Revisi sambil berjalan
Setelah bel tanda pulang berbunyi Seylla buru-buru keluar dari dalam kelasnya.
"Eh Seylla tungguin kita napa" teriak Bunga lalu langsung menyusul Seylla di ikuti oleh Citra di belakangnya.
"Sorry gue buru-buru" sahut Seylla.
"Buru-buru sih boleh,tapi harus hati-hati juga Seyl" ucap Citra.
"Iya-iya. Cepetan napa jalannya".
"Cie yang hawatir banget sama Musa" ucap Bunga menggoda.
"Ishh. Buruan. Nanti gue tinggalin loh" ucap Seylla.
Mereka pun buru-buru keluar dari sekolah dan langsung menuju ke halte di depan sekolahan mereka.
Namun sebuah notifikasi masuk di handphone nya Seylla. Lalu iya melihatnya ternyata dari Ilham.
"Seyl Musa di rumah. Buruan kesini" isi pesan dari Ilham.
Seylla pun memberitau kedua temannya dan langsung mengganti arah tujuan mereka.
* * * * *
Musa sedang bersandar di atas kasurnya saat teman-teman nya datang menengok dirinya.
"Gimana ke adaan lo ?" tanya Egi memulai pembicaraan.
"Ya... Beginilah bisa kalian liat sendiri" jawab Musa.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi sama lo ?" tanya Egi to the point.
"Entahlah gue juga bingung, yang gue ingat saat itu ada sebuah mobil yang nyerempet gue lalu setelah itu gue hilang keseimbangan dan menghantam sebuah pohon" jelas Musa.
"Hemm. Makanya lo jangan galau mulu, jadi begini kan" ucap Ineu menggoda.
"Yeee. Emang nya gue Egi apa yang galau mulu gak punya pacar" ucap Musa melirik ke arah Egi.
"Naha beut aing deui" protes Egi tak terima namanya di seret.
"Chahaha" Musa tertawa kecil "Oh ya ji. Coba lo periksa aja kamera yang ada di helm gue, untuk mencari tau kebenarannya" lanjutnya.
"Ok,dimana helm nya ?" tanya Aji.
"Noh di samping lemari" tunjuk Musa.
Lalu Aji mengambil helm tersebut dan mengambil sebuah kamera yang berada di atas helm.
Tap tap tap
Sebuah suara langkah kaki dengan cepat naik ke atas lalu berhenti tepat di depan pintu kamar Musa yang sedang terbuka, lalu mereka menoleh ke arah pintu dan terlihatlah jelas siapa yang baru saja datang.
Seylla,Bunga dan Citra langsung mengarahkan pandangan mereka ke arah Musa yang masih memakai perban di beberapa bagian tubuhnya.
"Euheum,ada bu bos nih. Kita turun aja yuk ke bawah, ngopai" ucap Egi menggoda lalu di angguki yang lain.
"Seyl kita juga tunggu di bawah aja, kalian berdua ngobrol aja dulu. Yuk cit" ucap Bunga sambil menarik tangan Citra lalu pergi ke lantai bawah.
Tanpa di perintah yang lainnya juga ikut pergi dan menunggu di lantai bawah.
Kini tinggal mereka berdua di sana, Seylla kemudian duduk di sebuah kursi di samping tempat tidur.
"Kamu gak apa-apa ?" tanya Seylla lembut.
"Ya... Gini lah".
"Maafkan aku" ucap Seylla.
"Kenapa... ?".
![ZERO ✅ [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/214680187-64-k358984.jpg)