52.pembalasan

326 26 1
                                        

Malam hari di warung bu Mel, suasana sangat mencekam dan keadaan sedikit tidak nyaman.

Seperti yang sudah di sebarkan di grup, malam ini mereka akan melakukan penyerangan terhadap markas nya Charles dan anak buah nya, semua sudah siap siaga menggunakan jaket kebesaran mereka.

Senjata sudah siap, kotak p3k dan mobil sudah ready dan semua anggota S.I.C sudah siap siaga termasuk Aji yang baru saja pulih, iya begitu antusias untuk membalaskan dendam nya tempo hari.

"Semua ready ?" teriak Musa semangat.

"Ready" sahut semua kompak.

"Sebelum nya gue mau ngucapin makasih buat kalian yang udah sangat setia dab berjasa bantuin gue. Di pertempuran kali ini gue minta semua nya saling jaga dan saling bahu membahu. Jika kalian sudah merasa gak kuat lagi kalian langsung keluar, gue udah siapin beberapa mobil dan perlengkapan nya" Musa menghela napas nya panjang "Dan lagi gue udah nyuruh beberapa orang kepercayaan bokap gue buat stay dan pantau kita, mana kali kita kalah mereka bisa langsung membantu kita".

"Sebelum kita berangkat, alangkah baik nya kita berdoa dulu buat keselamatan dan keberhasilan perang ini. Berdoa mulai".

Mereka langsung menundukan kepala mereka sejenak dan segera memanjatkan doa-doa untuk keselamatan mereka.

"Berdoa selesai".

"Yeahh" Egi mulai bertepuk tangan sambil menyemangati semua nya dan langsung di sahuti oleh yang lain nya lebih semangat.

"Lets go geng. Time is party" intruksi Musa.

"Yeaahhhh".

Semua bersemangat dan langsung menaiki kendaraan mereka dengan beberapa orang ada yang menjadi penumpaang, Musa berada di barisan paling depan dan memimpin semua teman-teman nya seperti biasa.

_____

Kini mereka tepat berada di depan sebuah rumah yang tidak terlalu besar namun di jaga ketat oleh beberapa puluh orang di luar.

Musa segera menggebrak-gebrak pintu gerbang tersebut di bantu oleh yang lain nya.

Brakk

Gerbang tersebut terbuka dengan paksa dan hampir roboh, dengan satu komando mereka langsung menyerang puluhan penjaga yang tengah berjaga.

"Habisi mereka" teriak Musa sambil terus menghajar beberapa orang di dekat nya.

"Masuk dan menyebar".

Seperti tadi pintu rumah pun langsung di dobrak paksa tanpa permisi, buat apa permisi dulu, ini kan lagi penyerangan bukan nya lagi bertamu. Wkwk.

"Woey" teriak beberapa orang yang langsung menghadang mereka.

"Bantai" hanya kata-kata kejam itulah yang selalu keluar dari mulut nya Musa.

Semua langsung bergerak dan baku hantam dengan mereka semua, tanpa ampun Musa melayangkan samurai ke arah mereka. Jika Musa tengah marah iya lebih suka membawa samurai di banding tongkat besi.

Musa pun segera masuk lebih dalam lagi bersama yang lain, sementara sisanya menghadang anak buah Charles yang masih ada di luar.

"Charles anjing. Keluar lo" teriak Musa emosi.

"Wah wah wah. Lo hebat juga bocah" itu suara nya Charles yang berada si lantai dua rumah nya.

"Turun lo anjing" pekik Musa yang emosi nya sudah di ubun-ubun.

"Cih. Serang mereka" intruksi Charles, lalu berpuluh-puluh orang keluar dari beberapa ruangan dan langsung menyerang.

"Ha ha ha. Kalian akan mati disini" sombong Charles.

Musa pun segera menghajar dan melawan mereka semua, kini tubuh nya pun mulai mengalami beberapa luka, iya terus menghajar sambil berjalan ke arah nya Charles.

"Charles anjing" pekik Musa saat tiba di hadapan nya.

Charles langsung menyerang, seketika itu suara senjata yang beradu santer terdengar ke seluruh ruangan.

Bukk

Charles berhasil menendang tubuh nya Musa sampai tersungkur, iya pun mulai menyeringai puas.

"Liat kesekeliling lo, anak buah lo hampir terkapar semua nya".

Musa pun mengedarkan mata nya dan di lihat nya memang hampir semua teman nya terkapar namun masih ada bantuan lain yang akan datang.

"Cih. Jangan senang dulu" balas Musa santai, lalu puluhan orang kepercayaan bokap nya datang dan langsung membantu.

"Anjing lo" pekik Charles sedikit terkejut.

Musa pun segera bangkit dan langsung menyerang balik.

Bukk

Sebuah pukulan mendarat di tubuh nya Charles, mereka pun kembali bertarung cukup sengit dan tak mau kalah satu sama lain nya. Entah seberapa banyak pukulan yang mereka layangkan, namun mereka sama-sama masih kuat berdiri.

Srkkk

Samurai yang di ayunkan Musa berhasil melukai tangan nya yang memegang senjata, dengan cepat Musa menerjang dan berhasil membuat nya roboh.

Tanpa ampun, Musa lalu menindih tubuh nya dan melayangkan puluhan pukulan ke arah nya.

Darah mulai membasahi kepalan tangan nya Musa, itu darah nya Charles yang sudah terkapar lemas tak berdaya dengan seluruh wajah nya di penuhi darah nya sendiri.

"Mati lo anjing" Musa mencoba menusukan samurai nya ke arah jantung nya Charles, namun dengan cepat sebuah tangan menahan nya.

"Jangan gila lo Om" itu suara nya Aji yang tengah menahan tangan nya.

Musa pun menyudahi aksi nya lalu di edarkan mata nya keseluruh ruangan dan sudah mendapati semua anak buah Charles terkapar dengan beberapa yang sudah di ikat.

Iya pun lekas turun sambil menyeret tubuh nya Charles lalu iya kumpulkan bersama anak buah nya.

"Om sudah telpon polisi, sebentar lagi mereka akan datang" itu Joni orang kepercayaan bokap nya Musa.

"Terima kasih Om" balas Musa.

"Kalian lebih baik pergi dan bawa teman-teman kalian yang terluka. Di sini biar Om dan anak buah Om yang tangani sambil menunggu polisi datang" tutur Joni, Musa pun mengangguk paham.

"Terima kasih om sekali lagi" ucap Musa yang terus berterima kasih. S.I.C pun lekas pergi untuk membawa teman-teman mereka yang terluka ke rumah sakit.

Beberapa saat kemudian polisi datang dan mengamankan tempat kejadian perkara, Joni segera bertemu Aldy pimpinan mereka lalu menyerahkan semua bukti kejahatan nya Charles yang sudah Joni kumpulkan tadi ke pihak kepolisian.

Sekali lagi Musa dan S.I.C sudah membantu pihak kepolisian mengusut tuntas kejahatan Charles yang ternyata pengedar uang palsu serta obat-obatan terlarang.

.

.

Tbc kuy...

Maaf gak nyambung guys...

Maaf juga kalau gak seru...

Lagi ngerjar part nih guys...

Maafin ya...

ZERO ✅ [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang