5.arseylla putri morenas

1.1K 94 5
                                        

Cukup lama perjalanan yang mereka lakukan sampai akhirnya mereka tiba di suatu tempat yang entah dimana dan apa namanya.

Suatu tempat yang jauh dari permukiman penduduk namun terlihat sangat terjaga kebersihan serta ke-asriannya.

"turun" ucap musa mengintruksi.

"sampe...?" tanya seylla yang sejak berangkat bersandar di punggung musa sambil berpegangan pada kedua belah jaketnya.

"udah. tapi mereum dulu" jawab musa lalu mengintruksi lagi.

"kenapa harus merem...?" tanya seylla penasaran.

"udah nurut aja dulu. ntrr juga tau" jawab musa sambil membimbing tangan seylla berjalan ke suatu tempat.

"buka matanya" intruksi musa lalu seylla langsung membuka matanya dan segera mengedarkan matanya ke sekeliling.

"indahhhh sekali" puji seylla tatkala iya melihat pemandangan di sekitarnya, begitu takjub nya gadis itu sampai tak bisa berkata-kata lagi.

Sebuah hamparan bunga berwarna-warni menghiasi setiap sudut matanya.

"woey.biasa aja kali" ucap musa yang langsung membuyarkan ketakjuban seylla.

"euhh...iya" sahut seylla tersadar "ini...ini dimana ?".

"di pinggiran kota. suka...?".

"bangett. dari mana lo tau tempat ini...?" tanya seylla penasaran.

"ada deh. yang pasti bukan dari mbah google" jawab musa ngawur.

"isshhh.loo nih,serius juga".

"canda neng...kagak sengaja nemu pas lagi jogging" ucap musa.

"benerann...?apa nama tempat ini...?" tanya seylla yang semakin takjub melihat hamparan kebun bunga yang luas terpampang di hadapannya saat ini.

"nama...euhhh akan gue beri nama arseylla putri morenas" jawab musa yang membuat seylla semakin terpana.

"kok tau nama lengkap gue sih dia...?" bhatin seylla bertanya.

"tentu saja tau, noh tertulis dengan jelas di baju lo" ucap musa menunjuk ke arah badge nama yang tertera di bajunya dengan ujung dagu.

Yang membuat seylla semakin bertanya-tanya dan terkesima.

"lohh kok...bisa tau isi pikiran gue sih...?" tanya seylla sambil mengerutkan dahinya.

"nebak".

"ishhh seriusss".

"gue juga serius tau.udah ayok kita kesana.ngapain ngebatu mulu disini" ucap musa kemudian berjalan sambil menarik tangan seylla dengan lembut.

Tanpa menolak seylla membalas genggaman tangannya musa dengan erat,seakan-akan tak mau melepaskan genggamannya lagi.

Mereka menghabiskan waktu untuk mengelilingi hamparan bunga tersebut.

Tanpa sadar rasa sedih dan muram yang tadi tersirat dari wajah seylla kini berangsur-angsur berubah menjadi tawa riang gembira.

Sampai gadis itu lupa bahwa yang sedang bersamanya ini sekarang adalah seorang musa, seorang murid SMP yang di kenal oleh semua teman sekolahnya akan kekejamannya.

Ucapan orang² yang menyebut seorang musa yang kejam tak kenal ampun kini sirna dari benak gadis tersebut.

Oh tuhan...aku harap ini bukan mimpi belaka__bhatin seylla.

"bukan. ini nyata dan gue akan terus menjaganya buat lo..." ucap musa yang seakan mengetahui isi pikiran seylla.

"euhh..." lenguh seylla yang terus menatap ke arah musa dengan posisi tangannya yang masih di genggaman musa.

Musa melepaskan tangannya dari seylla dan langsung rebahan di padang bunga tersebut.

Bugh

Tubuh musa terbentur sedikit keras menghantam tanah namun tak membuatnya kesakitan.

Kini musa sudah terbaring di atas tanah dan menatap ke arah matahari yang mulai tenggelam.

"makasih yaa..." ucap seylla sambil rebahan di samping musa.

"untukk...?" tanya musa yang kini tengah menatap ke arah seylla dengan intens.

"untuk semuanya".

"hhm".

Kini seylla menatap terus ke arah musa dan melihatnya secara seksama.

Seakan terpesona mata seylla tak berkedip di saat menatap langsung matanya musa yang menurutnya sangat indah.

"jangan di liat, nanti sayang".

Sebuah perkataan musa menghentikan tatapannya seylla.

"isshh.nyebelinnn" ucap seylla lalu sedikit memukul dadanya musa.

"aduhhh. sakit".

"euhh. maaf maaf, sakit yaa?" tanya seylla panik.

"eumm...engga sih" jawab musa yang langsung berdiri dan lari meninggalkan seylla.

"isshhhh. musa izmail nazari cowo nyebelin" teriak seylla yang sangat gregetan.

"tapi suka kan" sahut musa dari kejauhan.

"ikhh awas ya. kalau ketangkep gue jitak pala lo" balas seylla lalu langsung berlari mengejar musa.

"tangkep aja kalo bisa.uee" ledek musa sambil menarik sebelah kantung matanya ke bawah.

Seylla pun segera berlari untuk mengejar musa yang menurutnya nyebelin namun bisa membuatnya tersenyum.

Mereka berlari-larian kesana kemari saling kejar satu sama lainnya, tanpa mereka sadari waktu mulai beranjak sore dan beberapa bagian kebun sudah mulai menggelap akibat dari sang surya yang mulai menyebunyikan sinarnya.

"pulang yukkk. dah sore" ajak musa lalu di angguki oleh seylla.

"aduh...capeee nihhh" ucap seylla sambil mengipas-ngipaskan tangannya.

"ehhh mo ngapain...?" tanya seylla yang kaget setelah melihat musa berjongkok membelakanginya.

"gendong lo".

"tatapi".

"katanya cape.sini gue gendong biar lo kagak cape" ucap musa "mau nggak" lanjutnya.

Seylla hanya mengangguk tak bersuara dan langsung naik ke atas gendongan musa.

"duhh.berat juga ya nih cewe" keluh musa.

"berat...turunin gue kalo gitu" ucap seylla yang merasa kasihan kepada musa.

"kagak usah.udah nikmatin aja gendongannya".

"isshh loo ini" balas seylla lalu sedikit memukul pundak bagian kanan musa.

Pemuda itu menggendong seylla menuju ke arah motor mereka.

"hangat.nyaman.semoga saat² seperti ini gak pernah berakhir" gumam seylla.

"kagak akan berakhir kok.gue akan selalu ada buat lo.selamanya" ucap musa yang mendengar gumaman seylla tadi.

Tanpa berucap seylla terus mendekap pemuda tersebut dengan erat semakin erat dan merasakan kehangatan yang akan selalu iya rindukan sampai kapan pun.

Tbc...

Vote vote vote

ZERO ✅ [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang