Chapter 37. Kamu Bohong, Mars!

250 49 2
                                        

Sudah dua hari ini Mars merasa tidak tenang, pikirannya selalu dipenuhi oleh kekhawatiran tentang keadaan Freya. Apakah wanita itu sudah sembuh atau malah semakin parah?

"Kenapa gue masih harus mikirin dia, sih?" keluh Mars tak habis pikir. Siang membuatnya tidak bisa konsentrasi bekerja dan malam membuatnya tidak bisa tidur.

Mars meraih ponselnya, lalu mengetik nama Freya di Contact. dia memandang nama itu untuk beberapa saat, sampai tanpa bisa dicegah jarinya menekan opsi unblock. Ini membuatku gila!

Setelah membuka blokir, Mars justru ragu untuk menelepon. Dia berulang kali meletakkan ponselnya ke kasur, lalu mengambilnya lagi. Sial!

Mars mengambil keputusan yang dia anggap paling tidak masuk akal, yaitu menelpon istri orang di malam hari. Hanya karena ingin menanyakan kabarnya, oh yang benar saja!

Tuuuut.

Tuuuut.

"Ha-halo," sapa Freya akhirnya. Suara wanita itu terdengar ragu, mungkin karena kaget tiba-tiba Mars menelpon.

Mars segera turun dari ranjang dan berdiri. "Sorry, aku ganggu malem-malem. Aku cuma pengen tau gimana keadaan kamu?" tanya Mars to the point.

"Not being well," jawab Freya dengan suara yang nampak sedang menangis.

"Kenapa, Frey? Apa masih sakit?" tanya Mars panik. Dadanya terasa seperti ditumpahi bara api, membara oleh rasa cemas tidak karuan.

"Sakit banget ..." rintih Freya terisak. "Aku sampe nggak bisa jalan, kalau dipaksa nyerinya makin hebat."

"Kenapa nggak ke dokter?" Mars semakin panik.

"Aku mana bisa sendirian, bisa nabrak nanti." Freya seperti memberikan kode atau malah peluang agar Mars yang menemani.

"Gosh! Kamu kan bisa minta anter Panji. Emang dia nggak mau nganterin kamu?" tanya Mars tak habis pikir. Ada letupan emosi dari nada bicaranya.

"Panji kan masih di Belanda, Mars. Dia baru pulang bulan depan. Lagian nggak ada urusannya sama dia."

Nggak ada urusan? Dia suami kamu, Frey!

"Ya udah sekarang kamu lagi di Pondok Indah? Biar aku yang anter, sekalian balikin mobil."

"Nggak. Aku di Apartemen."

"Hah?"

"Aku di Apartemen. Kamu nggak lupa lokasinya, kan?"

Mars hanya tidak mengerti kenapa Freya masih tinggal di Apartemen itu setelah menikah. "Iya, aku inget. Ya udah aku ke sana sekarang," ucapnya cepat.

"Sandinya masih sama, langsung masuk aja karena aku nggak bisa jalan untuk bukain pintu."

Mars terdiam.

Masih sama?

Tanggal jadian mereka?

"Mars, buruan ... Ini sakit banget," rintih Freya seakan hanya Mars yang bisa membantu wanita itu.

"Iya iya, aku ke sana sekarang." Mars langsung mematikan sambungan telepon. Dia mengambil kunci mobil Freya dan bergegas keluar kamar.

"Mau ke mana, Mars?" tanya Susi yang sedang menggendong bayinya untuk ditidurkan.

"Ada keperluan mendesak, Mbak," jawab Mars tanpa menghentikan langkah.

"Malem-malem gini? Keperluan apa?"

I'm the BossCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang