"It's over, Frey. Aku udah nggak punya rasa percaya diri untuk memiliki kamu. Aku malu banget, harusnya aku sadar diri sejak dulu, siapa aku dan siapa kamu. Aku bermimpi terlalu tinggi, sampai rasanya sesakit ini saat jatuh."
✾ ✾ ✾
"Bahaya gimana, Mbak?" Mars begitu panik sampai helm yang ada ditangannya di jatuhkan begitu saja.
"Sekarang dia lagi sama Panji, di hotel. Panji itu berbahaya. Kamu harus selametin Freya!"
Mars tertegun untuk beberapa saat, masih mencerna kata-kata Susi dengan otaknya yang waras. "Kenapa Freya bisa sama Panji?"
"Panjang ceritanya Mars, nggak ada waktu!"
Mars menggertakkan rahangnya. Dia mengambil helm-nya kembali dan memasangnya ke kepala. "Di mana, Mbak?"
"Ex7 hotel, temen Mbak ada yang kerja di sana, namanya Mira. Mbak udah bilang ke dia," beritahu Susi cepat.
Mars langsung naik ke motornya, lalu menyalakannya dan melesat bagai angin. Sepanjang jalan pikirannya dipenuhi oleh berbagai pertanyaan.
Kenapa Freya bisa bersama Panji?
Kenapa mereka di hotel?
***
Mars telah berdiri di depan pintu kamar yang dimaksud oleh Mira, dia melewati jalan rahasia di mana kartu aksesnya hanya dipegang oleh staff yang berkepentingan saja. Mira sendiri bilang, setelah ini dia pasti akan dipecat, tapi wanita itu memang tidak berniat bekerja di sana lagi karena sering digoda oleh Panji.
BRAK!
Mars menendang pintu itu setelah berhasil membuka aksesnya, suara pintu yang menabrak tembok dengan keras menyebabkan seorang pria setengah telanjang di dalam sana terkejut.
"Gimana lo bisa masuk sini?!" teriak Panji.
BUGH!
Wajah Panji terkena pukulan Mars dan pria itu langsung mundur ketakutan memegangi wajahnya yang terawat itu. Dia meraih gagang telepon, menekan line 03 untuk memanggil Satpam.
"Mars ..." panggil Freya dengan suara tersendat akibat menangis.
Mars mengepal tinju, dia menoleh pada Freya yang tengah terikat di atas ranjang. Tangan wanita itu diikat dengan seutas tali yang dibelitkan di kepala ranjang. Freya hanya mengenakan bra dan rok sepan yang sudah terangkat. Buru-buru Mars melepas jaketnya menutupi tubuh kekasihnya itu.
"Kamu nggak papa?" tanya Mars setelah ikatan tangan Freya berhasil dia lepas.
Freya menggeleng. Dia merapatkan jaket Mars ke tubuhnya, demi apapun yang dia takutkan saat ini bukan lah yang baru saja terjadi, akan tetapi hal lain yang akan segera Mars ketahui.
"Gue bakal bunuh lo," desis Mars begitu marah. Dia mengayunkan tangan ke udara, hendak memukul Panji lagi. Saat tangannya itu nyaris mengenai wajah Panji ...
Sebuah video yang tengah berputar di televisi membuat Mars tercengang. Berisi adegan Panji melamar Freya dengan sebuah cincin mewah, Freya terlihat menerimanya. Cincin itu ... Mars pernah melihatnya di dalam tas Freya saat itu.
Panji ikut menoleh pada layar televisi, tadinya dia sudah ketakutan dipukul oleh Mars, tetapi sekarang dia memiliki alat untuk menyerang.
"Saat kita nginep di Singapore, kamu bohong apa sama dia, Frey?" tanya Panji dengan sengaja.
Freya tidak menyahut, wajahnya pucat dan begitu cemas.
Mata Mars tetap terpaku pada video, di mana Freya yang hanya memakai bikini duduk di pangkuan Panji dan pria itu menciumi lehernya dengan rakus. Freya terlihat menikmati dengan mata terpejam. Mars teringat momen di mana Freya bilang akan ke rumah orang tuanya, tetapi tidak bisa dihubungi sepanjang malam. Saat pulang, leher Freya dipenuhi jejak ciuman.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm the Boss
RomansaUpdate setiap Senin Freya Oceana, pemilik Departement Store "Oceana Mode" yang hanya menjual brand-brand ternama Oceana, ciptaannya sendiri. Dia cantik, sukses di usia muda, namun sangat payah dalam kisah cinta. Banyak yang mengejarnya, mulai dari P...
