Kehilangan adalah cara terbaik untuk menyadarkan seseorang tentang apa yang selama ini dia butuhkan.
✾ ✾ ✾
Harusnya lo merasa bebas kan, Frey?
Rayain dong!
Freya memaki dirinya sendiri di depan cermin, saat sedang bersisir. Sejak sore, hingga malam seperti ini dia dilanda kegalauan. Ponselnya benar-benar sepi, tidak ada tanda-tanda Mars menelpon ataupun mengirimkan chat. Biasanya, notifikasi chat datang bertubi-tubi, bila telat sedikit saja membalasnya maka pria itu akan langsung menelpon.
Freya merindukannya, sungguh.
Freya melompat ke atas kasurnya saat ada suara notifikasi terdengar. Dia kecewa karena ternyata hanya sebuah email penawaran yang tidak penting. Dengan dada berdebar-debar, Freya membuka whatsapp dan chat terakhirnya dengan Gio. Dilihatnya pria itu sedang online, sedikit ada harapan.
Menit demi menit terus berjalan. Hingga tiga puluh lima menit lamanya Mars tetap online, namun tak satu pesan pun masuk ke ponsel Freya.
"Kamu dari tadi online ngapain sih?" omel Freya kesal.
Gengsi membuat Freya tidak bisa chat duluan, apalagi dia sendiri yang minta pada Mars untuk tidak selalu berkomunikasi.
Ini malam minggu, harusnya dia dan Mars berkencan. Jalan-jalan, nonton atau makan di warung tenda, semua hal sederhana itu terasa lebih menyenangkan ketimbang kemewahan yang Panji tawarkan.
Hingga pagi akhirnya menjelang, Freya tertidur di sofa dengan ponsel jatuh di atas wajahnya. Dia terkejut, suara bel membuatnya bangun penuh semangat. Freya yakin itu Mars, pria itu tidak akan tahan lama-lama berpisah dengannya. Sebelum membuka pintu, dia lebih dulu merapikan rambutnya.
Cklek.
Senyum ceria Freya lenyap melihat orang yang datang bukanlah yang diharapkan. Hanya seorang kurir yang membawakan bunga untuknya, dari Panji pastinya.
Bunga mawar itu rutin Freya dapatkan tiga kali sehari. Pagi, siang dan malam. Kartu ucapannya pun ditulis sangat indah, trik paling jitu memang untuk membuat wanita meleleh. Tetapi anehnya, Freya justru tidak bahagia. Dia menaruh bunga itu ke atas meja, lalu meninggalkannya.
Saat mengecek ponsel, kekecewaan Freya bertambah karena Mars benar-benar tak menghubunginya. Dia pun tidur kembali, pindah ke ranjang.
✾ ✾ ✾
Hari yang Freya tunggu pun tiba, hari senin di mana dia ingin menemui Mars dan meminta maaf. Freya mengakui kesalahannya, dia yang bermain api, tetapi Mars yang terkena imbasnya. Selama dua malam kemarin Freya sudah merenung, bertanya pada hatinya siapa yang ingin dia miliki dalam hidupnya.
Freya lebih butuh pria manis yang selalu memperlakukannya seperti bayi.
Freya lebih butuh pria yang tidak pernah kehabisan bahan untuk dibicarakan di telepon, chat ataupun saat bertemu langsung.
Freya lebih suka diajak ke Mal, nonton atau makan di pinggir jalan, karena hal seperti ini tidak bisa dilakukannya sendirian.
Freya ingin mencintai seperti remaja yang membuat hatinya terus berbunga dan berdebar.
Jawabannya adalah Mars.
"Selamat pagi Ibu Freya," sapa semua Tim divisi perencanaan, kaget karena tiba-tiba Freya ada di sana.
Freya mencari-cari Mars, tapi tidak terlihat. "Mars belum datang?" tanyanya.
Semua saling pandang. Sampai akhirnya Vivi yang menjawab, "Mars terakhir di sini jumat lalu, Bu." Semua ikut mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm the Boss
RomanceUpdate setiap Senin Freya Oceana, pemilik Departement Store "Oceana Mode" yang hanya menjual brand-brand ternama Oceana, ciptaannya sendiri. Dia cantik, sukses di usia muda, namun sangat payah dalam kisah cinta. Banyak yang mengejarnya, mulai dari P...
