Tak cukup dengan takdir yang tiada ampun mempertemukan mereka, semesta pun ikut berkonspirasi tak ingin memisahkan mereka.
✾ ✾ ✾
Satu meja dengan orang yang paling ingin dihindari itu memang tidak lucu. Apalagi, mantan. Mars dan Freya pada akhirnya harus berada di situasi canggung ini, di mana tidak punya pilihan selain diam dan membiarkan waktu membunuh mereka. Hanya tiga puluh menit waktu yang diperlukan, tetapi sepertinya jarum jam berkonspirasi dengan keadaan.
"Kamu kenapa makannya sedikit?" tanya Panji begitu perhatian.
"Diet," jawab Freya asal.
"Oh no, Frey. Kamu nggak boleh diet, maag kamu nanti kumat. Ayo habiskan makan kamu."
Freya mendesah, tidak banyak protes dan langsung memakan kembali makanannya.
Sejak kapan Freya punya penyakit Maag?
Mars tanpa sadar menoleh pada wanita berbaju dengan warna peach itu. Melihat perhatian Panji, dia yakin Freya telah dinikahi pria itu. Lelucon di era modern, di mana orang ketiga selalu lebih unggul.
Panji melirik jam tangannya, "sepertinya aku harus pergi sekarang." Dia mengambil serbet di pangkuannya lalu mengelap mulut. Setelah itu menghabiskan setengah gelas air putih.
"Ya udah, kamu juga udah telat, kan?" Freya dengan senang hati pergi dari situ, kebetulan Panji sialan itu sedang menjadikannya supir.
"Mau ke mana, kok buru-buru?" tanya Oliv yang juga telah selesai makan.
"Mau ke Bandara, ada penerbangan ke Belanda," jawab Panji ramah.
"Ibu Freya juga?" tanya Oliv.
"Nggak, Freya cuma mengantar," jawab Panji lebih dulu.
Mars berusaha untuk tidak peduli, dia terus mengunyah makanannya. Meski hatinya melegak-legak mendengar Freya akan mengantar Panji. See ... Freya dan Panji memang sudah menikah.
"Pak Panji, kenapa nggak bareng saya aja? Kebetulan saya juga mau ke Bandara jemput Mama."
Mars dan Freya sontak menoleh pada Oliv, berbeda kekagetan.
"Kok kamu nggak bilang?" tanya Mars.
"Ehm, iya lupa. Tapi emang mendadak kok, ini Mama barusan ngabarin," jawab Oliv agak terbata.
"Tapi aku, kan, nggak bisa anter Liv. Kamu tau, kan, kita lagi nunggu klien di sini?"
"Ya udah nggak papa, aku cuma pinjem mobil bentar. Nanti aku drop kamu ke sini. Lagian ketemu klien kamu sendiri juga bisa. Oke?" Oliv memutuskan. Dia mengambil kunci mobil di atas meja, mengedipkan mata pada Mars.
"Ya udah Frey, kalau gitu kamu nggak usah anter aku. Biar aku bareng Oliv aja, lagian kamu juga pasti capek." Panji pun membuat keputusannya sendiri.
Good, Panji dan Oliv sepertinya juga bekerja sama dengan semesta.
Freya dan Mars cuma bisa melongo saat dua manusia yang baru saling mengenal, tetapi akrab begitu cepat, pergi meninggalkan mereka.
Detik berikutnya adalah momen di mana Mars dan Freya saling lirik, lalu melengos.
Sampai tiba-tiba ponsel Mars berbunyi, pria itu menerimanya. Beberapa menit lamanya Mars sibuk berbicara dengan si Penelpon.
Freya merasa diabaikan, membuatnya merasa tidak ada gunanya tetap di sini. Dia pun berdiri, hendak pergi, meski rasanya sangat ingin di sana lebih lama.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm the Boss
RomanceUpdate setiap Senin Freya Oceana, pemilik Departement Store "Oceana Mode" yang hanya menjual brand-brand ternama Oceana, ciptaannya sendiri. Dia cantik, sukses di usia muda, namun sangat payah dalam kisah cinta. Banyak yang mengejarnya, mulai dari P...
