Chapter 34

122K 3.8K 127
                                        

Jangan lupa pencet bintang ya⭐
Difollow
✅ instagram author : @ayukhdryh_
____________________________________

Suara langkah kaki Ken menggema di ruangan yang sepi. Semua orang sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Sebelum memasuki ruangannya, Ken meminta sekretarisnya untuk mengumpulkan para pegawai di aula. Ia harus menyampaikam berita gembira ini.

"Ken?" panggil seseorang ketika Ken memegang gagang pintu ruangannya. Laki-laki itu berbalik, melihat seseorang yang selama ini ia abaikan keberadaannya. Ia mengajak papanya masuk ke dalam, agar lebih nyaman berbicara empat mata.

Ken menyandarkan tubuh pada kursi kebesaran. Ia juga meminta papanya untuk duduk di kursi yang telah disediakan. Tidak ada yang berbicara, masing-masing hanya diam. Sampai akhirnya Ken membuka obrolan. "Pa?"

Sudah lama sekali panggilan itu tidak terdengar di telinga Liam, ini kali pertama setelah bertahun-tahun lamanya. Bahagia, itulah perasaan yang dirasakannya saat ini. Melihat putranya telah menemukan dambaan hati lalu hubungan antara dirinya dan anaknya sudah membaik. Itu sudah lebih dari cukup untuknya.

"Papa senang mendengarnya."

"Ken minta maaf untuk semuanya," ucap Ken menatap wajah papanya dengan tatapan menyesal.

"Papa sudah memaafkan kamu, Nak."

Ken bangkit dan mendekap laki-laki hebat yang menjadi pahlawan dalam hidupnya. Ken sangat menyesal, mengapa tidak dari dulu ia mendengarkan penjelasan orang tuanya. Selama ini ia hanya membuang-buang waktu saja.

"Maafin Ken, Pa. Ken belum bisa jadi anak yang berbakti untuk Papa."

"Kamu sudah melakukan yang terbaik, Nak."

Ken menarik diri, mengajak papanya ke aula. Sepanjang jalan menuju aula ia gunakan untuk bercerita jika orang tua Vani sudah menerima lamarannya dan nanti malam mereka sekeluarga harus datang melamar Vani secara resmi.

Suasana di aula yang tadinya ramai seketika senyap saat pimpinan mereka datang memasuki ruangan. Ken berdiri di podium menatap semua pegawainya. "Selamat siang semuanya. Langsung saja, saya mengumpulkan kalian semua di sini karena saya ingin memberitahukan berita yang membahagiakan bagi saya dan sekeluarga. Bahwasannya 3 hari lagi saya akan melangsungkan pernikahan. Karena acaranya mendadak saya tidak bisa membagikan satu per satu undangan. Jadi sekalian saja saya mengundang seluruh pegawai agar bersedia hadir di hari bahagia saya."

Bisik-bisik kian terdengar dari setiap penjuru. Banyak dari pegawai yang penasaran siapa wanita yang beruntung bisa mendapatkan hati direktur mereka. Sebagian pegawai wanita yang selama ini mengejar-ngejar atasannya harus gigit jari. Mereka telah kalah sebelum berperang.

"Terima kasih atas perhatiannya, itu saja yang ingin saya sampaikan." Ken mengakhiri pemberitahuannya lalu melenggang pergi meninggalkan Aula bersama dengan Liam.

¤♥¤

Langit kian menggelap, kegaduhan terjadi di sebuah kamar yang didominasi warna pink. Seorang gadis tengah mengobrak-abrik isi lemarinya sejak satu jam yang lalu, ia belum menemukan pakaian yang cocok untuk ia kenakan malam ini.

"Ya ampun, ini kamar apa kandang macan," sindir Vano yang baru saja memasuki kamar kakaknya. Pasalnya baju-baju berserakan di atas ranjang.

Vani mendengkus, "Bantu pilihin kek."

"Yaelah, kaya mau ketemu siapa aja." Vano memegang sebuah dress berwarna biru yang langsung disambar oleh Vani. "Ini bagus!"

Vano menggelengkan kepalanya, ia melangkah mendekati balkon, menghela napas perlahan. Siang tadi Vano mengetahui jika papanya telah menyetujui hubungan Vani dan pria brengsek itu. Tak tanggung-tanggung tiga hari ke depan mereka akan melangsungkan pernikahan. Vano tak habis pikir, mana mungkin bisa menyiapkan pernikahan dengan waktu tiga hari.

Dosen Is My Husband (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang