Sebenarnya, terlalu berlebihan jika dibilang dua puluh empat jam penuh berada di rumah sakit untuk menemani Han Jisung.
Meskipun, Chan sangat ingin melakukannya. Ia pasti tidak akan bisa. Karena, ia masih memiliki tanggung jawab sebagai Ketua Tim Divisi Khusus.
Yang membuat, Chan harus pintar-pintar membagi serta memanfaatkan waktu.
Agar ia tetap dapat melihat tingah menyebalkan nya Han Jisung. Dan bukan hanya Han Jisung yang sudah terlelap.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
“YA!”
“Kau masih tidak ingin menghabiskan makan malammu?”
Seperti hari-hari sebelumnya.
Suara Changbin yang tengah mengomel lah yang akan menyambut kadatangan Chan, setibanya di dalam ruang inap tempat Han Jisung dirawat.
Bagaikan tidak pernah kehabisan akal. Han Jisung, selalu saja berhasil memancing emosi seorang Changbin.
Seperti sebuah rutinitas wajib yang harus dilakukan setiap harinya.
“Lihatlah kelakukan bocah nakal ini. Susah sekali disuruh makan”
“Bodo amat”
Cibir Han Jisung sangat pelan, berusaha agar sang senior tidak dapat mendengarnya.
“Hyung! Kau lihatkan, betapa kurang ajarnya bocah ini”
Akhirnya setelah beberapa menit tidak dianggap, Changbin mulai menyadari kehadiran sang Ketua Tim.
Meskipun tujuannya adalah untuk mencari pembelaan.
“Benar-benar tidak ada sopannya kepada yang lebih tua”
Han Jisung nampak sedikit menjulurkan lidahnya setelah mendengar Changbin kembali menyinggung persoalan sopan santun.
Bosan sekali mendengarnya.
“Padahal hanya diminta untuk makan. Tapi susahnya minta ampun”
“Tadi pagi gak makan, siangnya juga gak. Terus malam ini mau gak makan juga?!”
Jelas Changbin panjang lebar. Berniat untuk melaporkan keluh kesah nya kepada Chan.
Setelah selama enam belas jam penuh, ia harus menemani Han Jisung.
“Dihh.. Lemes”
“YA! HAN JISUNG!”
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
“Tidak bisakah seharian ini, kalian tidak memperburuk keadaan?”
“Ini hanya persoalan makan. Seharian gak makan juga gak bakal bikin aku mati”
“Ahh.. Sangat sulit dipercaya”
Rutuk Han Jisung frustasi sendiri dengan kelakuan dua seniornya tersebut.
“Mendapat kabar bahwa saat ini aku resmi menjadi seorang pengangguran...”
“... Sudah cukup menyebalkan”
“Dan sekarang, harus mendengar omelan hanya karena persoalan makan?”
“Ohh, shit”
Mendengar penuturan Han Jisung tersebut membuat Chan segera mengerti.
Alasan kenapa mood sang adik sangat buruk seharian ini.
Dipecat. Menjadi seorang pengangguran. Tidak memiliki pekerjaan. Yang artinya tidak ada pemasukan uang.
Singkatnya, ini semua karena uang.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
RUNNING AWAY PART 2: COMING BACK
Hayran Kurgu"Aku melihatnya bukan karena aku menyukainya" "Tapi karena aku membencinya" "Sangat membencinya" "Dan kenapa aku sering melihatnya adalah agar aku selalu ingat, bahwa aku sangat membencinya" -Han Jisung ; RUNNING AWAY PART I : STAY OR LEAVE Melarika...
