(Silakan Baca Hidden Words dulu)
Pengantin baru ✔
Punya anak ✔
Lalu... apa lagi?
Ikuti saja kisahnya. Kisah Taeyong dan Naura. Pasangan abu-abu yang kini jauh lebih berwarna dengan kisah barunya.
Hanya kisah sederhana yang mungkin terkesan biasa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tolong jangan tanyakan bagaimana kondisi Naura sekarang karena Taeyong tidak bisa menjabarkannya dengan baik. Jika dilihat sekilas, wanita itu tampak sehat. Masih bisa terlihat baik-baik saja di hadapan anak-anak, tetapi berbanding terbalik setiap kali berada di hadapan Taeyong, apalagi kalau hanya mereka berdua saja. Satu yang pasti, Taeyong tahu kalau Naura ketakutan. Ya, Naura takut pada suaminya dan nyaris menolak berada di satu tempat dengan Taeyong. Kalaupun mengharuskan berada di tempat yang sama, itu karena anak-anak.
Dari situ Taeyong tahu bahwa dia tidak bisa diam saja dan bertingkah seolah menerima keadaan Naura. Salah satu penyebab kenapa Naura begitu karena ulah Taeyong juga, jadi pria itu harus bertanggung jawab atas kesalahannya. Setelah memberi tahu pada Hendery apa yang sudah terjadi pada Naura, adik iparnya bungkam karena tidak sanggup memberikan komentar.
'Kamu jahat, Kak,' adalah kalimat pertama yang Hendery katakan pada Taeyong. Ya, hanya itu kalimat jahat yang berhasil Hendery katakan, karena berikutnya pria itu menangis. Hendery menangis membayangkan semua yang telah dilalui oleh Naura, tanpa banyak yang tahu hingga tidak ada yang bisa mengulurkan tangan untuk membantunya.
Pantas jika Naura sangat terguncang, pasalnya luka yang ia dapatkan begitu besar. Setelah menangis karena mengasihani Naura, barulah Hendery mau bicara lagi pada Taeyong yang dikurung dalam penyesalan dan rasa bersalah. Taeyong beberapa kali meminta maaf, tetapi Hendery menolak. Katanya, jika Naura tidak bisa sembuh, Hendery tidak ingin memaafkannya. Meski begitu, Hendery tetap berbaik hati dengan menyarankan Taeyong untuk membawa Naura konsultasi pada psikolog. Hendery merekomendasikan temannya saat kuliah dan kalau bisa akan meminta temannya untuk menyiapkan jadwal. Taeyong menerima saran Hendery, tetapi khawatir Naura malah menolak.
Jadi, sampai saat ini Taeyong belum memberikan bantuan pengobatan untuk kondisi mental Naura yang terguncang. Malah membawa Naura makin jauh darinya.
Taeyong keluar dari kamarnya saat tengah malam, berniat ingin melihat keadaan Naura di kamar setelah tidur. Ya, kadang Taeyong masuk ke kamar hanya untuk melihat Naura dalam waktu lama, karena hanya dengan cara itu maka Taeyong bisa mengetahui bagaimana kabar istrinya dengan jelas. Namun, kali ini Taeyong tidak bisa melihat Naura di kamar karena sang istri berada di ruang tengah, sedang duduk dengan mata yang setengah terpejam karena kantuk.
"Aya ...." Taeyong memanggilnya, berharap ada respon yang diberikan. Sayang, yang diterima Taeyong hanyalah keheningan.
Naura mendengar, tetapi tidak menjawab, apalagi menoleh. Ia menulikan telinganya, membutakan matanya, dan membisukan lisannya. Dari kondisinya yang makin jauh dari realitas, Taeyong tidak mungkin membiarkannya saja. Benar kata Hendery, Naura harus dibawa pada orang yang ahli. Taeyong masih berdiri di dekat pintu kamarnya, menatap Naura yang entah kapan mau memberikan sedikit saja atensi untuk Taeyong.