36

1.2K 246 118
                                        

Untuk yang kesekian kalinya, Changbin kembali menghela napasnya frustasi.

Pasalnya sudah lebih dari lima belas menit, ia berjalan mengelilingi area penginapan.

Namun, sosok yang ia cari tidak kunjung menampakkan dirinya.

Ingin rasanya Changbin menyerah dan bersikap tidak peduli.

Tapi melihat bagaimana penampakan dirinya, yang berulang kali mengeratkan jaket guna mendapatkan kehangatan.

Selalu saja berhasil membuat Changbin kembali melangkahkan kakinya.

Tidak peduli jika saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 00.15 PM dini hari.

Ahh... Han Jisung selalu saja berhasil membuat Changbin merasa khawatir.

Dan ingin mengomelinya panjang kali lebar dan kali tinggi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Setelah hampir dua puluh menit berjuang dengan dinginnya malam dan batinnya sendiri.

Akhirnya,  Changbin berhasil menemukan sosok Han Jisung.

Seseorang yang telah berhasil membuat Changbin, berjalan seperti seorang gelandangan pada waktu tengah malam.

Dan bukan Han Jisung namanya, jika ia tidak membuat sang senior kembali menghela napas frustasi.

Terbukti dari Changbin yang kembali harus menghela napas frustasi. Akibat melihat bagaimana penampakan Han Jisung saat ini.

Duduk seorang diri di tepi pantai dengan hanya ditemani penerangan lampu yang terpasang di sekitar jalan.

Sama sekali tidak peduli dengan hembusan angin malam yang membuat kedua pipi dan telinganya memerah.

Ahh... Benar-benar membuat orang lain khawatir saja.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

“Berhentilah melampiaskan perasaanmu dengan hal-hal seperti ini”

Hal yang pertama kali Changbin lakukan, saat ia sudah berada di dekat yang lebih muda adalah mengambil paksa sebatang rokok yang sudah tinggal setengah dari sela-sela jari Han Jisung.

Sedangkan Han Jisung yang sama sekali tidak menyangka akan kehadiran Changbin.

Hanya dapat memberikan ekspresi terkejutnya.

“Berhentilah menyakiti dirimu sendiri”

Ucap Changbin lagi sembari mematikan api pada ujung rokok yang masih menyala dengan membenamkannya di dalam pasir.

Dan selanjutnya, sang senior pasti akan segera berubah menjadi sebuah kaset rusak.

Ia akan mulai mengomeli Han Jisung tanpa bisa di rem.

Han Jisung yang sudah sangat hapal diluar kepala dengan apa yang akan Changbin lakukan selanjutnya.

Lebih memilih untuk bersikap tidak peduli.

Dengan santainya, Han Jisung kembali mengeluarkan satu bungkus rokok serta sebuah pemantik api dari dalam saku bajunya.

“YA!”

“HAN JISUNG!”

***

RUNNING AWAY PART 2: COMING BACKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang