Suram yang menjadi dendam

28 0 0
                                        

"Lebih sakit mana? Raya yang di biarkan di rantai atau mulut yang justru di bungkam?"

- Langit

***

Aldi tak henti henti nya mengomel tak jelas. Bahkan nadine pun kini tengah frustasi memikirkan keberadan lauren yang benar benar hilang bak di telan bumi tak tersisa. Hari ini genap seminggu gadis itu hilang tanpa kabar yang jelas.

Bahkan nadine sudah berulang kali ke kantor polisi namun sampai sekarang pun masih tak ada hasil nya sama sekali. Aldi. Pria paruh baya itu enggan terang terangan mengkhawatirkan putrinya.

Namun dia masih saja berdoa jika lauren cepat kembali. Meski tertutup raut dingin yang ia tampilkan. Sejujurnya rasa cemas nya semakin hari semakin mebludak ia ingin berontak terang terang menghawatirkan nya tapi ego lagi lagi memimpin nya di depan.

Meski dia sudah berusha menepis berulang kali paksa perasaan khawatirnya tapi dia tak bisa melepas ikatan seorang ayah pada putrinya sekali pun itu ego dia yang memimpin.

Gara juga sudah berusaha mencari lauren kesana kemari namun tak kunjung temu terakhir yang dia tau lauren memberikan sebuah kotak pada pacar nya.

Dan setelah itu benar benar hilang bak di telan bumi. Awal nya dia marah namun di gantikan oleh rasa khawatir sang kakak saat tau yang sebenar nya dari arum.

Dia juga ingin menyalahkan sang pacar tapi dia tak bisa seegois itu. Sekarang dia hanya bisa menyesali perbuatan nya. Bahkan berulang kali dia juga bertanya galang karena tau terakhir kali pria itu begitu gencar menginginkan lauren tapi terakhir kali dia bertemu dengan nya hnya diri gelap lelaki itu yang dia lihat. Dia bisa melihat jelas bagaimana kehilangannya pria itu atas kepergian adiknya.

"Gar gimana udah ketemu?" tanya nadine yang di sambut gelengan kepala oleh putra nya. Membuat nya lagi lagi harus bernapas gusar.

"Kamu di mana nak?" gumam parau nadine yang di dengar oleh aldi.

"Sudahlah gak usah cari cari anak itu toh lebih baik dia gak ada" ucap aldi tenang lalu melangkah menuju kamar nya.

"MAS!!" bentak nadine tak terima namun sayang tak mendapat respon dari aldi yang sudah masuk ke dalam kamarnya.

Gara yang melihat kelakuan sang ayah hanya bisa bernapas pasrah. Dia bisa apa sekarang?.

*****

Arum benar benar malas melakukan semua hal apapun sekrang setelah tau sahabat nya hilang entah kemana. Mood nya kian memburuk setelah sang kakak waktu itu memberikan nya kotak pertama dan terakhir dari sang sahabat.

Yang dia ingin kan sekarang hanya lauren bisa ketemu dan ada di depan nya meski terdengar mustahil tapi dia terus berharap.

Hari ini hari olahraga nya. Semua teman nya sudah berkumpul di lapangan tinggal dirinya seorang yang belum berganti pakaian. Melangkah menuju loker berniat mengambil baju olahraga nya.

Saat mengambil baju nya malas ada sebuah kertas berwarna merah jatuh. Penasaran dia langsung mengambil kertas itu dan notif di kertas itu lagi lagi membuat nya was was.

Di mana pun dia!! Akan gue pastikan dia jadi milik gue atau dia mati di tangan gue
F.A

Kertas yang sama dengan notif yang sama dengan inisial yang sama dari beberapa hari yang lalu itu selalu ada di loker dan di meja nya. Jujur dia takut, takut terjadi sesuatu pada sahabatnya itu.

Destiny, Why me?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang