Sudah tidak diragukan lagi jika hari ini adalah hari yang sangat berarti bagi seorang Woojin.
Karena tepat pada hari ini, ia resmi mengikat janji suci pernikahan dengan sang pujaan hati.
Aura bahagia yang dipancarkan oleh dua insan yang baru saja resmi menjadi sepasang suami istri tersebut.
Benar-benar mampu membuat para tamu undangan, ikut merasa bahagia.
Bahkan tidak sedikit para tamu undangan, khususnya dari kalangan wanita yang tiba-tiba dilanda rasa iri.
Karena melihat pesona seorang Woojin. Yang tidak hanya tampan tapi juga mapan.
Terbukti dari pesta pernikahan yang diselenggarakan dengan begitu mewah. Disebuah resort yang terletak di tepi pantai.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sepertinya semesta juga turut mendukung Woojin dalam acara bahagianya tersebut.
Karena tiga hari yang lalu, Han Jisung sudah diperbolehkan untuk pulang.
Jadi tidak ada alasan lagi, Han Jisung tidak hadir dalam moment bahagianya tersebut.
“Chan?”
“Dimana dia? Kalian tidak datang bersamanya?”
Tanya Woojin yang merasa aneh ketika melihat tamu spesialnya, yakni anggota Tim Divisi Khusus ditambah dengan Han Jisung yang datang tanpa adanya sosok Sang Ketua Tim.
“Chan hyung mengatakan bahwa ia masih ada beberapa urusan. Jadi, dia akan menyusul nanti”
Woojin nampak menganggukkan kepalanya, tanda bahwa ia mengerti dengan penjelasan Changbin tersebut.
“Heyy! Bocah. Baru datang sudah cemberut saja”
Goda Woojin ketika melihat wajah Han Jisung yang terlihat tidak bersahabat.
“Ck”
“Ahh... Hyung paham. Kau merasa kesal karena Chan lebih memilih urusannya tersebut daripada datang menjemputmu, ‘kan?!”
“YA! Kau pikir aku sudah gila!”
Setelah mengucapkan hal tersebut Han Jisung segera bergegas pergi meninggalkan Woojin dan anggota Tim Divisi Khusus lainnya.
Yang tengah tertawa bahagia akibat ulah menyebalkan Woojin.
Berada disekeliling mereka hanya membuat Han Jisung bertambah kesal. Lebih baik ia pergi mengisi perutnya yang lapar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
“Oh... Kau sudah datang?!”
Sapa Han Jisung ketika melihat Chan, yang entah sejak kapan sudah duduk di salah satu kursi yang ada di depannya.
“Kenapa?”
“Kau tidak pernah menyangka bahwa anak berandalan sepertiku bisa mengenakan pakaian formal seperti ini?”
Ucap Han Jisung lagi karena sedari tadi sang Ketua Tim hanya diam dengan atensi yang terfokus ke arahnya.
Yang tentu saja berhasil membuat Han Jisung merasa terganggu.
“Ck”
Kesal karena Chan masih tetap mempertahankan diamnya dengan tatapan mata yang sulit diartikan.
Maka Han Jisung putuskan untuk pindah mencari tempat duduk yang lain.
Namun sayangnya, kalimat yang keluar dari mulut Chan selanjutnya berhasil membuat Han Jisung bergeming di tempat.
“Hyung sudah mengetahuinya”
“Apa yang terjadi antara Mama, Ayah dan Bunda”
***
KAMU SEDANG MEMBACA
RUNNING AWAY PART 2: COMING BACK
Fanfiction"Aku melihatnya bukan karena aku menyukainya" "Tapi karena aku membencinya" "Sangat membencinya" "Dan kenapa aku sering melihatnya adalah agar aku selalu ingat, bahwa aku sangat membencinya" -Han Jisung ; RUNNING AWAY PART I : STAY OR LEAVE Melarika...
