06.00 seperti biasa tuan putri di antar pangeran ke sekolahannya, tentunya dengan perasaan bahagia karna mereka berpacaran masih hangat-hangat nya. Iya masih masih baru.
"Hati-hati sayang jangan ngebut-ngebut" ucap Seylla lalu di angguki oleh Musa yang segera meng gaspolll sekuat tenaga motornya.
Setelah Musa pergi iya langsung berjalan melewati pintu gerbang sekolah untuk segera masuk ke dalam kelas namun baru beberapa melangkah tiba-tiba telinga Seylla terfokus ke sebuah suara mobil yang mengerem di dekatnya dengan keras.
Seylla memandang ke arah suara tersebut dan terpampang lah sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti tepat di dekatnya.
Iya tidak menaruh curiga apapun bahkan sama sekali tidak memperdulikan mobil tersebut lalu segera melangkahkan kakinya kembali.
Namun baru selangkah berjalan tiba-tiba sebuah tangan membekap mulutnya dari belakang dan langsung berupaya menyeretnya.
"Touwong. Tolong" Seylla mencoba berteriak sambil terus meronta-ronta.
"Dieum. Kalau engga gue bunuh lo disini" ancam orang tersebut sambil terus berupaya menyeret tubuh Seylla masuk ke dalam mobil.
"Euhhh. Euhhh" lenguh Seylla sambil terus mencoba melawan.
Suasana saat itu memang cukup sepi karna masih terlalu pagi.
"Euhhh. Euhhh" Seylla berusaha berontak. Mau panggil pak Jojo sang penjaga sekolah pun gak bisa,karna Seylla tadi melihat pos nya kosong melompong dan lagi dalam keadaan di bekap mana bisa iya berteriak kencang.
"Tolongggg" teriak Seylla.
"Dieummm" bentak orang tersebut sambil terus menyeretnya dengan paksa.
Bukk
Tiba-tiba tubuh Seylla sedikit terlempar bersamaan dengan tubuh orang tadi yang terjatuh.
Seylla berusaha memfokuskan kembali matanya dan melihat ke arah seseorang yang memakai jubah berwarna hitam tengah tersungkur di dekatnya.
Seylla sangat ketakutan dan berusaha menjauh. Matanya menatap kosong ke arah orang itu lalu seketika Seylla mulai mengeluarkan air matanya cukup deras.
"Bangun looo anjing" teriak sesorang yang suaranya sangat di kenali oleh Seylla.
"Musa..." ucap Seylla lirih sambil menatap ke arah pacarnya.
Sosok misterius itu kemudian berdiri,lalu keluarlah dua orang lagi dari dalam mobil hitam tersebut dalam kondisi yang sama,memakai jubah berwarna hitam.
"Cuih. Dasar keparat" cibir Musa "Bagus... Sekalian saja gue habisi kalian bertiga".
Tanpa bersuara mereka langsung mengeluarkan sebuah pisau dari balik jubah mereka.
Tanpa di komando mereka langsung menyerang Musa dan berusaha menyabetkan pisau mereka ketubuhnya.
Walaupun melawan tiga orang,Musa lumayan cekatan dan berhasil menghindari setiap serangan mereka.
Srrttt
Sebuah sabetan melukai tangan Musa di saat iya lengah dan membuat tangannya sedikit mengeluarkan darah.
"Anjing" umpat Musa lalu mencoba melawan balik.
"Tolong... Tolong..." Seylla kembali berteriak setelah beberapa saat mengumpulkan cukup tenaganya.
"Woeyyy" teriak segerombolan orang dari kejauhan dan membuat ketiga orang misterius tersebut panik dan langsung segera pergi menggunakan mobil hitam mereka.
"Woeyy jangan kabur lo" teriak Musa lalu mencoba mengejar mereka,namun sebuah tangan langsung menghentikan niatannya.
"Sudahhh. Jangan di kejar" ucap Seylla lirih sambil mencoba menahan.
Musa hanya bisa menurut saja namun hatinya masih dalam keadaan sangat emosi berat.
"Kalian kagak ngapa-ngapa kan ?" tanya Bunga dan Ilham hampir berbarengan. Dan mereka melihat sudah ada yang lainnya Bunga,Citra,Ilham dan beberapa anak S.I.C yang kebetulan sekolah disini juga.
"Gak" jawab Musa yang masih sedikit emosi.
"umUntung kita denger suara teriakannya Seylla. Jadi dengan cepat kita buru-buru kesini" ucap Bunga sambil mengusap-ngusap punggungnya Seylla.
"Iya... Terima kasih untuk semuanya" ucap Seylla lirih.
"No problem my friend" sahut Bunga dan Citra.
"Om. Tangan lo..." Ilham menunjuk ke arah tangannya Musa yang tengah mengeluarkan sedikit darah.
"Duduk dulu" intruksi sMSeylla yang langsung di turuti oleh Musa.
Dengan sigap Seylla mengeluarkan kotak p3k miliknya dan langsung mengobati luka di tangannya Musa dengan lembut dan penuh perhatian.
Yang lain merasa iri setelah melihat kemesraan mereka berdua... Ya walaupun dalam konteks yang berbeda.
"Ouh. So sweat" lenguh Bunga sedikit iri "Jadi pengen".
"Pengen ? Sini gue obatin..." sahut Ilham sambil mencoba memegang tangannya Bunga.
"Apaan sihhh" protes Bunga sambil menepis tangannya Ilham.
"Loh... Katanya pingin di so sweatin. Sini gue yang lakuinnya sama lo" bales Ilham sambil menaik turunkan kedua alisnya.
"Lebaiii lo Ham" cibir Bunga.
"Udahhh sana pergi. Cari tempat yang sepi sonoh buat nyelesaiin masalah rumah tangga lo berdua. Dari tadi berisik mulu perasaan" ucap Rama entah menyarankan atau mengusir.
"Sip. Terima kasih untuk idenya" sahut Ilham lalu segera menarik tangan Bunga dan membawanya entah kemana. Bunga sedikit menolak namun apadaya tangan Ilham lebih kuat,alhasil iya hanya bisa nurut saja.
"Sakit sayang ?" tanya Seylla yang langsung di angguki oleh Musa.
"Makasih udah nolong aku lagi".
"No problem. Itu kan udah kewajiban aku sebagai calon imam kamu" sahut Musa sambil menaik turunkan kedua alisnya.
"Euheum. Duh serasa jadi nyamuk" timrung Citra.
"Ya udah... Kita duluan ya om" sambung Rama lalu segera pergi bersama yang lainnya termasuk Citra.
"Tumben kamu balik lagi. Ada apa ?".
"Euh. Engak. Cuma ada yang kelupaan aja" jawab Musa.
"Apaan...?" tanya Seylla penasaran.
"Nihh mau ngasih ini untuk istriku tercinta" ucap Musa lalu menyodorkan sepasang gelang berinisial A dan M di setiap gelangnya.
"Kamu pake satu. Aku pake satu. Ini sebagai tanda bahwa kita udah berstatus pacaran" sambung Musa.
"Ouh... o sweat. Makasih sayang" balas Seylla yang langsung memakaikan sebuah gelang ke tangannya Musa begitupun sebaliknya.
Aku gak akan membiarkan seorang pun melukai dirimu__bhatin Musa.
Tbc...tbc guys...
Ada yang masih pantengin ceritaku enggak...?
Kalau ada vote and komen ya guys...
![ZERO ✅ [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/214680187-64-k358984.jpg)