[Dua tahun kemudian]
.
.
.
✾ ✾ ✾
"Astaga, Gishi kamu pipis?" Freya menjerit saat pahanya terasa hangat dan basah. Rok pendeknya ikut terkena cairan kencing bayi kecil itu, mengalir hingga ke betisnya.
Gishi yang baru berusia enam bulan itu tertawa, seakan dia memang sengaja mengencingi Freya. Tawanya yang renyah itu membuat Freya tidak bisa marah, gemas sekali melihatnya.
"Hmm, kayaknya ini cara Papa kamu balas dendam, ya?" tanya Freya menjepit pipi gembul Gishi dengan jarinya.
Gishi kembali tertawa.
Hari ini, Freya sedang mengajak Gishi jalan-jalan ke Mal, menculiknya dari Gio dan Shila. Setiap kali sedang merasa kesepian, Gishi lah satu-satunya yang bisa menghibur Freya. Setelah puas mengajak Gishi bermain di tempat permainan balita, Freya pun makan di restoran sushi.
"Kita ganti celana di Toilet dulu ya?" ajak Freya sembari menggendong Gishi dengan posisi bayi itu menghadap ke depan. Tak lupa dia membawa tas bayi yang berisi perlengkapan Gishi. "Mama kamu tuh harusnya pakein kamu diaper sebelum jalan-jalan sama Tante."
DEG!
Jantung Freya seakan ditekan oleh balok besar yang menghimpit dadanya begitu keras. Setelah dua tahun lebih, sosok yang selama ini tidak pernah menghilang di hatinya, terlihat kembali.
Dia lah Marcello Hakim, pria yang telah membuatnya berdarah-darah.
Sama seperti Freya, Mars juga nampaknya sangat kaget. Tadinya dia berjalan santai memasuki restoran itu, saat tiba-tiba hampir bertabrakan dengan Freya yang sedang terburu-buru.
Beberapa detik yang terasa lama itu dihabiskan oleh mereka berdua untuk saling menatap saja. Mata keduanya seakan sedang bicara, soal rindu yang selama ini terpendam.
Gishi menggeliat dari gendongan Freya, bayi perempuan itu sangat aktif.
Mata Mars teralihkan, menatap bayi cantik yang tengah Freya gendong. Dia terpaku beberapa detik, sampai akhirnya bisa menguasai diri dan kembali menatap Freya. "Hai," sapanya dengan nada yang biasa saja.
"Hai," sapa Freya balik, terasa berat seperti ada yang menyumbat tenggorokan.
"Lama nggak ketemu," ucap Mars berbasa-basi.
"Iya, lama banget," jawab Freya.
"You look better now," puji Mars.
Freya tersenyum. Hanya sebentar, karena saat tiba-tiba seorang perempuan datang dan merangkul lengan Mars, senyumnya lenyap. Freya berusaha tetap tenang dan kembali tersenyum. Pedih. "You too," balasnya, menyindir seandainya Mars cukup peka.
Wanita itu nampak menatap Freya dengan jenis penasaran, namun tidak bertanya apa-apa.
Gishi kembali menggeliat, kali ini disertai rengekan. Bayi ini mungkin mulai merasa tidak nyaman karena celananya yang basah.
"Aku duluan ya," pamit Freya.
Mars mengangguk.
Freya tersenyum tipis dan meninggalkan restoran itu. Dia tidak lagi menoleh ke belakang, dengan langkahnya yang begitu cepat.
Mars menoleh ke belakang, menatap punggung Freya yang kian menjauh.
✾ ✾ ✾
Freya akhirnya membeli stroller bayi karena takut Gishi jatuh, tubuhnya melemah seiring dengan bertemunya dia dan Mars tadi. Senang, sedih, marah dan kecewa semua bercampur aduk di pikirannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm the Boss
RomansaUpdate setiap Senin Freya Oceana, pemilik Departement Store "Oceana Mode" yang hanya menjual brand-brand ternama Oceana, ciptaannya sendiri. Dia cantik, sukses di usia muda, namun sangat payah dalam kisah cinta. Banyak yang mengejarnya, mulai dari P...
