45

1.2K 220 47
                                        

Setelah percakapan Chan dan Han Jisung di mobil tempo hari. Chan rasa mereka menjadi lebih dekat dari sebelumnya.

Apabila dituliskan dalam bentuk persen, mungkin mengalami kenaikan lima sampai tujuh persen.

Tidak begitu signifikan sebenarnya tapi lebih baik daripada tidak ada peningkatan sama sekali.

Entah bagaimana mengatasi watak keras kepala Han Jisung yang sangat keterlaluan.

Berbagai upaya telah Chan lakukan untuk meluluhkan dinding pembatas tak kasat mata yang telah sang adik bangun bertahun-tahun.

Namun hasilnya tetap begitu-begitu saja.

Bahkan Chan ingat betul bagaimana cerita Changbin yang kala itu mencoba memberikan sedikit pencerahan kepada sang adik.

Yang setelahnya malah dibuat diam tak berkutik.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Bukan maksud Changbin untuk membanggakan dirinya sendiri. Hanya saja memang kenyataannya seperti itu.

Ia adalah saksi nyata dari lika-liku perjalanan kehidupan, sang Ketua Tim Divisi Khusus.

Yang membuatnya termasuk ke dalam kumpulan orang-orang yang menginginkan Chan dan Han Jisung kembali bersama bagaikan sebuah keluarga pada umumnya.

Bermodalkan hal tersebut, maka Changbin berniat untuk membantu Chan dalam meluluhkan watak keras kepala sang adik.

Dan hal itulah yang membuat Changbin belakangan ini sengaja memilih untuk makan siang di kantin rumah sakit tempat Han Jisung bekerja. 

“Ya! Sebenarnya apa lagi yang kamu khawatirkan”

“Semuanya sudah tahu bahwa kau adalah Peter...”

“... Adik seorang Ketua Tim Divisi Khusus”

“Jadi berhentilah keras kepala!”

“Cobalah untuk tinggal bersama Chan hyung dan memulai semuanya kembali dari awal”

Jelas Changbin di tengah acara makan siangnya bersama dengan mantan anggota Tim Divisi Khsusus tersebut.

Untungnya keberuntungan sedang berpihak pada Changbin.

Sehingga ia dapat dengan mudah duduk berhadapan dengan Han Jisung yang baru saja hendak menikmati makan siangnya.

“Pergilah!”

“Kehadiranmu hanya menggangguku!”

Tidak perlu dijelaskan bagaimana kondisi Changbin setelah Han Jisung mengatakan hal itu.

Meskipun sudah terlampau sering mendengar Han Jisung mengucapkan hal serupa.

Tapi tetap saja, rasa menyakitkannya masih sama.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tapi dibalik semua hal menyebalkan yang Han Jisung lakukan dan sialnya selalu berhasil membuat Chan, Changbin maupun pihak-pihak pendukung lainnya frustasi.

Ialah karena ada beberapa hal dari sosok Han Jisung yang mereka yakini dan membuat mereka tidak bisa menyerah begitu saja.

Mereka mengerti bahwa Han Jisung bukannya tidak ingin. Tapi dia hanya perlu lebih banyak waktu.

Han Jisung butuh waktu untuk bisa memaafkan.

Baik memaafkan mereka yang telah menyakitinya maupun memaafkan dirinya sendiri.

Han Jisung butuh waktu untuk bisa menerima semua yang sudah terjadi dalam hidupnya.

Ia butuh waktu untuk bisa kembali percaya bahwa ada orang lain di dunia ini yang menyayanginya.

Yang akan tetap setia menunggu sampai Han Jisung siap.

Kapanpun itu.

###

RUNNING AWAY PART 2: COMING BACKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang