2

1.9K 327 141
                                        

Sama seperti kantor-kantor kebanyakan di luar sana. Jam makan siang adalah salah satu waktu yang sangat di tunggu oleh para anggota Tim Divisi Khusus.

Terlebih hari ini mereka mengadakan rapat penyusunan strategi, yang di mulai pada pukul 07.00 AM.

Waktu yang sangat pagi untuk mulai membuat sang otak bekerja. Jadi, suatu hal yang wajar jika saat ini Minho, Hyunjin, dan Felix sangat menantikan waktu istirahat, yakni di jam makan siang.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

“Kau tidak akan pergi, hyung?”

Tanya Changbin sembari memperhatikan sang Ketua Tim-Chan yang masih sibuk berkutat dengan laptopnya.

“Makan siang saja duluan. Aku akan menyusul nanti”

Ucap Chan tanpa mengalihkan atensinya dari layar laptop miliknya.

Berbeda dengan Minho, Hyunjin, dan Felix yang segera bergegas menuju rumah makan setelah sang Ketua Tim menutup sesi rapat mereka.

Chan dan Changbin malah terlihat masih setia duduk di dalam ruang rapat. Mengabaikan jam makan siang yang sudah berlalu sejak lima belas menit yang lalu.

“Tuan Park”

Hyung tidak akan menjenguk beliau?”

Pertanyaan Changbin tersebut berhasil membuat Chan terdiam.

Bukan karena ia baru mendengar kabar bahwa Tuan Park berada di rumah sakit.

Karena tentu saja, untuk ukuran Tuan Park yang memiliki pengaruh cukup besar di Divisi Khusus, kabar tersebut sudah menyebar. Jadi, Chan sudah mengatahui hal itu.

“Setidaknya pergilah sebagi Ketua Tim Divisi Khusus”

“Tuan Park pasti akan sangat senang jika dijenguk oleh Ketua Tim kebanggaan Divisi Khusus”

Jelas Changbin sembari menepuk pundak yang lebih tua pelan.

Sebagai seseorang yang sudah mengenal Chan cukup lama, ia sudah mengetahui masalah yang ada di antara Tuan Park dan sang Ketua Tim.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Untuk yang kesekian kalinya, Chan kembali menghela nafasnya pelan. Saat ini ia sudah berada di depan kamar, tempat Tuan Park di rawat.

Seharusnya ia tidak perlu merasa gugup seperti ini, karena Chan datang menjenguk hanya sebagai sebuah formalitas semata.

Terkutuklah Changbin yang sudah berhasil membuatnya datang ke rumah sakit.

Entah sudah berapa banyak kata umpatan yang Chan tujukan kepada Changbin sebagai bentuk pelampiasan rasa gugupnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Setelah hampir tiga puluh menit hanya berdiam diri sembari menghela nafas dan mengumpat seorang Changbin yang bahkan tidak ada di dekatnya, akhirnya Chan memutuskan untuk masuk ke dalam.

Setidaknya ia tidak membuang jam istirahat makan siangnya dengan melakukan sesuatu yang tidak berguna. Urusan di dalam akan membicarakan apa atau secanggung apa nantinya, akan Chan pikirkan nanti.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Seharusnya saat ini, Chan tidak hanya berdiam diri di hadapan kasur Tuan Park. Seharusnya ia langsung membungkukkan badannya sebagai bentuk rasa hormat kepada yang lebih tua.

Namun alih-alih melakukan hal itu, Chan hanya mematung di tempatnya dengan ekspresi terkejut.

Penyebabnya, bukan karena Tuan Park. Melainkan seseorang yang ada di samping Tuan Park. Yang tengah tertidur dengan posisi duduknya.

Chan mengenal orang itu. Karena dia adalah ...

Han Jisung

###

RUNNING AWAY PART 2: COMING BACKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang