(Silakan Baca Hidden Words dulu)
Pengantin baru ✔
Punya anak ✔
Lalu... apa lagi?
Ikuti saja kisahnya. Kisah Taeyong dan Naura. Pasangan abu-abu yang kini jauh lebih berwarna dengan kisah barunya.
Hanya kisah sederhana yang mungkin terkesan biasa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Yang mau aku sama Aya baikan, kalem dulu)
Taeyong masih ingat betul pesan yang Hendery kirim padanya. Adik iparnya akhirnya mau memberi tahu di mana Naura saat ini. Tak hanya memberi tahu di mana Naura dan anak-anaknya berada, Hendery juga memberi tahu bagaimana kondisi istrinya sekarang. Sakit. Begitu yang dikatakan oleh Hendery sampai Taeyong gemetar tatkala membaca pesan itu. Hendery memberikan alamat apartemennya dan membuat tangan Taeyong makin gemetar saking bahagianya. Akhirnya dia bisa menemukan di mana lokasi Naura dan kedua putranya sekarang. Taeyong segera mengucapkan terima kasih pada Hendery karena sudah mau memberi tahunya soal Naura.
Taeyong tidak bisa menahan senyumnya ketika akhirnya dia bisa mengetahui keberadaan Naura sekarang. Taeyong menganggap ini sebagai kesempatan yang diberikan Tuhan untuknya. Kesempatan untuk mengembalikan keutuhan keluarganya. Penyesalan Taeyong boleh datang terakhir, tetapi perjuangannya tidak boleh berakhir. Justru ini adalah awal dari perjuangannya untuk mendapatkan keluarganya kembali.
Sesuai saran Hendery, keesokan harinya Taeyong datang ke sekolah Si Kembar, tepat di pertama mereka sekolah. Pria itu datang saat jam sekolah sudah selesai dan berniat untuk menjemput mereka. Setibanya di sekolah, Taeyong melihat Taera dan Tiras yang dijemput oleh Hendery bersamaan dengan menjemput anak-anaknya juga.
Taeyong tidak terkejut, karena Hendery sendiri memang memberi tahu padanya kalau dia akan menjemput Si Kembar. Semua itu atas permintaan Naura sendiri karena wanita itu tidak bisa keluar rumah. Terlalu berisiko karena Naura sedang menghindari Taeyong dan juga Marcel.
"Taera, Tiras." Taeyong memanggil mereka berdua yang hampir masuk ke dalam mobil Hendery.
Taera dan Tiras menoleh ke arah suara yang memanggil mereka. Keduanya kompak terkejut melihat Taeyong yang datang ke sekolah. Si Kembar pun menghampiri Taeyong dan memeluknya sang papa yang tidak mereka temui selama liburan sekolah.
"Papa!" seru Si Kembar kompak.
Taeyong langsung memeluk Si Kembar dan mengecup puncak kepala mereka bergantian. Taeyong benar-benar merindukan Taera dan Tiras yang terlihat sehat dan baik-baik saja. Mereka juga sama rindunya dengan Taeyong. Astaga! Taeyong hampir saja menangis jika tidak mengingat sekarang dia sedang berada di keramaian.
"Papa, mau jemput kita, ya?" tanya Taera seraya mengangkat wajahny dan menatap Taeyong.
"Iya. Papa mau jemput kalian."
"Sama Mama juga, 'kan?" Tiras ikut bertanya dengan senyum semringah.
Taeyong mengangguk dan melebarkan senyumnya. "Iya. Papa juga mau jemput Mama pulang."
Hendery menghampiri Taeyong yang benar-benar datang ke sekolah untuk menjemput Taera dan Tiras. Seandainya Naura tahu kalau Hendery sudah memberi tahu di mana keberadaannya, wanita itu bisa saja marah. Namun, Hendery tidak mungkin diam saja saat kondisi Naura membutuhkan seseorang untuk menjaganya. Bagi Hendery, orang itu adalah Taeyong. Hendery memberi kode agar Si Kembar ikut bersamanya agar Taeyong bertemu dengan Naura seorang diri. Taeyong langsung mengerti kode yang diberikan oleh Hendery. Dia pun tidak ingin membebani anak-anak saat bertemu Naura yang bisa saja menolak kehadirannya.