16.30 mereka baru saja sampai di depan rumahnya seylla, cukup senang hari ini karna musa sedikit merubah penampilannya yaa walaupun sempat bikin heboh satu sekolahan.
"masuk dulu sayang" seylla mengajak pacarnya tersrbut.
"boleh.kalau kamu memaksa" sahut musa sambil cengengesan.
Seylla hanya tersenyum kemudian berjalan menuju rumahnya dan di ikuti oleh musa di belakangnya.
"bentar aku ambilin minum dulu" ucap seylla.lalu musa segera duduk di tempat biasa.
Dengan sedikit bergaya bak raja musa duduk sambil mengangkat kedua kakinya lalu iya letakan di atas meja di depan kursi.
Sejenak iya berpikir tentang kejadian tadi malem dimana beberapa temannya di hajar habis-habisan oleh orang tidak di kenal.
Rahang musa mulai mengeras, tangannya mulai di kepalkan kuat² seakan-akan sudah sangat gatal pingin ngehajar orang yang sudah berbuat jahat kepada teman²nya.
"di minum dulu sayang" seylla menyodorkan segelas jus orange yang membuat musa sedikit terkejut.
"euh.iya.makasih sayang" musa lalu menyeruput jus tersebut.
"kenapa...?" tanya seylla sambil menatap musa dengan intens.
"apaanya...?".
"mau cerita sendiri atau harus aku paksa kamu buat cerita" seylla sedikit mengancam sambil menatap tajam ke arah mata pacarnya.
Musa menghela napasnya lalu segera membuangnya perlahan, kali ini iya tidak bisa berbohong kepada pacarnya.
Musa mencoba mengatur irama napasnya kembali namun seylla masih saja menatap nya dengan tajam.
"huh.ok ok.aku cerita.jangan liatin akunya kaya gitu dong.ngeri jadinya" lalu seylla bertingkah seperti biasanya.
"euh.eum.sebenarnya...".
"apaan sayang...?" tanya seylla penasaran.
"entah aku harus mulai dari mana.namun saat ini aku sedang menghadapi sebuah masalah" jelas musa.
"masalah apaan...?coba cerita. mungkin aku bisa bantu".
"eum.entah cuma perasaanku saja atau apalah.namun yang pasti perasaanku mengatakan sebenyar lagi aku akan menghadapi sebuah bahaya" jelas musa lagi yang membuat seylla sedikit terperanga.
"jangan becanda sayang...?" tanya seylla tegas,namun di balas musa dengan ekspresi wajah seriusnya.
Melihat ekspresi wajah musa seylla sedikit takut namun dengan cepat seylla memeluk tubuhnya musa.
"jangan bikin aku hawatir" ucap seylla yang mulai lirih.
"euh.tenang sayang aku akan baik² saja kok.aku kan udah janji sama kamu" jawab musa tegas dan mencoba menenangkan pacarnya.
"eum.ngomong² sebenarnya kamu mau menghadapi siapa...?" tanya seylla sedikit penasaran.
"euh.eum.euh.GURKA" jawab musa tegas dan membuat seylla sedikit mengerutkan dahinya.
"GURKA" gumam musa sedikit terkejut.
"heuh.apakah kamu tau seyl...?" tanya musa lalu menatap mata seylla dengan intens.
"eum.engga sih...namun aku sempat mendengar pembicaraan papah ku bersama ajudannya soal kelompok bernama GURKA" jawab seylla jelas.
"euh.jangan² papah kamu itu..." musa sedikit menduga-duga namun perkataannya segera di potong.
"hus.ngawur kamu.papah ku itu staf di kepolisian tau..." jelas seylla.
"waduh.nanti aku bisa di dor sama papah kamu" ucap musa sambil menelan salivanya sendiri.
"gak akan dong.kalau kamu kagak macam²" bales seylla sambil menatap tajam ke arah musa.
Musa sedikit terdiam melihat mata seylla yang menatap matanya dengan tajam. seylla melihat tingkah musa yang sedikit kikuk,lalu langsung mengganti ekspresi wajahnya menjadi senyuman manis.
Kemudian musa menghela napasnya untuk mengatur kembali irama napasnya sambil mengusap-ngusap dadanya sendiri, setelah itu musa membalas senyumannya seylla.
"euh.udah meluknya...?" tanya musa mengalihkan pembicaraan.
"eum.udah akh kamunya bau asem" jawab seylla lalu melepas pelukannya.
"ye harum gini juga di bilang bau, udah mandi kembang tau..." bales musa.
"he canda doang sayang.gitu aja baper".
"sapa juga yang baper" ucap musa ketus.
"merajuk ni yeee ceritanya" bales seylla menggoda.
"eumm.apa kamu udah punya bukti tentang keberadaan kelompok tersebut...?" lanjut seylla bertanya.
"eum.ini lagi berusaha buat ngumpulin bukti yang cukup" jawab musa tegas.
"aku harap kamu gak menempatkan diri kamu dalam situasi bahaya" pinta seylla.
"eum.iya sayang.aku janji sama kamu aku akan jaga diriku baik²" bales musa sambil tersenyum.
"pamit pulang dulu yaa.dah sore" ucap musa meminta idzin "gpp kan aku pulang duluan...?".
"eum.eum.eum".
"berat ya ngelepasin aku pulang...?" tanya musa.
"udah tau berat masih aja nanya..." jawab seylla ketus.
"euh.euh.lalu kapan kita...".
"kapan apanya sayang...?" tanya seylla penasaran.
"kita...eum,resminya biar kita gak jauh² mulu" jawab musa sambil menaik turunkan kedua alisnya.
"yeee masih kecil dah mikir nikah.lulus juga belum" bales seylla sambil mengerutkan dahinya.
"urusan lulus doang mah gampang" ucap musa enteng.
"emang...?oh iya lupa kamu kan pinter" bales seylla.
"tuuu tau" bales musa santuy.
"tapi yang aku heran...kenapa kamu gak ikut uji kompetens aja, siapa tau bisa langsung kuliah" ucap seylla menyarankan.
"gak akh.kagak asik kalo langsung kuliah" bales musa enteng.
"kenapa...?" tanya seylla yang langsung di balas gelengan kepala oleh musa.
"eum.oh ya.btw makasih ya...".
"untuk...?".
"eum.karna kamu tugas aku kemarin dapet nilai sempurna" jawab seylla sambil tersenyum.
"sama² sayangku" bales musa sambil mengacak-ngacak rambutnya seylla.
Tanpa sadar ada seseorang yang memakai jubah hitam sedang memperhatikan mereka dari jauh, sosok misterius yang tengah serius menatap ke arah mereka dengan tatapan sangat tajam.
Mangsa selanjutnya__bhatin orang tersebut lalu segera pergi meninggalkan tempat itu.
Tbc guys...
Maaf kalau ceritanya gak seru...
Maklumin aja ya guys,masih abal² soalnya...
![ZERO ✅ [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/214680187-64-k358984.jpg)