19; Rahasia Jungkook

2.3K 350 50
                                        


Ada seribu satu alasan kenapa Jungkook yang cerdasnya beda tipis dengan Namjoon itu tidak ingin pergi ke sekolah. Salah satunya, ia menyadari bahwa umurnya masih empat tahun. Seharusnya masih ada setahun lagi sebelum ia memasuki pendidikan taman kanak-kanak seperti kedua kakaknya–Jimin dan Taehyung.

Jungkook, Jimin dan Taehyung sudah dimasukkan ke taman kanak-kanak sebelum Aerin datang menjadi babysitter mereka. Seokjin yang memasukkan mereka dengan alasan tidak ada orang yang bisa menjaga mereka saat hari bekerja dan sekolah.

Alasan lain mengapa Jungkook sangat enggan bersekolah adalah karena dirinya ditempatkan di kelas yang berbeda dari si kembar. Sekolah mereka mempunyai peraturan untuk memisahkan kelas berdasarkan umur.

Jungkook memang anak yang sangat ceria dan pintar di usianya. Namun menyangkut masalah bersosialisasi, kemampuan Jungkook tergolong cukup rendah.

Mungkin saja karena ia selalu bersama si kembar. Apapun yang terjadi, ia selalu bergantung pada Jimin dan Taehyung. Jadi ketika mereka berpisah, Jungkook merasa tidak akan ada siapapun yang bisa memahaminya.

"Jungkook, kemarin-kemarin kan sudah tidak sekolah. Hari ini sekolah ya?"

Jungkook tidak merespon. Ia lebih memilih untuk mengabaikan bujukan Aerin dan memainkan rubik barunya.

Sebenarnya, tidak ada masalah jika Jungkook tidak sekolah hari ini. Sebelum-sebelumnya Jungkook juga selalu menolak. Seokjin pun selalu memaklumi tingkah Jungkook dan memberi izin agar dirinya tidak bersekolah. Lagipula ia masih ada di tingkat taman kanak-kanak, Jungkook bisa mengulang lagi tahun depan.

Namun sepertinya hal itu akan menjadi masalah untuk hari ini karena sekolah mereka sedang mengadakan acara untuk memperingati hari anak. Mau tidak mau Aerin harus hadir untuk menggantikan Seokjin sebagai wali. Bagaimana bisa ia pergi jika Jungkook tinggal sendirian di rumah?

"Tidak belajar kok, kita main-main saja. Noona juga ikut datang."

Jungkook tetap tidak ingin mengatakan apapun.

Aerin sudah bersama mereka di rumah ini selama enam bulan. Cukup baginya untuk mengetahui bahwa sepintar apapun Jungkook, ia tetaplah seorang anak-anak yang mudah dibaca.

Jungkook tidak ingin pergi ke sekolah walaupun ia tahu jika Jimin, Taehyung, bahkan Aerin akan datang bersamanya. Jadi, Aerin bisa menyimpulkan bahwa di antara seribu satu alasan itu, ada satu alasan lain kenapa Jungkook terlihat sangat enggan bersekolah.

"Tidak mau pergi? Sama noona pun tidak mau?"

Pertanyaan Aerin kali ini di jawab oleh Jungkook. "Noona tidak usah pergi, di rumah saja bersama Kookie."

"Terus Jimin dan Taehyung bagaimana? Kookie tidak kasihan kalau mereka tidak ada yang menemani?"

Jungkook melirik ke arah Jimin dan Taehyung yang sudah siap dengan pakaian mereka. Sedari tadi mereka telah duduk manis di sofa sambil menonton serial kartun kesukaan: miniforce.

"Jiminie dan Taehyungie tidak usah datang juga."

"Kenapa? Kenapa Kookie tidak mau sekolah?"

Jungkook lagi-lagi memilih diam, mulutnya seolah disegel rapat. Menebak isi hati anak kecil satu ini tampaknya lebih susah dari dugaan Aerin.

"Kita ke sekolah sekali saja, ya? Habis ini kita tidak sekolah lagi. Kookie mau apapun, noona akan kasih."

Kelihatannya penawaran Aerin kali ini mendapat respon positif dari Jungkook. Ia mulai berhenti memainkan rubiknya lalu menatap Aerin dengan mata memohon.

"Benar ya? Hanya satu kali saja? Setelah itu tidak lagi?"

Tanpa ragu Aerin mengangguk, kemudian ia menarik Jungkook ke pelukannya.

HyungieTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang