Chapter 33. Partner Bisnis

347 46 3
                                        

Takdir becandanya udah nggak lucu.

✾ ✾ ✾

Beberapa hari ini Freya sangat sibuk, jadwal meeting-nya padat membahas pembangunan gedung untuk Store barunya, Oceana Jewelry. Kebetulan, dia sendiri yang ingin turun tangan menentukan seperti apa konsep perancangan ruang dalam nanti.

Saat ini, dia sedang fokus mendengarkan presentasi Konsultan Perencana kepercayaannya yang sudah ditunjuk untuk mengurus segalanya.

Anthony menunjukkan gambar rencana, perhitungan struktur, rencana anggaran biaya dan lain sebagainya.

"Untuk tahap persiapan dan pekerjaan awal, semua aman Bu Freya," jelas Anthony.

"Anggaran kita, apa ada masalah?"

"Untuk saat ini semua sesuai dengan RAB kita, Bu," jawab Anthony dengan mantap.

Freya menoleh pada pegawai lainnya. "Bagaimana di lapangan, Pak Burhan?" tanya Freya pada Pengawas lapangan.

"Kita sudah memasuki proses pekerjaan struktur bangunannya, Bu. Sampai saat ini, semua masih terkontrol dengan baik," jawab Anthony.

"Target?"

"Bisa dipastikan semua akan selesai sesuai target yang Ibu Freya minta," jawab Burhan.

"Kontraktor yang kalian pilih punya track record yang bagus, kan?" tanya Freya kembali.

"Sudah kita cek, Bu dan mereka tidak pernah bermasalah selama masa pekerjaannya," jawab Anthony.

"Good." Freya mengangguk puas. "Laporkan terus perkembangannya, kita akan lakukan meeting secara rutin setiap hari jum'at," putua Freya.

"Baik Bu," jawab Anthony dan Burhan bersamaan.

"Oh ya, bagaimana dengan track record Arsitek-nya sendiri?" tanya Freya sebelum meeting diakhiri.

Bertepatan dengan itu, pintu ruangan meeting dibuka oleh Elsha.

✾ ✾ ✾

"Mars, barusan aku dapet email dari Pak Moris mengenai data-data klien yang akan kita tangani," beritahu Oliv saat Mars datang.

Mars melirik jam di tangannya, dia terlihat sangat buru-buru. "Kita pelajari di jalan aja, Liv. Ini sudah hampir telat," ajak Mars sambil berjalan masuk ke ruangannya.

Oliv mengangguk dan langsung mempersiapkan segala keperluan untuk mereka menemui klien.

Olivia Maureen, dia adalah sekertaris pribadi Mars yang merangkap segalanya. Partner kerja, sekaligus teman dalam berbagi cerita. Mereka berkenalan saat sama-sama melamar pekerjaan di Construction Companies, yang berakhir tragis karena ditolak.

Hingga waktu semakin mendekatkan mereka. Alih-alih melamar kerja, mereka justru berpikir untuk membuka usaha jasa dalam bidang Arsitektur dan Design. Awalnya sangat sulit, pernah selama satu bulan tidak ada yang mau memakai jasa mereka. Luntang lantung di jalan membagikan brosur. Sampai akhirnya sebuah kesempatan besar didapatkan dari seorang owner perusahaan konstruksi yang mereka selamatkan dari perampokan. Pada akhirnya mereka tumbuh dan mampu membangun sendiri jasa design secara profesional. Hingga saat ini, sudah ada lebih dari lima kontraktor besar yang memakai mereka setiap kali mendapatkan project.

Termasuk hari ini, sebuah project baru akan mereka tangani dengan nilai milyaran rupiah.

Mars keluar dari ruangannya sambil membawa sebuah tas berisi laptop. "Gimana, Liv, udah siap?" tanyanya.

I'm the BossCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang