Vani terbangun karena tubuhnya menggigil, matanya setengah terpejam. Ia mencoba menarik selimut yang melorot di pinggangnya, tetapi gerakannya tiba-tiba terhenti. Ada sesuatu yang hangat di belakang lehernya, seperti embusan napas manusia. Ia bergidik ngeri.
Jangan-jangan ... itu setan, batinnya.
Semenit kemudian ia tersentak, matanya terbuka sangat lebar. Kilasan kejadian semalam terlintas di pikirannya. Ya tuhan ia melakukan kesalahan yang sama, dengan orang yang sama untuk kedua kalinya
Kepalanya menoleh ke belakang untuk memastikan bahwa dugaannya tidak salah. Benar saja, Ken sedang tertidur pulas di belakangnya tanpa berpakaian. Lalu mata itu melihat ke arah tubuhnya. Iia juga sama seperti Ken, tidak berpakaian sama sekali.
Vani bergegas memunguti pakaiannya secara hati-hati agar tidak menimbulkan suara dan membuat Ken terbangun. Ia mengembuskan napas lega setelah berhasil keluar dari kamar dengan semua barangnya. Melangkahkan kaki meninggalkan villa itu, mening-galkan Ken sendirian. Mungkin malam ini akan menjadi malam penyesalan dalam hidupnya.
Vani berlari di sepanjang jalan dengan langit yang masih gelap. Dirinya melihat jam di ponsel, ternyata sekarang baru pukul 4 pagi. Napasnya memburu akibat berlari, jadi ia memelankan langkahnya dan duduk di salah satu bangku pinggir jalan. Untunglah kini ia sudah jauh dari villa. Matanya mendongak menatap langit dengan taburan bintang, berusaha menghalau sesuatu yang mendesak ingin keluar sejak tadi.
"Ya Tuhan, seperti inikah jalan hidupku? Aku telah mengecewakan kedua orang tuaku dan Vano," gumam Vani sedih sembari menitikan air mata. Ia merasa dirinya telah kotor.
Sebuah mobil berhenti tepat di depannya. Vani terkesiap, bersiap-siap lari, tetapi tertahan karena cekalan di tangan.
"Tolong, jangan ganggu aku lagi!" Vani terisak dengan kepala tertunduk.
"Hey, sssttt. Tenanglah. Aku tidak akan melukaimu," ujar seseorang tersebut
Vani terdiam, ia mendengar jelas suara orang itu tidak seperti suara Ken. Kepalanya mendongak dalam sepersekian detik, mereka berdua bertatapan. Ia tertegun, orang itu adalah laki-laki di masa lalunya. Laki-laki yang telah meninggalkannya tanpa memberi kabar. Laki-laki yang membuatnya merasakan sakit yang amat dalam.
Tangisnya semakin kencang, tubuhnya bergetar, kilasan masa lalu berputar di kepalanya. Ia yang mendatangi rumah laki-laki itu, tetapi yang ia dapatkan hanya kekosongan. Rumah itu telah kosong dan laki-laki yang dicintainya telah pergi meninggalkannya. Ia yang berusaha menelepon berkali-kali, menelepon orang tuanya, bahkan teman dekatnya. Namun, semuanya nihil. Ia tidak dapat menemukan tanda-tanda keberadaan laki-laki itu. Laki-laki yang sampai sekarang masih mengisi relung hatinya. Cinta pertamanya. Walaupun mereka berdua tidak berpacaran, tetapi mereka saling menjaga satu sama lain. Dan kini laki-laki itu ada di depannya, di depan matanya, dia Alvaro.
Terkejut, itulah yang dirasakan Alvaro. Jelas saja, ia tidak menyangka akan bertemu dengan gadis yang begitu disayanginya, gadis yang ia tinggalkan tanpa sepengetahuannya. Gadis yang menjadi penyemangatnya selama ini, Stevani. Ia menarik Vani ke dalam pelukan yang begitu erat. Sesekali ia mencium puncak kepala Vani. Rasanya sudah lama sekali ia tidak mencium aroma sampo Vani. Ia sangat rindu sekali.
"Maafkan aku, Angel," ucap Al berbisik.
Tangis Vani semakin keras mendengar bisikan Al. Ia memukul dada bidang Al. Hampir 2 tahun mereka tidak bertemu dan tidak berkomunikasi. Ia sangat marah.
"Kenapa kamu ninggalin aku, Al?" tanya Vani terisak dengan pukulan yang semakin mengendur.
"Aku minta maaf, An. Aku minta maaf." Berulang kali Al menucapkan kata maaf, ia sangat bersalah karena tidak memberi tahu Vani apa yang sebenarnya terjadi pada ia dan keluarganya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dosen Is My Husband (TAMAT)
Romancepublish ulang yah, happy reading sygkuuuu [FOLLOW DULU YA SEBELUM MEMBACA] Jangan lupa Vote and Comment⭐ __________ Hidup seorang gadis cantik bernama Angelia Stevani Jackson, berubah drastis setelah petemuannya dengan seorang laki-laki bernama Ken...
