Extra: Lingkaran Takdir

1.9K 223 72
                                    


Alurnya maju mundur, jadi harap fokus ^^

"Kak Samuel tuh ikhlas nggak sih setiap ngajakin aku berangkat bareng?" Naura melepaskan helmnya dan memberikan pada sang pemilik yang tertawa melihatnya bersungut-sungut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kak Samuel tuh ikhlas nggak sih setiap ngajakin aku berangkat bareng?" Naura melepaskan helmnya dan memberikan pada sang pemilik yang tertawa melihatnya bersungut-sungut. "Kalau antar tuh sampai masuk ke gerbang gitu lho. Aku 'kan malas kalau harus jalan lagi sampai gerbang."

"Bukannya aku nggak ikhlas, Ra," kata Samuel mencoba membela diri. "Masalahnya kalau mau masuk gerbang dan bawa boncengan, nanti bisa-bisa ditanya banyak sama satpam. Mending 'kan aku turuninnya nggak jauh dari gerbang banget."

"Emang bener ditanya-tanya?"

"Iya, Ra. Daripada telat, mendingan kamu diturunin jauh-jauh gini biar aman."

Sebenarnya Naura memang sering mendengar rumor kalau siswa yang membawa kendaraan bermotor ke sekolah tidak boleh membawa boncengan. Seperti yang dikatakan oleh Samuel, kalau ada yang nekat masuk ke sekolah sambil membawa boncengan, bisa-bisa diberi banyak pertanyaan yang akan membuang-buang waktu. Naura tidak tahu apakah rumor itu benar adanya, tetapi semua siswa menurut saja karena mencari aman. Samuel memasuki gerbang sekolah dengan motornya, sementara Naura harus sedikit berjalan untuk sampai ke sekolah.

Baru juga tiba memasuki area sekolah, Naura sudah disambut dengan jeritan yang ditahan oleh beberapa siswi di sekitarnya. Ini terjadi bukan karena ada kejadian menggemparkan yang terjadi sangat langka, melainkan karena ada seseorang yang sering terlihat di sekitar sekolah, tetapi kehadirannya seperti baru pertama muncul ke publik. Namanya Taeyong Lee, senior Naura yang menjadi idaman kaum Hawa, termasuk dirinya. Ya, Naura bukan seperti tokoh fiksi dalam cerita yang tidak menyukai selebritas sekolah dengan berlagak membencinya, lalu tingkahnya itu menjadi daya tarik bagi sang selebritas untuk didekati. Naura sama seperti kebanyakan orang, memiliki kekaguman besar pada seorang Taeyong yang dikenal oleh satu sekolah. Mulai dari yang mengenalnya karena tampan, bakat seninya yang membuat orang berdecak kagum dan dicintai oleh guru seni, hingga akademiknya yang tidak kalah cemerlang.

Tiga hal yang menjadi poin utama dalam diri Taeyong dan menambah karismanya. Naura tidak akan bosan memandangi Taeyong yang memang menawan. Sama seperti siswi lain, Naura juga rela menghentikan langkahnya hanya untuk melihat Taeyong yang sedang berjalan menghampiri pacarnya, lalu pergi berdua untuk masuk ke gedung sekolah tanpa melirik penggemarnya sedikit pun. Ya, beginilah kalau menyukai pacar orang.

"Woy! Bengong aja."

Teguran Samuel membuat Naura sadar dan langsung berusaha sebiasa mungkin, tidak ingin membuat Samuel curiga kalau Naura sudah memperhatikan Taeyong sejak tadi.

"Lihatin apaan, sih? Pacar orang, ya?"

"Pacar orang?"

"Maksudnya teman aku, si Taeyong. Pasti lihatin dia kayak yang lain, 'kan?"

Naura menggeleng, membantah tuduhan itu. "Aku nggak ngelihatin dia. Aku 'kan lagi nunggu kamu, Kak."

Samuel memang teman Taeyong karena berada di klub yang sama. Mereka cukup dekat dan Naura pernah beberapa kali melihat Samuel dan Taeyong bersama-sama. Bahkan tadi Samuel sempat menyapa Taeyong, tetapi tidak bicara banyak karena laki-laki itu keburu menghampiri pacarnya. Naura memang tidak pernah memberi tahu Samuel kalau ia menyukai Taeyong. Khawatir Samuel mengejeknya atau mengadu pada Taeyong. Well, itu belum tentu terjadi, tetapi Naura harus tetap jaga-jaga agar hal buruk itu tidak akan menimpanya. Gawat kalau Samuel sudah berulah, Naura akan dibuat malu seumur hidup.

UnhiddenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang