Jangan lupa pencet bintangnya ya guys!
Ps! Aku saranin baca ulang dari chapter 32, biar lebih nyambung aja. Tapi up to you sih ✌
***
Aerin POV
"Aaaaaakh!"
Spontan aku memekik keras. Aku begitu terkejut ketika merasakan lenganku sedang dibenturkan dengan suatu benda.
"Aerin?" panggil Namjoon sangat lembut. Memastikan kalau aku baik-baik saja dengan membenturkan kembali benda itu ke lenganku.
Aku menoleh lamat-lamat dan mendapati tatapan Namjoon yang dipenuhi raut khawatir, juga sebuah botol air mineral yang disodorkan padaku.
Aku pikir Namjoon sedang menodongkan pistol ke lenganku, tahu!
Salahkan imajinasiku yang membuatku berpikir tidak-tidak. Sepertinya aku harus berhenti menonton drama yang ditonton Hoseok, benar-benar merusak akal! Pantas saja Hoseok tidak pernah berpikir dengan baik!
"Mau air? Aku pikir kau tersedak."
Aku mengangguk, baru saja hendak menerima botol itu, Namjoon kembali menarik tangannya. Aku kira dia sedang menjahiliku, tapi ternyata dia membantuku untuk membuka tutup botol yang masih tersegel.
"Terimakasih." ucapku saat menerima botol itu darinya, lalu meminum air itu berkali-kali teguk.
Kuharap akalku akan kembali jernih setelah teralirkan dengan air bersih.
Nyatanya, imajinasiku kembali bermain liar ketika Namjoon mengambil botol air yang ada di tanganku dan meneguk isinya. Jakunnya bergerak tak teratur, beberapa bulir air mengalir dari bibir menuruni lehernya.
Ya ampun! Pemandangan apa ini?! Aku ke sini untuk melihat kembang api!
"Maaf, airku habis. Teokbokkinya terlalu pedas, aku sarankan jangan dimakan."
Namjoon meletakkan air mineral yang tersisa setengah botol itu di hadapanku. Aku tidak tahu harus berbuat apa dengan botol itu, pastinya aku tidak boleh meminumnya lagi. Sangat tidak boleh! Aku tidak mau pikiranku semakin kotor!
"M-misi apa?"
Aku berusaha menetralkan suaraku dan bertingkah seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Namjoon terlihat tidak begitu perduli dengan apa yang barusan terjadi, membungkus kembali teokbokki ke plastik dan meminggirkannya ke luar karpet.
"Hm, dia membuat beberapa lirik dari lagu yang kubuat. Aku juga membantu menambahkan beberapa nada ke lagunya. Bukan misi sih, tapi kami sering menyebutnya sebagai misi."
Aku terkejut, kali ini murni benar-benar terkejut, bukan karena imajinasiku lagi.
"Komposer? Sama seperti Yoongi?"
Kali ini Namjoon yang menatapku penuh kejut dengan mata mengedip-ngedip cepat. "Kau sudah tahu pekerjaan Yoongi hyung?"
Anggukanku direspon dengan helaan napasnya. Aku tidak tahu apa makna helaan napasnya itu. Namjoon menengadahkan kepala, menyangga kedua tangannya ke belakang untuk menopang badan.
"Sejak dulu, aku berusaha untuk menyaingi Yoongi hyung. Ibu dan ayah selalu bangga dengan prestasi yang didapatnya. Aku juga ingin menunjukkan kalau aku bisa menjadi hebat seperti Yoongi hyung."
Aku menyimak dengan penuh khidmat. Tidak berniat menyela sebelum dia benar-benar selesai bercerita.
"Aku mengambil kelas akselerasi saat SMP dan SMA. Kuliah pun dapat kuselesaikan dalam jangka waktu dua setengah tahun. Melihat Yoongi hyung membuat berbagai lagu dan mendapat pujian dari orang tua kami, membuatku ingin segera menciptakan lagu pertamaku."
KAMU SEDANG MEMBACA
Hyungie
FanfictionAda tiga monster kecil, satu monster receh, satu monster bernapas api, satu monster penghancur, dan satu monster berotak separuh. Jika disuruh memilih satu, siapa yang akan kalian pilih untuk diasuh? 2019, Chocooky_
