Jleubb
Musa menancapkan pisau kesebuah meja di depannya yang terbuat dari kayu. Entah dari mana Musa mendapatkan pisau tersebut, namun setidaknya pisau tersebut dapat meredakan pertengkaran mereka.
"Bu buat apaan pisau Sa ?" tanya Moza heran, di ikuti oleh Ani yang sedikit ketakutan.
"Ya jelas buat ngerusak wajah kalian lah" ucapan Musa sontak membuat kedua gadis tersebut menjadi syok dan ketakutan.
"Jangan becanda Sa" ujar Moza dengan wajah paniknya.
"Bener tuh, gak lucu Sa" sambung Ani yang ikut-ikutan panik.
Dengan santai Musa lalu mengubah posisi duduknya dan merubah mimik wajahnya lebih serius dan datar "Gue serius" ucapan Musa membuat kedua gadis tersebut kembali mematung.
Terdengar sayup-sayup suara berisik di luar. Itu semua murid sekolah yang tengah asik mengintip dari balik jendela.
"Eh anak-anak, ngapain kalian. Bubar-bubar" suara seseorang langsung mengintruksi semua murid untuk bubar dan kembali ke dalam kelas mereka. Pak Dede baru saja datang dan langsung masuk ke dalam ruangannya.
"Loh Musa,Moza,Ani kalian ngapain disini ?" tanya pak Dede terkejut setelah melihat mereka bertiga ada di ruangannya.
"Akh. Anu pak anu" sahut Ani dan Moza gelagapan.
"Mereka tadi berantem di depan gerbang sekolah. Terus saya bawa mereka berdua kesini, niatnya saya mau ngerusak wajah mereka berdua dengan pisau ini, biar kapok" jelas Musa lalu menunjukan sebuah pisau yang kini sudah di pegangnya.
Pak Dede mengerti maksud yang di isyaratkan oleh Musa dan langsung mengikuti alur dari permainan yang di lakukan Musa.
"Wah itu ide yang sangat bagus, apalagi kalau mereka berdua kita kuliti terus rambutnya kita botakin, pasti lebih seru" ujar pak Dede yang sontak membuat kedua gadis tersebut semakin ketakutan.
"Wah bapak pinter sekali kalau untuk urusan beginian. Tapi bagaimana kalau bapak milih salah satu dari mereka buat bapak nikahi, atau keduanya bapak mau nikahi sekalian juga boleh" balas Musa sambil terkekeh.
"Ya ampun kamu memang murid bapak yang paling perbatian deh, kebetulan bapak lagi cari istri baru" sahut pak Dede dengan senyum piciknya. Musa mengayun-ngayunkan pisau yang ada di tangannya serta pak Dede memain-mainkan gunting yang entah sejak kapan berada di genggaman tangan pak Dede. Takut pasti takut, itulah perasaan yang tengah kedua gadis tersebut rasakan.
Tega, mungkin lebih dari tega malah cenderung kejam, namun itu semua mereka lakukan untuk memberi efek jera kepada mereka berdua.
"Tidak... Ampun saya gak mau jadi istri bapak" teriak Moza yang mulai panik.
"A a apa lagi saya, oh no lebih baik saya segera pergi dari sini".
"Eits mau kemana ?" Musa lalu menghalangi Ani dengan tubuhnya dan membuat Ani berontak serta ketakutan.
Kini Moza dan Ani berontak bersamaan dengan sangat keras dan mencoba keluar secara bersamaan.
"Tolong lepasin kami" pinta Ani dan Moza secara bersamaan,lalu dengan kuat mereka mendorong Musa lebih keras lagi.
Bugh
Musa terjatuh setelah mendapat dorongan lebih kuat dari Ani dan Moza, mereka berdua segera berlari meninggalkan ruangan kepala sekolah dengan sangat ketakutan serta kedua matanya yang mulai nanar.
"Ha ha ha" Musa lalu tertawa bersamaan dengan pak Dede.
Musa mulai berdiri lalu segera mendekat ke arah pak Dede lalu menyimpan kembali pisau yang ada di tangannya.
"Pergi dulu pak" ucap Musa yang sudah berhenti tertawa, lekas iya pergi meninggalkan ruangan kepala sekolah dan kembali ke dalam kelas untuk belajar.
Rencana mereka berdua sukses, beruntung pak Dede mengerti apa yang di isyaratkan oleh Musa tadi. Sebuah trik dan permainan yang sukses membuat mereka kapok serta jera dan membuat mereka berdua berpikir dua kali untuk melakukan keributan di area sekolah.
* * * * *
Jam itirahat tiba, kini Seylla dan kedua temannya beranjak pergi menuju kantin untuk sekedar mengisi perut mereka yang kosong. Seperti biasa kantin hari ini penuh sekali dengan semua murid-murid berdesakan di area kantin.
"Beb, sini" panggil seseorang. Itu Ilham yang memanggil pacarnya Bunga sambil melambai-lambaikan tangannya.
Bunga mengajak Seylla dan Citra untuk duduk bersama Ilham dan Rama. Yap... Bunga dan Ilham sudah jadian, sejak kejadian waktu itu, mereka semakin dekat dan memutuskan untuk pacaran.
"Bunga, kita pesen makanan dulu ya... Mo nitip gak ?" tanya Seylla lalu lekas pergi menuju gray makanan yang tersedia.
"Bakso Seyl" teriak Bunga yang langsung di acungi jempol oleh Seylla.
Beberapa saat kemudian Seylla dan Citra balik membawa nampan berisi tiga mangkok bakso dan tiga gelas orange jus.
Mereka segera duduk lalu setelah itu menyantap bakso yang sudah mereka pesan, canda tawa menghiasi meja mereka sambil sesekali mereka menggoda Ilham dan Bunga yang merupakan pasangan baru, baru beberapa minggu pacaran bro. Masih hangat-hangatnya atau lebih tepatnya tengah kasmaran.
.
.
Tbc geng...
Maaf pendek...
Maaf juga kalau gak nyambung...
Vote and komen guys...
Terima kasih guys...
![ZERO ✅ [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/214680187-64-k358984.jpg)