25. Pesta

168 22 2
                                        

"Spaces between us keep getting deeper, It's harder to reach you even though I try"
Spaces - One direction

Jisoo menatap kaca besar yang memperlihatkan cuara buruk diluar cafe. Hujan deras disertai angin kencang. Jisoo suka dengan hujan, suara dan aromanya menenangkan. Semua tentang hujan dia suka, kecuali hawa dingin yang diciptakan.

Tanpa sadar otak Jisoo memutar kembali peristiwa-peristiwa yang terjadi belakangan. Lima hari berlalu sejak konser Ten. Atau lebih tepatnya sejak Jisoo meninggalkan Jinyoung. Sejak kejadian misterius di unit Jisoo. Dan sejak salah satu anak perusahaan Jinyoung kebakaran.

Setelah hari itu Jisoo tidak bertemu dengan Jinyoung atau sekedar bertukar pesan. Padahal jauh dalam lubuk hati dan pikirannya ia selalu bertanya-tanya keadaan Jinyoung.

Dua hari yang lalu, Jisoo tidak dapat menahan diri. Akhirnya Jisoo memutuskan untuk menelfon Jackson sekedar bertanya apakah semuanya baik-baik saja. Namun, seakan mengerti Jisoo, Jackson menawarkan Jisoo untuk bicara pada Jinyoung. Dan tentu saja Jisoo menolak tawaran itu.

"Ji, dua ice americano" ucap Rey membaca struk kertas ditangannya. Jisoo kembali dari lamunannya dan segera membuat pesanan.

Jisoo mulai menikmati jadwalnya yang baru. Menyiapkan sarapan untuk Ten, mencari apartemen baru dipagi hari, bekerja pukul 3 sore hingga 10 malam bersama Rey, lalu pulang kerumah Ten. Iya. Kara memutuskan untuk bekerja di pagi hari bersama Jenny, sementara Jisoo dan Rey sore hingga malam.

"Nanti lo berangkat bareng gua kan, Ji?" ucap Rey

Malam ini, Rey akan merayakan ulang tahunnya disalah satu club malam.

"Gua bareng Lisa, Rey"

Tentu saja Jisoo tidak ingin mengulangi kesalahannya dua kali. Rey pria yang baik, tapi belum bisa Jisoo percayai meskipun di sana akan ada Jenny. Tapi untuk berjaga-jaga, Jisoo minta izin pada Rey untuk mengundang Lisa. Sekaligus memperkenalkan sahabatnya dengan teman kerja barunya.

Waktu menunjukkan pukul sepuluh malam. Lisa telah memarkirkan kendaraannya di depan cafe. Lalu, Jisoo berpisah dengan Rey yang katanya harus lebih dulu menjemput Jenny. Sementara Kara harus mengurus anaknya jadi tidak bisa ikut.

Kerlap kerlip lampu memenuhi lantai dansa, suara yang keras memekakkan telinga ditambah dengan sorak sorai pengunjung. Jisoo menyunggingkan senyum tipis. Rasanya sudah lama Ia tidak bersenang-senang.

"Di atas"
Jisoo membaca pop up pesan dari Rey. Ia mendongakkan kepala dan dengan mudah menemukan Rey dan Jenny yang sedang melambaikan tangan ke arahnya. Jisoo membalas singkat, kemudian membawa Lisa ke tempat yang dituju.

"Haii girls" Jenny menyambut Jisoo dengan pelukan hangat.

"Oh, kenalin ini Lisa" ucap Jisoo memperkenalkan Lisa. Lisa maju menyambut hangat tangan Jenny dan Rey satu persatu.

"Well, gimana?" ucap Rey pada Jisoo setelah mereka duduk di sofa bersebrangan dengan Lisa dan Jeny yang kini sibuk berbagi hobi mereka.

Sejak pertama kali masuk, Jisoo tidak berhenti mengamati design interior club. Sangat classy, tapi hangat.

"Keren. Banget" jawab Jisoo

"I know right" ucap Rey sambil terkekeh kecil di samping Jisoo.

Sementara, Jisoo kembali memperhatikan interior dan menikmati musik ditelinganya. Rey kembali berkata

"Ini tempat favorite gua"

"I know. Tempat favorite banyak orang" ucap Jisoo

Ia tentu tahu tempat ini, Moonlight. Club malam yang selalu berada dilistnya, karena biaya yang menguras kantung dan selalu ramai. Jisoo merasa Ia tidak akan bisa bersenang-senang jika terlalu banyak orang. Pengap. Ternyata Ia salah, tempatnya yang luas tetap bisa memberi banyak ruang.

Under The RainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang