Seperti biasa Musa and the geng tengah ngopi-ngopi ganteng di markas mereka. Namun kini mereka tengah berada di luar sambil gonjreng-gonjreng mainin gitar.
Ku coba ungkap tabir ini
Kisah antara kau dan aku
Baru dua bait bernyanyi tiba-tiba sesuatu mengagetkan mereka semua.
Bugh
Sebuah batu bata mendarat di depan mereka dan masuk ke dalam sebuah tong sampah plastik yang berada di dekat mereka semua.
"Ayam ayam" teriak Cecep latah.
"Astaga naga. Kaget woyyy" teriak Ineu terkejut "Untung kagak kena muka gue. Bisa luntur nih kegantengan gue kalo ampe kena".
"Lebaiiii looo" cibir Aji.
"Anjirrrr untung gak masuk ke gelas nihhh batu bata, bisa ambyar nih kopi" ucap Egi ngasal.
"Woey anjing" teriak seseorang dari jauh. Lalu seketika itu Musa dan yang lain melihat ke arahnya dan mendapati sekumpulan orang tengah berjalan mendekat.
"Anjing itu anak-anak SMPN20. Mo ngapain mereka kesini" ucap Firda yang mengenali salah satu dari mereka. Lalu dengan cepat Musa turun di ikuti oleh anak-anak S.I.C yang lainnya.
"Ngapelin looo kali Fir" sahut Musa ngasal.
"Anjirrr. Mo ngapel masa bawa samurai segala" balas Firda belagak pilon.
"Jelas-jelas mo ngajak tawuran. Masih aja nanya" teriak Musa kesal.
"Bego di piara. Kambing di piara mah biar beranak macam lo" sambung Egi.
"Anjing lo Gi".
Lalu mereka segera bersiap di susul oleh anak-anak yang lainnya.
"Ngapain looo... Mo cari mati" teriak Musa tegas.
"Temen lo udah gebukin temen gue,ampe kegantengannya hilang" teriaknya sambil menunjuk ke arah temannya yang bonyok.
"Hahaha. Ganteng dari hongkong,ancur kaya gitu di bilang ganteng" cibir Egi.
"Jadi pingin muntah gue dengernya. Ueee" cibir Ineu sambil mempragakan ekspresi muntahnya.
"Hahaha" yang lain pun ikut tertawa melihat kekoplakan mereka.
"Woey. Kalau mau ngelawak jangan disini. Sakit nih perut gue pingin ketawa terus" sambung Firda sambil mengagruk-garuk perutnya.
"Anjing... Lo pikir gue lagi ngelucu apa... Minta maaf sekarang juga,kalau engga...".
"Kalau engga kenapa ? Lo ngancem kita heuh" teriak Musa yang mulai serius.
"Gue obrak abrik tempat ini" lanjutnya mengancam.
Mereka hanya terdiam sambil memandang tajam ke arah lawan di depannya yang kira-kira berjumlah 25 orang tersebut.
"Time its... Party" teriak Musa memberi komando.
"Wraaaahhh" teriak yang lain lalu segera memulai serangan begitupun lawan mereka yang mulai membalas serang.
Mereka menyerang dengan berbekal senjata di tangan yang sudah siap sedia sebelumnya di markas untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini terjadi.
Mereka saling mengayunkan senjata mereka masing-masing di iringi oleh hujan batu bata yang jatuh di sekitar mereka.
Musa maju melawan pemimpin mereka yang bernama Aldo, Aldo membawa sebilah samurai sementara Musa hanya membawa sebuah tongkat besi.
Preng
Suara dari senjata mereka yang mulai beradu satu sama lainnya mulai terdengar berulang-ulang di seantero tempat tersebut.
![ZERO ✅ [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/214680187-64-k358984.jpg)