Malam pun tiba, Musa beserta nyokap nya sudah siap-siap dan segera pergi menggunakan mobil bunda nya. Musa yang berada di balik kemudi sementara nyokap nya senyam-senyum sendiri dan merasa tidak sabar ingin ketemu putri tercinta nya.
"Bun. Adik nya Musa pasti mirip sama bunda" pembicaraan pun di mulai.
"Iya sayang, bunda gak sabar ingin memeluk princes bunda" sahut Arin senang.
"Musa ikutan ya bun pelukan nya" balas Musa sambil terkekeh.
"Iya, nanti kita pelukan berempat sama ayah dan adik kamu".
"Kaya teletubis aja bun" kekeh Musa. Arin pun tersenyum.
Perjalan pun berlanjut, mereka kini memasuki sebuah perumahan elit dan tiba di sebuah rumah berwarna putih.
"Bun bener ini rumah nya ?" tanya Musa heran.
"Bener kok sayang. Kenapa emang nya ?" heran Arin.
"Inikan... Rumah gadis itu" gumam Musa dalam hati nya.
"Gpp" jawab Musa singkat.
Mereka pun segera masuk ke dalam halaman rumah dan sedikit mengedarkan mata mereka, kini mereka sudah berdiri di depan pintu dan langsung menekan bel.
Ting nong
"Assalamualaikum".
"Waalaikum salam" sahut seorang pria dengan suara berat nya.
Pintu pun terbuka setelah seorang pria yang seumuran bunda nya membuka pintu. Pria tersebut sedikit terdiam dengan mata nya yang berkaca-kaca.
"Jangan-jangan ini...".
"Iya. Dia Musa anak kamu" sahut Arin sumringah.
Pria tersebut langsung memeluk tubuh nya Musa dengan erat. Musa tahu bahwa ini adalah ayah nya yang di maksud, lekas iya membalas pelukan nya.
"Jagoan ayah sudah besar" ujar nya lalu melepas kan pelukan nya.
"Ayah" lirih Musa dengan mata nya yang mai berkaca-kaca.
"Maafin ayah, dulu ayah mencari kalian namun tidak pernah menemukan kalian dimana pun. Ayah sudah menyerah mencari namun ayah selalu berdoa buat kamu dan bunda kamu dan sekarang ayah menemukan kalian berdua. Syukur alhamdulillah akhir nya semua doa-doa ayah terkabul" lirih Alex lalu memeluk anak nya kembali.
"Yah. Sudah, bunda pingin ketemu princes bunda. Dimana dia ?" timpal Arin lalu mengedarkan kedua mata nya.
"Masuk dulu bun, nak. Nanti ayah panggilkan anak kita".
Merek pun masuk dan langsung duduk di sebuah sofa di tengah rumah, sambil sedikit berbincang dan tak lupa juga menyuruh simbok memanggil anak gadis nya.
_____
Di sebuah kamar terdapat seorang gadis tengah berdandan, iya mendengar kabar bahwa seseorang yang spesial bakalan datang ke rumah malam ini.
Iya berpikir mungkin orang tersebut adalah dia seorang pemuda yang iya cintai, sebab apa ? Sebab iya pernah menceritakan seseorang yang menarik hati nya ke ayah nya itu.
Tok tok tok
"Non di panggil tuan besar ke ruang tengah" itu suara simbok nya.
"Iya mbok" sahut Moza dari dalam kamar.
Iya pun segera keluar dari dalam kamar lalu lekas turun. Di ruang tengah iya sudah menjumpai seorang wanita yang seumuran ayah nya dan seorang pemuda.
"Ayah" panggil Moza, mereka bertiga pun menoleh.
"Elo" tunjuk Moza bersamaan dengan pemuda tersebut.
"Jadi lo tamu spesial nya" girang Moza. Dia berpikir bahwa ayah nya sengaja mengundang Musa dan nyokap nya makan malam disini.
"Princes" Arin lalu memeluk tubuh Moza dengan erat, dan Moza hanya terdiam.
