"Gokil men... Adek lo kayak bidadari banget" itu suara fals nya Egi yang tak tanggung-tanggung buat kuping orang budeg.
Selepas istirahat mereka kembali ke warung bu Mel untuk sekededar menyeruput kopi dan menghisap sebatang rokok.
"Sejak kapan lo tau dia adek lo Om ?" tanya Rizki penasaran.
"Beberapa hari yang lalu" jawab Musa seadanya.
"Cakep bang" sambung Irwan.
"Sejak kapan lo panggil si Om abang ?" heran Musa dan yang lain nya.
"Sejak gue tau si Moza adek nya" jawab Irwan sambil terkekeh.
"Najis wan gue punya ipar kayak lo. Entar yang ada adek gue sawan gara-gara deket lo" ejek Musa sambil terkekeh.
"Tega lo bang ama ipar lo yang unyu ini" melas Irwan.
"Najis njing, muka lo jijik bangsul" cibir Egi kesal. Yang lain pun malah tertawa bahagia.
"Kalau buat gue lo restuin kagak ?" itu Ineu yang ikut ngelantur.
"Neu, gue bilang Adel baru nyaho lo" ancam Aji, Ineu pun langsung mundur dan terdiam.
"Buat gue aja" Doni ikut antusias.
"Buat gue aja Om" sambung Jani ikut-ikutan.
"Gak pantes buat kalian, pantes nya buat gue yang cetar membahana" lebai Firda sambil menaik turun kan alis mata nya.
"Brisik anjing. Gue gak akan biarin adek gue di deketin sama curut macam kalian. Kalau lo masih berani deketin adek gue, gue umpanin kalian ke kandang buaya" ancam Musa dengan serius, yang lain pun langsung berkeringat dingin mendengar ancaman Musa.
Bugh
Seseorang terjatuh di dekat mereka dan membuat yang lain menatap nya heran. Siapa ? Kenapa ? Apa yang terjadi ? Semua penasaran dan lalu lekas mendekati nya.
"Lo... " Egi menunjuk ke arah nya.
"Lo bukan nya Charles kan ? Alumni SMPIC dua tahun lalu ?" tanya Egi sambil menunjuk ke arah orang di depan mereka yang terlihat babak belur.
"Maksud lo Charles temen nya si Baron penguasa sekolah ini dulu ?" tanya Irwan, Egi pun mengangguk.
"Ya. Tolongin gue" pinta nya.
"Kenapa dengan lo ?" Tanya Egi penasaran.
"Gue... ".
"Woey Charles" teriak beberapa orang yang sampai di dekat mereka. Itu beberapa orang yang terlihat seperti preman dengab wajah dan tato sangar mereka.
"Mau lari kemana lo ? Buruan balikin duit bos kita" nada tinggi langsung keluar dari preman berkepala plontos.
"Buruan bayar hutang lo anjing" sambung yang satu nya.
"Eitts sabar-sabar, abang-abang ini sebenar nya siapa ?" Egi langsung menahan mereka berlima.
"Minggir kita gak ada urusan sama kalian, yang gue mau cuma dia" tunjuk si kepala plontos ke arah Charles.
"Coba ceritain dulu duduk perkara nya seperti apa ?" ujar Musa yang langsung menengahi mereka.
"Dia ini minjem duit sama bos gue 10 juta dan janji mau balikin minggu lalu tapi sampai sekarang dia gak bayar-bayar" jelas si kepala plontos.
"Bohong itu, gue gak pernah pinjem duit sama bos lo, gue bahkan gak tau bos lo siapa" bela Charles.
"Alesan lo anjing, jelas-jelas di sini tertera atas nama lo dan fotocopy ktp lo juga ada disini" yang sedikit cungkring menunjukan beberapa berkas berisi bukti pinjaman.
"Gue gak minjem, sumpah" bela nya lagi.
"Anjing lo, buruan bayar" para preman itu mencoba menarik paksa namun segera Musa tahan.
