7

1.6K 299 56
                                        

Untuk yang ketiga kalinya, Chan kembali melihat jam tangan miliknya. Pukul 05.30 AM dini hari.

Yang artinya sudah lima belas menit lamanya Chan dan Changbin berdiri di depan pintu masuk sebuah bar.

Bahkan saat ini, suasana bar sudah sangat sepi.

Tidak ada lagi suara dentuman lagu yang memekakkan gendang telinga, serta hanya menyisakan segelintir manusia yang kondisinya sudah sangat mabuk.

Merasa sudah terlalu lama menunggu akhirnya Chan dan Changbin memutuskan untuk masuk ke dalam.

Namun, langkah itu segera terhenti karena orang yang mereka tunggu akhirnya menampakkan dirinya.

Siapa lagi yang dimaksud jika bukan, Han Jisung.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Ya! Mari pulang bersama"

Seru Changbin karena orang yang mereka tunggu lebih memilih untuk melanjutkan langkahnya. Berlalu pergi meninggalkan Chan dan Changbin.

Sama sekali tidak peduli jika dua orang yang lebih tua darinya itu sudah meluangkan waktu untuk menunggunya pulang.

"Tumben keluarnya lama?"

Tanya Chan ketika mereka sudah berhasil menyamai langkah dengan yang lebih muda. Membuat Han Jisung berada di tengah-tengah antara Chan dan Changbin.

Namun sama seperti hari-hari sebelumnya, hanya angin yang menjawab pertanyaan milik Chan tersebut.

Tepatnya sudah sepuluh hari belakangan ini, Chan dan Changbin memiliki sebuah rutinitas baru.

Setiap pukul 05.00 AM dini hari mereka akan pergi ke sebuar bar tempat dimana Han Jisung bekerja.

Mereka akan menunggu Han Jisung selesai dari pekerjaanya dan setelah itu mereka akan pulang bersama.

Memang tidak banyak yang berubah, Han Jisung tetaplah Han Jisung yang menyebalkan dan keras kepala.

Yang selalu merasa kesal dan memerintahkan mereka berdua untuk menjaga jarak. Yang sering kali mengabaikan kehadiran Chan dan Changbin.

Namun sama seperti Han Jisung, Chan dan Changbin juga tidak berubah.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Ah,,,"

Ringis Han Jisung pelan saat Changbin tidak sengaja menyenggol lengan kirinya. Ia sangat yakin jika suara ringisannya itu sangat pelan.

Namun berbeda dengan dugaanya, ternyata Chan dan Changbin masih dapat mendengar suara ringisannya tersebut.

"Kamu baik-baik saja?"

Changbin yang menyadari bahwa sebelumnya ialah yang menyenggol lengan Han Jisung, segera menghentikan langkahnya dan bertanya dengan penuh rasa khawatir.

"Euhm. Tidak apa-apa"

Ucap Han Jisung dengan tangan kanan yang masih memegang lengan kirinya.

Ia benar-benar merutuki kebodohanya, karena akibat suara ringisannya tersebut baik Chan maupun Changbin segera menatapnya dengan penuh rasa khawatir.

Karena merasa tidak nyaman dengan tatapan khawatir dua seniornya itu, Han Jisung memilih untuk kembali melanjutkan langkahnya.

Namun baru tiga langkah, ia harus kembali berhenti karena Chan yang tiba-tiba saja sudah ada di hadapannya. Yang otomatis menghalangi jalannya.

"Ya! Menyingkirlah!"

Perintah Han Jisung tanpa menatap ke arah Chan yang berdiri tepat di depannya.

Namun bukannya melakukan apa yang diperintahkan oleh yang lebih muda, Chan hanya diam tak bergeming.

"Ya! Kau tidak dengar?! Menyingkirlah! Kamu menghalangi jalanku"

Ucap Han Jisung lagi. Namun kali ini, ia mendongakkan kepalanya guna menatap yang lebih tua.

Luka memar di sudut bibir dan mata, yang bahkan belum sepenuhnya sembuh, sudah harus kembali terluka.

Goresan-goresan yang awalnya hanya di bagian pelipis sekarang sudah bertambah banyak di bagian lainnya.

Hanya melihat ini saja, Chan sudah tahu alasan kenapa Han Jisung keluar lebih lama dari biasanya.

"Menyingkirlah. Aku lelah"

Tanpa mempedulikan ucapan yang lebih muda, Chan lebih memilih untuk memaksa tangan kanan milik Han Jisung untuk menyingkir dari lengan kirinya.

Kemudian ia segera membuka setengah kemeja yang dikenakan oleh Han Jisung.

Yang segera memperlihatkan sebuah luka goresan yang cukup panjang dan masih baru tepampang jelas di lengan kirinya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Ck, sungguh sangat menyebalkan"

"Kamu sudah puas melihatnya?"

"Maka sekarang menyingkirlah!"

Dengan mengenakan kembali kemejanya, Han Jisung segera bergegas pergi meninggalkan Chan dan Changbin yang masih bergeming di posisi mereka.

***

RUNNING AWAY PART 2: COMING BACKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang