Terpaksa itulah kata yang pas untuk menggambarkan kondisi Musa saat ini. Dengan sangat kesal iya harus mengantarkan seorang pengganggu bernama Moza alexsandra, apalagi dari tadi iya terus mencoba memeluk pinggang Musa dan membuat Musa semakin dongkol.
Dengan cepat iya segera menghentikan laju motornya karna iya rasa pengganggu ini berusaha untuk memperlambat nya sampai ke rumah.
"Loh kok berhenti ?" tanya Moza sedikit heran. Heran ? Iya lah heran mereka berhenti di saat-saat seorang Moza tengah berusaha memeluk pinggang pemuda tersebut.
"Turun" intruksi Musa, namun lebih tepatnya memerintah dengan paksa akibat terlalu dongkol dengan gadis yang di boncengnya.
"Turun gue bilang" kini Musa membentaknya selelah Moza tidak juga turun dari atas motornya.
"Ish apaan sih ? Gak mau gue gak mau turun titik" keukeuh Moza lalu kembali berusaha mengalungkan kedua tangannya di pinggang Musa. Usaha terus semoga sukses buat Moza.
"Turun gue bilang" bentak Musa lalu menggenggam tangan Moza dengan kasar. Siapa juga coba yang gak dongkol, mungkin bagi sebagian orang akan merasa nyaman dan senang bila di peluk oleh cewek bak bidadari seperti Moza, namun beda dengan Musa iya sangat tidak senang bila ada cewek lain yang memeluk tubuhnya.
"Tangan lo mau gue patahin heuh ?" lanjut Musa sambil menguatkan cengkraman tangannya. Kasar mungkin memang kasar, namun bagi seorang Musa tidak masalah menjadi kasar kepada siapapun yang iya kehendaki.
"Aw. Sakit Sa, kasar amet sama gue. Salah apa coba gue ama lo ? Teganya lo nyakitin gue kaya gini" ujar Moza yang merasakan kesakitan di kedua tangannya. Wajar kan siapa juga yang gak merasa sakit tangannya di cengkram kuat-kuat oleh orang lain.
"Lo mau turun atau lo mau bilang sekarang juga di mana rumah lo. Gue kagak bodoh bego, dari tadi lo hanya ngajak gue muter-muter tanpa lo bilang yang jelas di mana letak rumah lo. Atau... Lo mau gue turunin disini heuh ?" ancaman Musa sudah sangat jelas menandakan bahwa iya sangat membenci keadaannya saat ini.
"Iya-iya maaf. Perum aksajaya no 102" lirih Moza, dari pada di turunin disini mending iya kasih tau secepatnya "Kenapa sih lo gitu amet ama gue Sa, kurang apa coba gue. Cantik ? Iya, bodi ? Ok punya, baik ? Sangat baik gue, kurang apa lagi coba Sa ?" lanjut Moza yang tengah memuji dirinya sendiri.
"Gue kagak minat ama lo. Gue udah punya belahan hati gue sendiri. Dan gue harap lo jangan ngejar-ngejar gue. Obsesi lo terhadap gue sangat tinggi dan itu akan membuat hidup lo menderita" balas Musa dengan sangat jelas. Jelas bukan Musa emang orang yang setia, walaupun berandal iya tidak pernah suka untuk membagi cintanya "Sekarang gue anterin lo pulang dan jangan pernah coba peluk-peluk gue. Paham".
"Ya" sahut gadis tersebut dengan lirih. Dengan cepat Musa melajukan motornya ke alamat yang di sebutkan Moza tadi. Tanpa ada kata-kata di antara keduanya. Musa memang sudah menutup hatinya untuk orang lain, apalagi setelah adanya Seylla yang amat sangat iya cintai dan menjadikan Musa cenderung dingin terhadap siapa-siapa cewek yang akan mendekatinya.
_____
Musa langsung membantingkan tubuhnya di atas kasur, sehabis mengantarkan parasit kehabitat aslinya iya langsung pulang ke rumah. Tadinya iya mau menyusul teman-temannya ke markas namun sayang Moza membuat mood nya sangat buruk, alhasil ya disini lah iya sekarang di atas kasur di kamarnya sendiri.
Jam baru menunjukan pukul 11.30 malam saat iya di sampai di kamar, tadinya iya mau langsung tidur karna iya rasa tubuhnya sudah sangat lelah sekali.
Drttt
Sebuah notifikasi masuk dan mengurungkan niatannya untuk tidur, itu chat dari Seylla pacarnya. Tumben-tumbenan jam segini iya belum tidur. Mungkin Seylla hawatir sama pacarnya soalnya Musa tadi meminta idzin untuk melakukan aktivitas pembersihan malam ini. Ya... Seylla sudah tau dan mengerti arti dari kata 'pembersihan' yang di maksud. Awalnya iya keberatan namun Musa berhasil meyakinkan Seylla niat baiknya itu, ya walaupun selalu hawatir akan kondisinya namun Seylla selalu berdoa supaya pacarnya selalu ada di dalam lindungan yang maha kuasa. Aminnn.
MylovelySeylla:Sayang udah pulang belum ? 😊.
Udah. Nih baru sampe. Kok belum tidur sih jam segini ?.
MylovelySeylla:gak bisa tidur yang, mikirin kamu terus. Kamu gpp kan ? Gak kegores sedikpun ? Gak bonyok kan ? Mukanya masih utuh kan ? He 😁😀.
Satu-satu sayang,aku susah nih jawabnya. Intinya aku gpp dan kegantenganku gak ancur. He.
MylovelySeylla:ya ampun. Awas kalau bohong, besok jemput aku, aku pingin liat wajah kamu bonyok apa engga. Kalau ampe lecet sedikit aja aku gak bakalan idzinin kamu pembersihan lagi 😈😃😉.
Ya elah, main anceman mulu kebiasaan. Aku gpp dan aku pastiin besok wajahku tambah ganteng dan tambah cakep yang. He he he.
MylovelySeylla: 😱 pede gila, awas kalau boong. Ya udah sana gih istirahat dulu. Pasti cape.
Iya sayang, good night and have a nice dream Seylla. I love you.
MylovelySeylla:iya night and have a nice dream too Musa. I love you too.
Pesan terakhir dari Seylla menjadi penyemangat dan pengobat rasa lelah dan penat yang mendera Musa. Lelah emang iya sangat merasakannya apalagi dengan adanya pengganggu kecil yang selalu mengganggunya setiap saat. Moza emang cantik, cantik nih cuma cantik, namun bagi Musa iya tidak merasa tertarik dengan seorang cewek bernama Moza sedikitpun. Selang beberapa saat pemuda tersebut sudah berangkat menuju alam mimpinya alias tidur pulas.
.
Tbc geng...
Maaf gak nyambung...
Maaf juga kalau gak seru...
Comen and vote ya...
Di tunggu...
![ZERO ✅ [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/214680187-64-k358984.jpg)