Chapter 25

152K 3.6K 38
                                        

Happy reading guys😉

________________________________

Ken menghentikan mobil di halaman rumahnya. Ia melirik Vani yang terlihat bingung. "Ayo keluar, kita ketemu keluargaku."

Mata Vani melotot, sejak awal Ken tidak bicara akan membawanya ke sana. Pria itu selalu seenaknya saja membawanya tanpa memberi tahu tujuan yang jelas.

"Kenapa enggak bilang sebelumnya?" tanya Vani lirih.

"Kalau aku bilang, pasti kamu nolak."

Benar yang dikatakan Ken, ia pasti akan menolak. Lalu ia harus apa sekarang selain menurut walaupun ia tidak siap?

"Tenang aja, Mama pasti suka sama kamu," ucap Ken meyakinkan Vani.

Vani mengangguk, sementara itu Ken menggenggam tangannya sambil melangkah masuk ke dalam mansion. Jantungnya berdebar-debar. Bagaimana jika mamanya Ken tidak menyukainya atau menatapnya rendah karena tahu ia telah hamil di luar nikah? Mata vani memandang sekeliling, ia tidak melihat siapa pun saat masuk. Mansion orang tua Ken pun terlihat sepi.

"Maaa!" panggil ken dengan suara keras. "Mamaaaa, Ken pulang bawa calon mantu."

Vani memukul lengan Ken, mulut lelaki itu asal saja saat berbicara. Belum lagi ia juga berteriak di dalam rumah seperti anak kecil, padahal umurnya sudah dewasa.

"Duh, kenapa dipukul?" tanya Ken pura-pura merasa sakit.

"Jangan teriak, ini bukan di hutan," dengkus Vani.

"Kamu sama persis kaya Mama," ucap Ken mencolek hidung Vani.

"Ken!" geam Vani.

"Iya, Sayang." Ken tertawa lebar, senang sekali rasanya mengganggu Vani.

"Kayanya Mama enggak ada di rumah, mending kita pulang aja."

Ketika mereka membalikkan badan, sontak keduanya terkejut. Mamanya Ken sudah berdiri menatap ke arah mereka dengan raut penasaran.

"Anak siapa yang kamu bawa ini?" tanya Mama menarik lengan Ken sedikit menjauh.

Ken memutar bola matanya jengah, "Calon mantu Mama, puas?"

Wajah Mama berbinar, seperti menang lotere saja. Mama menoleh ke arah gadis yang Ken bawa. Sangat cantik, wanita itu bahkan mengakui kalau putranya pintar memilih pasangan. Seulas senyuman kini muncul di wajah Mama.

"Namanya siapa?" tanya Mama menuntun lengan Vani menyuruhnya untuk duduk.

"Stevani, Tante."

"Cantik sekali namanya, kaya orangnya," balas Mama dengan senyum cerah.

"Kamu beneran mau sama anak Tante?"

Vani tersenyum kikuk, tidak tahu harus menjawab apa.

"Ma apaan sih?!" seru Ken protes.

"Diem kamu, takutnya kamu bawa paksa anak orang."

"Ya, enggaklah, Ma," ucap Ken sambil melihat Vani. Kemudian, gumaman pelan lolos dari bibir si pria. "Udah gol juga."

"Apa kamu bilang?!" tanya Mama melotot. Ken menatap Vani sebentar, lalu melihat mamanya. Pria itu diam tak menjawab. "Bilang apa barusan?"

"Ken mau nikahin Vani, Ma."

"Bukan, bukan yang itu." Mama menggeleng menolak jawaban Ken.

Ken mengembuskan napas pelan, mamanya harus tau semuanya. "Vani hamil, Ma."

Napas Vani tercekat di tenggorokan, ia tidak tahu bagaimana reaksi mamanya Ken karena ia menundukan kepalanya, takut jika Mama Ken menolak keberadaannya dan juga calon bayinya. Vani merasakan tubuhnya dipeluk seseorang, ia mendongak dan tatapannya bertubrukan dengan Ken yang tengah tersenyum manis kepadanya. Ia sadar jika yang memeluknya saat ini adalah mamanya Ken.

Dosen Is My Husband (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang