44

1.2K 225 113
                                        

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Alih-alih memutar lagu untuk mengisi keheningan yang kembali tercipta.

Baik Chan maupun Han Jisung, lebih memilih untuk membiarkan suara rintikan hujan yang perlahan mulai turun membasahi bumi untuk mengisi keheningan tersebut.

Sesuai dugaan Han Jisung sebelumnya, hujan akan turun tidak lama lagi.

Dengan kecepatan rendah, Chan melajukan mobil yang tengah di kendarainya.

Sehingga membuat kesan seakan-akan waktu berjalan semakin lambat.

Seperti memberikan kesempatan lebih kepada dua manusia yang kembali tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing tersebut, untuk berbincang lebih lama lagi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Berbagai macam hal yang kembali mengusik pikiran Han Jisung, membuatnya menghela napas pelan.

Berharap setelah itu, pikirannya dapat kembali tenang.

Atensinya menatap lurus ke arah jalanan yang ada di hadapannya. Han Jisung rasa saat ini ia tidak akan mampu untuk menatap sang senior.

“Tapi...”

“Tiga tahun yang lalu, saat dimana aku akhirnya mengetahui alasan ayah menikahi bunda...”

“... Dan siapa aku sebenarnya”

“Kenapa rasanya aku tidak bisa membenci kalian”

Ucap Han Jisung akhirnya setelah ia dapat menenangkan kembali pikirannya.

Sekuat mungkin, ia berusaha untuk mempertahankan raut datarnya.

Sehingga menampilkan kesan seakan-akan apa yang terucap dari mulutnya, bukanlah hal yang mengganggu dirinya lagi.

“Bunda...”

“Tidak benar-benar mengingankan aku menjadi seorang dokter”

“Wanita itu... hanya mengikuti apa yang Ayah inginkan”

RUNNING AWAY PART 2: COMING BACKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang