Sebelas Tahun

2.2K 388 108
                                    

200 vote untuk chapter ini 💚
Bagi yang ikhlas saja 🙏

200 vote untuk chapter ini 💚Bagi yang ikhlas saja 🙏

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Taeyong Lee

Taeyong Lee

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Taera Lee

Tiras Lee

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tiras Lee





















"Mama, Tiras berangkat dulu, ya."

Naura tersenyum melihat kedua putranya yang sudah rapi dengan seragam mereka. Sebelum mereka berdua keluar dari rumah, Naura mengecup pipi Taera dan Tiras bergantian yang sudah menjadi kebiasaan setiap kali mereka akan pergi sekolah. Tiras paling senang kalau Naura sudah menciumnya, sementara Taera biasanya sedikit menolak karena malu, meski tidak menolak secara langsung juga. Setelah pamit, Taera dan Tiras keluar, meninggalkan Taeyong yang masih berada di dalam rumah.

"Aku pamit ya, Aya."

Naura memandang Taeyong yang hari ini—seperti biasa—akan mengantar anak-anak sebelum pergi ke galeri. Naura melebarkan senyumnya, kemudian mencium kedua pipi Taeyong seperti yang ia lakukan pada Taera dan Tiras. Bedanya, Naura juga menambahkan sebuah pelukan sebelum Taeyong memulai pekerjaannya di galeri.

"Aku sayang kamu, Taeyong."

Taeyong tersenyum tipis dan membalas pelukan Naura. "Aku juga," jawabnya pelan. "Sekarang aku harus berangkat."

UnhiddenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang