Pulang

3K 437 225
                                    

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Menjadi bagian dari salah satu pameran besar, dan bisa bekerja sama dengan beberapa pelukis besar dunia, membuat Taeyong sangat bangga dengan pencapaiannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Menjadi bagian dari salah satu pameran besar, dan bisa bekerja sama dengan beberapa pelukis besar dunia, membuat Taeyong sangat bangga dengan pencapaiannya. Meski ini bukan yang pertama, tetapi Taeyong merasa jauh lebih dilirik dibandingkan pameran internasional pertamanya. Jauh lebih banyak kritikus seni, kolektor, serta media yang melirik seluruh karyanya hari ini. Bahkan ada banyak media yang ingin melakukan wawancara dengan Taeyong, hingga pria itu kewalahan untuk menghadapinya.

Apalagi Taeyong benar-benar sendiri, dan dikerumuni oleh banyak orang malah membuatnya jadi bingung harus bertingkah seperti apa. Meski ada beberapa pelukis yang ia kenal turut ikut serta, tetap saja ada batasan nyata yang membuat Taeyong merasa seorang diri.

Well, setidaknya perasaan itu hilang sejenak ketika Samuel datang mengingat Taeyong berikan undangan untuknya. Samuel kembali datang seperti pameran seperti sebelumnya, tetapi kedatangannya tak membuat Taeyong terlalu semangat seperti pertama. Alasannya? Tentu saja karena Samuel jadi akan membicarakan Naura.

"Kamu nggak telepon Naura? Di sana pagi, 'kan?"

Ya, pameran diadakan saat malam hari, dan Taeyong yakin sekarang Naura sedang menunggu kabarnya. Tetapi melihat Samuel yang masih tetap bersamanya selama acara, membuat Taeyong mengurungkan niatnya untuk menghubungi Naura. Bisa-bisa Samuel malah mencari kesempatan.

"Nanti aku telepon pas udah selesai. Sekarang masih rame banget."

"Beruntungnya bisa sama Naura." Samuel tertawa sembari menepuk bahu Taeyong. "Tapi aku masih nggak nyangka sama sekali karena kamu bisa sama Naura. Kirain Naura tuh bukan tipe kamu gitu lho. Soalnya kalau lihat kamu kayak gini, aku mikirnya tipe ideal kamu tuh tinggi banget. Yang too good to be true gitu."

Taeyong mengernyit dan sedikit tersinggung mendengar ucapan Samuel. Meski niatnya tak mengejek, tetap saja Taeyong merasa kalau Samuel sedang meremehkan Naura.

"Dia itu udah yang terbaik banget, Sam. Naura emang bukan orang yang too good to be true, but perfect for me."

Samuel kembali tertawa dan mengangguk setuju dengan penuturan Taeyong. "Aku percaya kalau kamu ngomong gitu. Aku belum ketemu Naura lagi, dan aku yakin dia emang banyak berubah. Pasti lebih cantik, lebih baik, lebih pintar, dan lebih memikat. Buktinya, Naura berhasil dapetin laki-laki idaman cewek-cewek pas masa sekolah. Berarti Naura emang sekuat itu auranya."

UnhiddenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang