have a nice night.
-Panji-
✾ ✾ ✾
Freya tidur lelap setelah aktivitas melelahkan bersama Mars, yang membuat bibir mereka berdua terasa tebal. Lehernya dipenuhi jejak merah dari bekas ciuman pacarnya itu, yang harus dia tutupi besok pagi.
Tidak pernah lebih dari itu, Mars selalu mampu menguasai diri dengan hanya sebatas berciuman atau di leher saja. Dia tidak ingin menyentuh Freya sebelum waktunya, meski sangat sulit karena wanita itu sangat menggodanya.
Mars sendiri tidak bisa tidur, dia tidak bisa pulang selama Freya masih tidur. Menonton televisi, bermain game di ponsel, semua sudah Mars lakukan sampai bosan.
"How about cooking?" tanya Mars pada diri sendiri. Dia menemukan ide yang cemerlang untuk membunuh kebosanan.
Memasak.
Ralat, belajar memasak.
Mars membuka situs cookpad dari web ponselnya, mencari yang paling mudah untuk dimasak. Dia ingin masakannya jadi sebelum Freya bangun, sebagai kejutan.
"Nah ini aja," ujar Mars pada menu steak daging tanpa lemak. Kebetulan ada bahan daging mentah di dalam kulkas.
Mars mengenakan celemek milik Freya di tubuhnya. Lalu mulai menyiapkan bahan sesuai petunjuk resep. Karena tidak begitu ahli, dia harus berhati-hati membedakan nama-nama bumbu dapur.
"Nggak gampang ternyata," keluhnya saat sudah setengah jalan dan dia merasa kelelahan. Lelah karena harus bolak-balik cek resep.
Tanpa sengaja, Mars menyenggol panci kosong di dekat sikunya hingga jatuh ke lantai dan menyebabkan suara yang sangat berisik.
Freya sudah pasti terbangun, tidak menunggu waktu yang lama wanita itu sudah masuk ke dapur sembari mengusap. "Kamu ngapain?" tanyanya.
"Masak," jawab Mars tercengir.
"Bisa emang?"
"Bisa dong," jawab Mars sombong. Padahal dia sudah ingin menyerah. "Kamu tidur lagi aja, nanti aku bangunin kalau udah selesai."
"Yakin?"
Mars mengangguk.
Melihat kegigihan Mars, Freya tidak berminat untuk tidur lagi. Dia pun memeluk pria itu dari belakang dan memejamkan mata. "Kamu selalu aja bersikap semanis ini, lama-lama aku diabetes," ocehnya.
Mars tersenyum, dipegangnya tangan Freya agar tetap memeluknya seperti itu. Memasak dengan dua tangan saja susah, apalagi satu tangan. Tapi dengan Freya di sana, dia merasa lebih baik.
"Leher aku kamu apain sih?" keluh Freya. Saat mengikat rambutnya, dia bercermin dan melihat jejak merah memenuhi permukaan leher.
"Emang aku apain?" Mars berbalik. Freya mendongak dengan mata terpejam. Mars pun tertawa, "kena isep Vampire tuh," candanya.
"Iya. Kamu Vampire-nya," sahut Freya.
"Nggak papa, bagus jadi ada warna."
Dengan mata yang masih terpejam, Freya memeluk Mars kembali. Dia masih mengantuk, tetapi memaksakan diri untuk tetap di sana.
"Kenapa jadi manja gini?" goda Mars. "Pasti ada maunya nih."
Freya menggeleng, "cuma ngantuk."
"Ya udah tidur sana."
"Nggak mau."
Mars mematikan kompor, dia harus mengurus pacarnya dulu. Digendomgnya Freya dengan lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm the Boss
Любовные романыUpdate setiap Senin Freya Oceana, pemilik Departement Store "Oceana Mode" yang hanya menjual brand-brand ternama Oceana, ciptaannya sendiri. Dia cantik, sukses di usia muda, namun sangat payah dalam kisah cinta. Banyak yang mengejarnya, mulai dari P...
