Selamat membaca lagi yaps
_________________________________
Vani masih bergelung di bawah selimut ketika mentari sudah menyapa. Hari ini akhir pekan, otomatis ia libur kuliah. Vani di rumah hanya bersama Vano juga beberapa asisten rumah tangga. Mama dan papanya sedang pergi keluar negeri karena urusan bisnis.
Terdengar bunyi pintu yang digedor keras. Siapa lagi kalau bukan kembaran Vani. Gadis itu lantas menutupi telinganya seraya berteriak, "Apa sih? Berisik!"
"Buka napa woi!" Vano kembali menggedor pintu lebih keras.
Vani berjalan gontai membuka pintu dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya. "Apa?"
Vano melihat penampilan kakaknya. Celana pendek, baju kaus tipis dan rambut yang acak-acakan persis seperti singa.
"Anak gadis jam segini baru bangun. Mentang-mentang week-end, ngebo mulu lo," ucap Vano sebelum memasuki kamar kem-barannya.
"Mau apa sih, Vano?"
"Gue mau hangout sama temen, lo mau ikut enggak?"
"Males ah gue sama temen-temen lo," ucap Vani seraya naik ke kasur
"Eh, Onta. Temen gue temen lo juga kali!" seru Vano sambil menyentil kening Vani.
"Ashh, sakit tau!" Vani mengusap keningnya.
Bisa-bisa benjol nanti.
"Mau ikut enggak?"
"Ogah ah. Sana pergi, gue masih ngantuk."
"Gimana mau punya pacar kalau kerjaan lo tidur mulu."
"Bodo ah, sana keluar!" Vani mendorong adiknya keluar dari kamar, lalu menutup pintu dengan keras.
¤♥¤
Ken yang sedang duduk di ruang kerjanya, termenung sembari memegang ponsel. Ia gelisah ingin menghubungi Vani atau tidak. Gadis itu benar-benar mengganggu pikirannya.
Gue chat aja deh, pikir Ken.
Ia pun mengetik sesuatu di sana, lalu mengirimkannya ke nomor Vani. Beberapa menit menunggu, tetapi tidak ada balasan dari gadis itu sehingga membuatnya mempertanyakan ke mana Vani. Pada akhirnya, Ken memutuskan untuk meneleponnya saja.
Sementara itu, di kediaman keluarga Jackson, Vani sedang tertidur lelap. Ia benar-benar mengantuk akibat semalam begadang menonton drama Korea, dini hari ia baru tidur. Dan sekarang, tidurnya terganggu karena suara ponsel yang berbunyi nyaring. Vani lupa tidak menyalakan mode senyap pada ponsel.
"Halo?" kata Vani dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Kamu bisa ke sini sekarang?"
Vani mengerutkan kening, lantas melihat layar ponsel.
Nomor baru, batin Vani.
"Lo siapa?"
"Saya Kenzie."
Vani terdiam beberapa detik, matanya melotot kaget. Hanya ada satu orang yang bernama Kenzie. Siapa lagi kalau bukan Om-om yang menabrak Vani kemarin, juga dosen pengganti Pak Billy. Untuk menormalkan keterkejutannya, Vani berdehem.
"Halo?"
"O-oh, ya halo," balas Vani gugup.
"Kamu bisa ke sini sekarang?"
"Ke mana?" tanya Vani mengernyitkan dahi.
"Nanti saya kirim alamatnya."
"Ehh sebentar, mau ngapain saya ke sana, Om?" tanya Vani panik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dosen Is My Husband (TAMAT)
Romancepublish ulang yah, happy reading sygkuuuu [FOLLOW DULU YA SEBELUM MEMBACA] Jangan lupa Vote and Comment⭐ __________ Hidup seorang gadis cantik bernama Angelia Stevani Jackson, berubah drastis setelah petemuannya dengan seorang laki-laki bernama Ken...