"Omg, gue di peluk nyokap nya Musa, camer gue. Mimpi apa gue semalam" ucap Moza dalam hati.
Arin pun menyudahi pelukan nya. Mereka pun lekas duduk bersama-sama, Kini Moza tengah senyam-senyum manja ke arah nya Musa. Dan lo tau kan Musa, dia hanya membalas dengan senyum miris nya.
"Sayang ini...".
"Moza udah tau yah, ini pasti nyokap nya Musa. Ayah pasti mau jodohin kita kan dan ayah ngundang mereka karna mau nentuin tanggal perjodohan kita kan yah. Bener kan yah ? Moza udah tau kok yah, makasih ayah udah penuhin keinginan nya Moza. Moza sangat seneng dan terharu akhir nya Moza bisa menikah dengan orang yang Moza cintai" ceroscos Moza yang memotong kalimat nya Alex.
Alex dan Arin hanya menatap nya bingung, sementara Musa hanya tersenyum miris ke arah gadis tersebut sambil berdecak kesal di dalam hati.
"Maksud ayah, mereka ini...".
"Iya yah tau, mau nya kapan nikah nya ? Moza siap kok yah, sekarang, besok atau minggu depan. Moza siap kok yah" Moza kembali memotong kalimat Ayah nya.
"Dengerin ayah dulu sayang, sebenarnya mereka ini adalah...".
"Siapa yah ? Itu kan calon suami nya Moza dan ini calon mertua nya Moza kan ?".
"Woey dengerin dulu napa, orang tua mau ngomong main potong-potong aja" kesal Musa.
"Sayang jangan kasar-kasar amat dong sama akunya, aku kan calon istri kamu. Benar kan apa yang aku bilang dulu, kamu itu bakal jadi milik aku" Moza menaik turun kan kedua alis nya ke arah Musa.
"Serah lo".
Arin hanya terdiam, Alex lalu menarik napas nya dalam-dalam "Mereka bunda dan abang kamu sayang".
Moza sedikit terdiam lalu mulai tertawa "Ha ha. Ayah ini becanda mulu sih, jelas-jelas ayah mau jodohin kita kan ?" tanya Moza, Alex pun memajang wajah serius nya.
"Itu bunda kamu, dan itu kakak kamu yang pernah ayah ceritain dulu, yang terpisah sama kita 15 tahun lalu" jelas Alex "Dan pemuda yang kamu sayang itu adalah Musa kakak kandung kamu sendiri".
"I i ini boong kan yah ?" Moza menggoyang-goyang kan tubuh ayah nya, mata nya mulai berkaca-kaca.
"Ayah serius".
"I ini tidak mungkin" lirih Moza sambil mengusap air mata nya yang mulai mengalir.
"Sayang, ini bunda. Bunda kangen sama kamu" Arin mencoba memeluk kembali anak nya, namun Moza segera menepis tangan nya Arin.
"Moza benci sama ayah" gadis tersebut langsung berlari ke atas menuju ke kamar nya. Sambil menangis iya terus berlari tanpa menghiraukan panggilan dari ayah nya.
Sedih ? Kecewa ? Marah ? Tak percaya ? Pasti gadis itu tengah rasakan saat ini. Namun apalah daya, takdir nya sudah begini ya begini adanya.
"Maaf kan anak gadis kita bun, mungkin dia syok" ujar Alex lalu di angguki oleh istri nya.
"Kalau gitu biar ayah liat dulu ke kamar nya".
"Gpp yah, biar Musa aja yang bicara sama Moza. Ayah sama bunda ngobrol aja dulu, sekalian mengenang masa-masa romantis kalian dulu" goda Musa lalu lekas menaiki anak tangga untuk menyul adik nya.
Sementara Alex dan Arin hanya tersenyum setelah mendengar ucapan anak sulung nya itu.
.
.
.
Tbc kuy...
Yah kasihan ya moza, tapi ini sudah jalan nya mau gimana lagi coba...
Jika masih penasaran, tungguin aja guys kelanjutan nya...
Terima kasih guys...
![ZERO ✅ [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/214680187-64-k358984.jpg)