Siaga

5.8K 620 181
                                    

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Taeyong lelah jagain Naura yang mau lahiran, Yorobun)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Taeyong lelah jagain Naura yang mau lahiran, Yorobun)







Menjadi suami siaga di saat istri akan melahirkan itu adalah kewajiban yang harus dilakukan. Taeyong berusaha melakukan kewajibannya ketika persalinan Naura makin dekat. Kontraksi yang Naura rasakan mulai teratur, yang artinya sebentar lagi putra kembar mereka akan lahir.

Setiap kali kontraksi, wajah Naura akan terlihat sangat pucat. Namun, setelah selesai kontraksi Naura akan kembali seperti biasa meskipun jadi tidak banyak bicara kalau tidak dipancing.

Mendekati persalinan, Naura jadi banyak mau, tetapi tidak menuntut untuk dipenuhi. Selain itu, Naura juga jadi lebih mudah lelah. Ditambah kehamilan kembar membuat kontraksinya jauh lebih terasa berat dibandingkan kehamilan tunggal.

"Aya, butuh apa lagi?" tanya Taeyong ketika menyiapkan barang-barang untuk persalinan.

"Yang di-list itu udah masuk semua ke tas?"

"Udah," jawab Taeyong seraya menunjukkan tas yang ada di atas meja. Tas yang berisikan semua keperluan Naura untuk persalinan nanti.

"Yaudah, itu aja."

Taeyong yang tadinya berdiri, langsung bergegas duduk ketika melihat Naura mulai merasakan kontraksi di pagi hari. Naura buru-buru meraih tangan Taeyong untuk dijadikan pegangan dan pelampiasan rasa sakitnya. Kontraksi yang kuat sudah sering terjadi, tetapi setiap kali ke rumah sakit, dokter pasti akan mengatakan bahwa kondisi Naura masih baik-baik saja dan belum ada pembukaan. Persalinan pun belum bisa dilakukan.

Wajah Naura yang tadinya segar, seketika langsung pucat setiap kali kontraksi seperti ini. Naura akan diam, tetapi cengkramannya pada Taeyong menandakan bahwa sakit yang dirasa bukan main. Hingga akhirnya kontraksi itu hilang dan Naura langsung lemas. Taeyong segera merangkul Naura, menyandarkan kepala istrinya ke bahunya agar bisa menuntaskan rasa sakit yang tersisa.

"Udah agak enakan, 'kan?"

Naura mengangguk, meskipun masih lemas. Naura jadi teringat cerita Nadine tentang persalinan normal yang lebih dulu dia lakukan. Naura juga pernah melihat bagaimana saat Nadine mengalami kontraksi.

UnhiddenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang