Freya sedang meeting dengan Konsultan dan Pengawas lapangannya, bersama salah seorang perwakilan dari TOW Contractor dan juga Mars. Mereka sedang mencari solusi untuk satu tiang besar yang berada di tengah-tengah Store nantinya. Freya bersikeras tidak ingin ada satu tiang pun terlihat di area dalam store, sementara menurut ahlinya itu mustahil.
Namun, di situasi menegangkan dan seserius ini Mars justru bermain-main. Dia membuat Freya gugup dengan caranya menatap dan tersenyum, yang disengaja untuk menggoda wanita itu. Belum lagi, mereka duduk berdekatan, jahilnya kaki Mars merayapi betis Freya.
"Bagaimana, Pak Mars?" tanya Firman secara tiba-tiba.
Mars refleks menurunkan kakinya dan bersikap seolah-olah mendengarkan. Dia berdeham sebelum bicara, bisa dia lihat Freya sedang mengulum senyum. "Bagaimana kalau kita menjadikan tiang itu sebagai Akuarium?" tanya Mars, kali ini dia serius.
Freya dan yang lainnya menatap Mars penasaran. Belum terbayang di benak mereka bagaimana jadinya tiang oval dengan diameter 60cm itu dijadikan Akuarium.
Mars berdiri, dia mendekati proyektor dan mengkoneksikannya dengan laptop miliknya. Lalu tampaklah sebuah desain tiga dimensi yang menunjukkan tiang permasalahan sejak beberapa hari belakangan.
"Karena posisi tiang berada di tengah, memang akan sangat mengganggu bila dibiarkan tetap seperti ini. Ditempel gambar pun, rasanya akan kurang menarik. Dipasang full mirror pun kesannya akan biasa saja. Maka dari itu saya memikirkan bagaimana kalau tiang ini dijadikan Akuarium."
Mars menggeser slide ke foto tiga dimensi berikutnya. Tiang yang tadi berubah menjadi sebuah Akuarium full dari atas hingga bawah.
"Prakteknya akan seperti ini," kata Mars sambil menggeser kembali slide.
Freya dan tiga lainnya seketika terpana, tiang itu benar-benar tidak terlihat lagi. Hanya sebuah Akuarium raksasa yang tampak, beserta dengan ikan-ikannya yang cantik.
"Ini bisa direalisasikan?" tanya Freya begitu antusias.
"Tentu bisa, Bu Freya. Saya sudah mendiskusikan ini dengan pekerja di lapangan dan mereka menyanggupi. Bukan begitu Pak Firman?" jawab Mars kemudian.
"Ya, ini bisa direalisasikan," jawab Firman meyakinkan.
"Waw," Freya tak bisa menyembunyikan rasa takjubnya. Video itu seolah-olah memang store-nya, akan secantik itu nanti. "Oke, yang ini saya setuju," putus Freya tanpa berpikir lebih lama.
Semua pun tersenyum lega dan saling mengangguk. Meeting akhirnya selesai setelah satu jam dilalui bersama CEO perfeksionis yang tidak bisa dibantah seperti Freya.
Mars sengaja memperlambat aksinya membereskan barang-barangnya, dia mengulur waktu. Satu persatu keluar lebih dulu setelah bersalaman dengan Freya dan dirinya.
"Bisa-bisanya ya kamu kayak tadi di saat kita lagi meeting?" protes Freya. Bibirnya sudah gatal ingin memarahi pria itu.
"Habisnya bosen," sahut Mars terkekeh. "Meeting sama kamu tuh auranya ngeri banget, lihat aja orang-orang tadi sampe minum aja nggak selera."
Memang benar, air mineral di gelas tiga Pria tadi masih dalam keadaan penuh. Freya memang menyeramkan dengan uang dan kekuasaan yang dia punya.
"Aku cuma mempertahankan apa yang aku mau," ujar Freya membela diri.
"Tapi pertahanan kamu baru saja goyah, Ibu Freya," ledek Mars.
Freya tercengir. "Gimana sih kamu bisa nemu ide sehebat itu? And by the way, gimana cara mengaplikasikannya nanti? Aku mulai berpikir, bagaimana cara mengganti airnya nanti?"
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm the Boss
RomansaUpdate setiap Senin Freya Oceana, pemilik Departement Store "Oceana Mode" yang hanya menjual brand-brand ternama Oceana, ciptaannya sendiri. Dia cantik, sukses di usia muda, namun sangat payah dalam kisah cinta. Banyak yang mengejarnya, mulai dari P...
