Ketika kamu terlalu takut untuk jujur, maka kamu akan berbohong.
✾ ✾ ✾
Good morning.
It looks like the beauty of the world has moved to you today, you are so beautiful in black.
With love,
Panji.
Freya menatap sebuket bunga mawar merah yang pagi-pagi sekali, telah ada di atas meja kerjanya. Kartu ucapan yang tersemat membuat mood-nya di pagi hari berantakan.
Ting.
Panji: Semoga kamu suka sama bunganya.
Bagaimana Panji bisa tau dia memakai warna hitam hari ini? Pasti pria itu mengawasinya, entah melalui siapa. Sehingga ketika Freya sampai, bunga itu sudah ada lebih dulu. Panji pria kaya, dia bisa melakukan apa saja dengan uangnya itu.
Tok. Tok. Tok.
"Masuk," suruh Freya
Susi masuk seperti biasa, setiap pagi dimulai, memberikan laporan dan juga berbagai proposal titipan.
"Sus, ini tadi siapa yang ngasih?" tanya Freya.
"Kurir, Bu. Tadi saat saya sampai di lobi, ada kurir yang menitipkan ini dan sudah dikonfirmasi oleh Satpam juga."
Freya kembali menatap bunga itu. "Jangan kasih tau Mars, ya?" mintanya secara pribadi.
Susi mengangguk.
"Ya udah, kamu boleh kembali kerja."
Susi pun meninggalkan ruangan Freya.
Freya menghela nafas, Panji menjadi bebannya saat ini. Entah kenapa Freya merasa tawaran pria itu tentang sebuah keseriusan dalam hubungan, membuatnya sedikit tergoda. Panji baik, dia pria dengan hidup yang teratur seperti Freya. Mereka sudah saling mengenal selama tiga tahun ini, tanda-tanda kalau Panji menyukainya pun sudah sangat terlihat sejak dulu. Bersama Panji, Freya sepertinya tidak perlu merubah sudut pandangnya tentang cinta. Mereka sama dalam berbagai hal, juga pemikiran tentang sebuah hubungan. Panji yang dewasa, merupakan cerminan dari sifat Freya selama ini.
Sementara Mars, dia pria yang baik, bahkan terlalu baik sebenarnya. Mars melakukan apa saja untuk membuatnya selalu bahagia. Cara Mars mencintainya, itu semanis es krim. Bersama pria itu, Freya merasa kembali ke masa mudanya yang sempat terbuang sia-sia. Riak-riak di perut saat bermesraan dengan Mars, menandakan kalau Freya sedang jatuh cinta seperti layaknya anak remaja. Perhatian dan perlakuan Mars, sungguh membuatnya tidak bisa menua. Mars serius dengan hubungan mereka, hanya saja untuk menikah pria itu belum sepenuhnya siap.
Freya memijat pangkal hidungnya. Dia dihadapkan pada dilema di usianya yang kian bertambah. Sebentar lagi, angka 26 akan menghampirinya.
Ting.
Panji: Can we have dinner tonight?
Panji: I prepared something special for both of us.
Panji: Please...
Jantung Freya berdebar, dia bagai terkena serangan jantung ringan hanya karena membaca pesan itu. Freya tidak membalasnya, dia membalik ponselnya dan berusaha fokus pada layar laptop.
✾ ✾ ✾
Makan siang terasa hambar hari ini, Freya lebih banyak melamun sehingga apa yang Mars bicarakan tidak masuk dalam fokusnya.
"Kamu kenapa sih?" tanya Mars bingung.
"Hah, kenapa?" Freya menatap Mars bingung.
"Aku ngomong dari tadi," beritahu Mars.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm the Boss
RomanceUpdate setiap Senin Freya Oceana, pemilik Departement Store "Oceana Mode" yang hanya menjual brand-brand ternama Oceana, ciptaannya sendiri. Dia cantik, sukses di usia muda, namun sangat payah dalam kisah cinta. Banyak yang mengejarnya, mulai dari P...