"Sabar... " tahan Musa.
"Itu semua salah Silvi, cewek sialan itu yang udah minjem sama bos lo pake ktp gue" bela Charles.
"Silvi siapa ? Gue kagak kenal ama yang nama nya Silvi" kepala plontos menaikan nada bicara nya.
"Halah alesan aja lo" kesal si cungkring. Semua nya pun sudah siap-siap mana tau mereka mulai menyerang.
"Sumpah. Kasih waktu buat gue, gue janji akan segera lunasin duit bos lo" janji Charles, para preman itu mulai berbisik-bisik.
"Ok. Gue kasih waktu lo seminggu, kalau dalam jangka waktu itu lo belum lunasin duit bos gue. Lo abis" ancam kepala plontos dengan gahar.
"Cabut" mereka langsung pergi dan akan kembali jikalau Charles ingkar janji nya. Para preman pun cepat berlalu dan pergi.
Aji mengambil kan minum lalu menyerahkan nya ke Charles dan langsung iya teguk sekaligus sampai habis. Charles mulai bercerita semua masalah nya, semua orang menjadi iba akan cerita nya.
"Gi anterin gih si Charles ke tempat pacar nya" titah Musa lalu di angguki Egi. Dengan cepat mereka berdua pergi menuju ke tempat pacar nya Charles yang bernama Silvi.
* * * * *
Seylla berjalan ke arah gray fotocopy an karna guru nya menyuruh iya memfotocofy sebuah soal ulangan. Iya berjalan sendiri karna kedua sahabat nya malas ikut, ya akhir nya kini deh iya sendirian.
Tugas nya sudah selesai dan kini iya tinggal beberapa langkah lagi masuk ke area sekolahan, dengan sangat malas nya iya berjalan sambil menghela napas nya beberapa kali.
Tiba-tiba seseorang menarik nya paksa lalu mendorong nya sampai ke tembok dekat sekolah.
Tangan nya di tekukan kebelakang sambil terus di tekan orang itu.
"Arghh. Siapa lo ? Tolong lepasin, sakit" lirih Seylla sambil terus meminta. Pingin rasa nya iya berteriak dan memanggil nama pacar nya, tapi apa mau di kata kejadian tersebut di luar jangkauan pacar nya.
"Lo akan mati" bisik orang itu yang ternyata adalah seorang cowok.
"Arghh. Maksud lo apa ? Lepasin, tangan gue sakit" melas Seylla namun orang tersebut semakin kuat dan lebih kejam lagi.
Air mata nya mulai mengalir, iya tak kuat menahan sakit yang teramat sangat akibat tangan nya yang terus cowok itu tekuk kebelakang. Sakit ? Sedih ? Kaget ? Pasti Seylla rasakan saat itu, sambil terus berdoa supaya di beri perlindungan dan pertolongan datang.
"Gue akan balas semua nya, gue akan mulai dari lo" ancam cowok tersebut yang membuat Seylla semakin ketakutan.
"Maksud lo a apa ?" heran Seylla.
"Maksud gue...".
"Woey. Ngapain kalian disana ?" itu suara nya pak Jojo satpam sekolah.
"Tolong..." Seylla berteriak sekuat tenaga.
Pak Jojo langsung berlari mendekat bersamaan dengan orang tersebut yang langsung kabur. Beruntung satpam itu memergoki aksi nya dan Seylla pun akhir nya bisa selamat.
Entah perasaan apa yang saat itu Seylla rasakan, namun ingin sekali iya memeluk dan menangis di pelukan pacar nya, namun sayang saat itu masih jam sekolah, alhasil pacar nya pun tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan tidak tau sama sekali tentang kejadian tersebut.
.
.
Tbc geng...
Maaf gak jelas...
Maaf juga kalau gak nyambung...
Kayak hati kita gak pernah nyambung. Wkwk
![ZERO ✅ [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/214680187-64-k358984.jpg)