(Silakan Baca Hidden Words dulu)
Pengantin baru ✔
Punya anak ✔
Lalu... apa lagi?
Ikuti saja kisahnya. Kisah Taeyong dan Naura. Pasangan abu-abu yang kini jauh lebih berwarna dengan kisah barunya.
Hanya kisah sederhana yang mungkin terkesan biasa...
Ini yang pada request Taeyong-Naura masih pada hadir gak, ya? Kok kayaknya makin terkikis oleh waktu. Ramenya kalau lagi ada yang bikin hareudang. Apa kalian kudu dikasih panas, panas, panas dulu biar pada muncul? 🤣🤣🤣
Yaudah, nanti dikasih sesuai rencana. Semoga yang tadinya hening, ada keinginan untuk ikut meramaikan hehe.
Anyway, Unhidden kayaknya cuma sampai chapter 40-an. Pokoknya sampai bagian hareudang tamat.
Okelah, enjoy saja chapter adem ini 🙏
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Entah sudah berapa kali Naura mengagumi visual yang disuguhkan oleh Taeyong ketika menggunakan setelannya. Berkali-kali Naura melihatnya, tetapi selalu memiliki kesan seperti baru pertama melihat. Taeyong itu memang ajaib. Apa pun pakaian yang dia kenakan selalu terlihat cocok dan berhasil menyempurnakan penampilannya. Jangankan pakaian yang rapi, sekadar mengenakan celana pendek dan kaos oblong dengan rambut yang berantakan karena baru bangun tidur saja sudah membuat Taeyong bersinar. Memang sulit kalau memiliki suami setampan Taeyong. Setiap harinya harus siap diberi serangan ketampanan yang membuat Naura seperti di negeri dongeng.
"Gimana menurut kamu? Ada yang kurang?" tanya Taeyong setelah cukup lama bercermin untuk meyakinkan dirinya bahwa penampilan dia sudah sangat sempurna.
Naura yang sejak tadi mengamati seraya duduk di tepi kasur, langsung mengangguk sembari menatap Taeyong dengan penuh rasa kagum. Naura berdiri, kemudian mendekati Taeyong. Setelah berada di hadapannya, Naura merapikan sedikit dasi yang dikenakan oleh Taeyong agar penampilannya bisa lebih memuaskan ketika dipandang.
"Kamu ganteng gini aja masih ngerasa ada yang kurang."
"Bagi orang-orang, aku boleh kelihatan oke terus. Tapi aku nggak mungkin ngerasa oke setiap saat, Aya. Pasti ada saat-saat di mana lagi nggak pede kayak sekarang."
"Pasti deg-degan banget, ya."
Taeyong mengangguk sembari menghela napas panjang, lalu mengembuskannya perlahan. Malam ini adalah malam yang sudah ditunggu-tunggu oleh Taeyong. Ya, pembukaan galeri miliknya yang dibangun bersama Julian sebagai rekannya. Galeri itu menjadi hak milik Taeyong dan Julian sebagai salah satu investor terbesar. Atas kesepakatan bersama, nama yang galeri menggunakan inisial nama Taeyong dengan nama T's Art. Sebagai salah satu acara pembukaan, galeri mengadakan pameran dari karya Taeyong dan beberapa pelukis yang juga menjadi kenalannya.
Tak heran Taeyong terlihat gugup karena malam ini menjadi momen penting dalam hidupnya. Memiliki galerinya sendiri menjadi salah satu impian Taeyong dan dia bersyukur bisa mendapatkannya bersamaan dengan karier yang sangat sukses.
"Aku yakin kamu dilirik-lirik orang banyak perempuan."
Sudah Taeyong duga kalau Naura pasti akan membahas-bahas hal tersebut. "Itulah kenapa kamu harus ikut, Aya. Supaya ngedampingin aku selama pembukaan. Anak-anak juga sengaja dibawa supaya yang tadinya nggak tahu, jadi tahu kalau aku udah berkeluarga."