep kasih obat untuk pereda mual, bisa diminum kalau emang ngerasain mual." Vani mengangguk mengerti, semoga saja ia tidak mengalami mual dan muntah. "Harus konsumsi makanan yang bergizi, makannya jangan sekaligus. Sedikit-sedikit, tapi sering sama banyakin minun air putih. Oh ya, satu lagi, jangan sampe stress karena bisa membahayakan janinnya."
"Kalo aktivitas kaya masak masih boleh, Tan?" tanya Vani.
"Boleh, asal jangan kecapekan."
Ken hanya diam mendengarkan penjelasan tantenya tentang kehamilan. Walaupun bukan Ken yang mengalami, setidaknya ia harus tahu apa yang boleh dilakukan dan yang dilarang. Ia juga harus menjadi suami yang tanggap nantinya.
"Jangan lakuin yang berat-berat dulu," bisik Ken.
Vani memicingkan matanya, menolak saran yang diberikan Ken.
"Dan Ken, cepet nikahin Vani. Enggak bagus kalo kelamaan," tegur Tante Rita.
"Iya, Tan."
Ken dan Vani pamit untuk pulang, saat mereka keluar dari ruangan Tante Rita. Ken menghentikan langkah. Ia memegang kedua jemari tangan Vani lalu diciumnya perlahan.
Vani terdiam, seperti ada jutaan kupu-kupu berterbangan di dalam perutnya. Keningnya mengernyit. "Ngapain, Ken?"
Ken tersenyum, ia menggandeng Vani untuk kembali berjalan ke parkiran mobil. Gadis itu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkahnya.
¤♥¤
Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Fokus Ken terbagi dua, kadang ke jalan, kadang juga melirik orang yang berada di sampingnya.
"Nyetir yang bener, kamu bawa tiga orang di mobil ini," ketus Vani. Ia tahu sejak tadi Ken tidak fokus berkendara.
"Hah, tiga orang? Perasaan cuma ada kita berdua," balas Ken mengernyitkan dahi.
Vani memutar bola matanya. Tak sengaja pandangannya menangkap pedagang pinggir jalan yang menjual sate di tempat yang rindang. "Ken berhenti!"
Teriakan Vani membuat Ken yang mendengar langsung menekan pedal rem secara mendadak. Untung saja jalanan saat ini tidak terlalu ramai. Sontak saja Ken bertanya dengan nada keras, "Van, kenapa?"
Vani menunjuk ke arah pedagang jalanan. "Pengen sate," cicitnya pelan. Ia takut melihat wajah Ken yang mengeras, sepertinya Ken marah. Vani juga tidak tahu mengapa ia menginginkan sate, apa mungkin ia ngidam?
Ken mengusap kasar wajahnya, ia benar-benar terkejut mendengar Vani berteriak seperti tadi sampai tak sadar ia mengeraskan suaranya. Ia pikir terjadi hal yang buruk padanya.
"Maaf, aku kaget." Ken menghela napas panjang.
"Maaf," ucap Vani pelan, bahkan seperti sebuah bisikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dosen Is My Husband (TAMAT)
Romancepublish ulang yah, happy reading sygkuuuu [FOLLOW DULU YA SEBELUM MEMBACA] Jangan lupa Vote and Comment⭐ __________ Hidup seorang gadis cantik bernama Angelia Stevani Jackson, berubah drastis setelah petemuannya dengan seorang laki-laki bernama Ken...
