.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Selain bermental baja, kelebihan lain dari para tamu tak diundang tersebut adalah selalu berhasil memaksa Han Jisung.
Terbukti dari Seungmin yang saat ini kembali mendudukan dirinya di posisi awal saat ia menunggu.
Dengan tak lupa sang tuan rumah yang juga ikut duduk di samping kanannya.
Karena tentu saja, Han Jisung tidak akan mempersilahkan tamu tak diundangnya tersebut untuk masuk ke dalam rumah.
Meskipun cuaca di luar cukup dingin dan banyak serangga yang mengganggu seperti nyamuk.
“Kamu sudah memutuskan untuk kembali bekerja di rumah sakit?”
Tanya Seungmin saat ia melirik ke arah Han Jisung dan mendapati sebuah jas putih kebangaan para dokter yang di letakkan oleh sang pemiliki di pangkuannya.
“Oh, ini... Hanya membantu teman”
Jawab Han Jisung singkat sembari mencoba menyembunyikan jas putihnya tersebut ke sisi sebelahnya.
Tanpa peduli jika jas tersebut akan kotor, karena ia memang sengaja membawanya pulang untuk dicuci.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
“Curang”
Ucap Seungmin sembari mengalihkan atensinya menjadi menerawang jauh ke arah langit.
Yang nampak sepi dari benda langit yang biasanya terlihat berkelap-kelip di waktu malam.
Atau yang lebih dikenal dengan sebutan bintang.
“C-curang?”
Ulang Han Jisung dengan kening yang sedikit berkerut tanda ia tidak mengerti maksud dari ucapan sang senior.
“Eoh, Kau curang!”
“Bagaimana bisa bocah sepertimu menguasai semuanya”
“Kau terlihat keren dengan jas putihmu itu"
"Tapi juga terlihat keren saat bersama Tim Divisi Khusus”
Berbeda dengan Seungmin yang masih memusatkan atensinya pada langit.
Han Jisung lebih memilih untuk memusatkan atensinya pada sosok sang senior.
Yang entah saat ini sedang benar-benar mengaguminya atau memiliki maksud lain.
“Bocah yang genius, lulusan terbaik, pilihan langsung Tuan Park”
“Tidak mengenal kata takut..."
"Bahkan kau adalah adik dari seorang Ketua Tim Divisi Khusus yang sangat dihormati”
“Bukankah hal itu terdengar sangat keren?”
“Euhmm.. Terlalu sempurna?!”
Jelas Seungmin lagi yang kali ini sudah mengalihkan atensinya menjadi menatap ke arah Han Jisung dan membuat mereka saling beradu tatap.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
“Dan memikirkan semua hal itu...”
“Membuat aku mengerti...”
“... Alasan kenapa mereka melakukannya”
“Baik itu untuk Hyunjin, maupun beberapa anggota Tim Divisi Khusus lainnya”
Entah manik kelam milik Han Jisung yang terlalu memikat atau sebaliknya.
Karena baik Seunngmin maupun Han Jisung tetap mempertahankan posisi mereka yang saling beradu tatap.
“Lalu... kamu ingin menjadi seperti mereka?!”
“Seperti Hyunjin ataupun Felix”
“Euhm....”
Gumam Seungmin yang sengaja membuat kesan seperti tengah berpikir.
“Entahlah... Mungkin iya mungkin juga tidak”
“Aku bukan seorang bibi peramal yang bisa melihat masa depan”
Setelah mendengar jawaban Seungmin, Han Jisung hanya mendengus kesal dan segera mengalihkan atensinya menjadi menatap ke arah langit.
Sama seperti yang sebelumnya di lakukan oleh sang senior.
Yang saat ini malah tertawa bahagia karena telah berhasil menggodanya.
Sial.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
RUNNING AWAY PART 2: COMING BACK
Fanfic"Aku melihatnya bukan karena aku menyukainya" "Tapi karena aku membencinya" "Sangat membencinya" "Dan kenapa aku sering melihatnya adalah agar aku selalu ingat, bahwa aku sangat membencinya" -Han Jisung ; RUNNING AWAY PART I : STAY OR LEAVE Melarika...
