.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Menurut Han Jisung permasalahannya kali ini terlalu kekanakan.
Ia hanya ingin bersenang-senang sembari bermain kartu dengan menggunakan ‘sedikit’ taruhan agar nuansa bermainnya menjadi lebih seru.
Dan ternyata malam ini keberuntungan sedang berpihak pada Han Jisung.
Jadilah ia menang sepuluh kali berturut-turut. Bukan salahnya untuk selalu menang.
Lagipula menang atau kalah merupakan hal yang biasa dalam suatu permainan.
Tapi yang membuat permainan kali ini tidak biasa adalah dikarenakan lawan main Han Jisung yang ternyata adalah sekumpulan para pecundang.
Yang merasa kesal serta tidak terima atas kekalahan mereka.
Sehingga membuat keributan dan menyeret serta Han Jisung masuk ke dalam kantor polisi.
Mungkin, keberuntungan memang berpihak pada Han Jisung dalam permainan.
Tapi dalam kejaran polisi, ia tidak seberuntung itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Setelah berhasil membuat Han Jisung akhirnya berkenan untuk menulis surat permintaan maaf.
Kemudian berjanji untuk tidak akan mengulangi hal serupa dimana Chan akan menjamin hal itu sebagai walinya.
Tidak lupa dengan membayar sejumlah denda. Barulah mereka semua dapat dibebas pulangkan.
Chan pikir hal itu akan mudah dan tidak membutuhkan waktu lama.
Untuk sepersekian detik ia lupa dengan watak keras kepala sang adik.
Karena nyatanya, saat ini waktu sudah menunjukkan tengah malam dan mereka baru bisa menghirup udara bebas di luar kantor polisi.
“Ah.. Menyebalkan sekali”
“Bagaimana bisa para pecundang itu melaporkanku disaat mereka kalah”
KAMU SEDANG MEMBACA
RUNNING AWAY PART 2: COMING BACK
Fanfiction"Aku melihatnya bukan karena aku menyukainya" "Tapi karena aku membencinya" "Sangat membencinya" "Dan kenapa aku sering melihatnya adalah agar aku selalu ingat, bahwa aku sangat membencinya" -Han Jisung ; RUNNING AWAY PART I : STAY OR LEAVE Melarika...
